Kongres Penyakit Infeksi Anak soroti ancaman resistensi antimikroba
Table of Contents
Kongres Penyakit Infeksi Anak 2026 di Bandung: Soroti Ancaman Resistensi Antimikroba
Beritaturah.com – Bandung, Jawa Barat akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan 12th Asian Congress of Pediatric Infectious Diseases (ACPID) 2026. Kongres Penyakit Infeksi Anak soroti ancaman resistensi antimikroba sebagai salah satu isu paling mendesak dalam dunia pediatrik modern. Acara ilmiah bertaraf internasional ini mengangkat kompleksitas tantangan penyakit infeksi pada anak-anak sebagai fokus utama pembahasan selama tiga hari penuh.
Tiga Pilar Isu Kritis yang Akan Dibahas
Ketua Panitia ACPID 2026, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp. IPT(K), yang juga menjabat sebagai Ketua IDAI Cabang Jawa Barat, menjelaskan bahwa kongres ini akan membahas beberapa masalah mendesak dalam bidang pediatrik. Menurutnya, setiap persoalan tersebut menuntut penguatan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan.
“Kongres ini akan menyoroti isu-isu mendesak seperti penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (VPD), penyakit tropis terabaikan (NTD), penyakit emerging dan re-emerging, serta ancaman serius dari resistansi antimikroba,” ujar Anggraini dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Program ilmiah dirancang khusus agar peserta dapat memperoleh wawasan teoritis sekaligus keterampilan praktis yang relevan untuk diterapkan di negara asal masing-masing. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga aplikatif dalam praktik klinis sehari-hari.
Pendekatan One Health dalam Penanganan Infeksi
Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A, Subsp. IPT(K), selaku Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, menekankan bahwa strategi menghadapi ancaman penyakit infeksi tidak terbatas pada aspek medis semata. Menurut Edi Hartoyo, pencegahan, pengendalian infeksi, serta pengelolaan sumber daya juga menjadi komponen penting.
Ia menilai integrasi pendekatan One Health dan manajemen nutrisi dalam penanganan penyakit infeksi akan memperkuat sistem kesehatan secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan tren global yang semakin mengakui pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi tantangan kesehatan masyarakat.
Kolaborasi Regional dan Penguatan Sistem Kesehatan
Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), Ketua Pengurus Pusat IDAI, menyoroti bahwa Asia menghadapi tantangan unik dalam penanganan penyakit infeksi anak. Oleh karena itu, pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara menjadi sangat krusial. Kongres ini juga diharapkan dapat mendorong penguatan surveilans penyakit, percepatan program imunisasi, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kasus infeksi yang semakin kompleks.
Penyelenggaraan ACPID 2026 merupakan wujud kolaborasi antara IDAI dan pemerintah, khususnya dalam program imunisasi dan penanganan penyakit infeksi pada anak. Di tingkat daerah, IDAI Jawa Barat secara rutin berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dalam edukasi dan pelayanan imunisasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.
Detail Penyelenggaraan Kongres
ACPID 2026 merupakan kongres ilmiah internasional yang mempertemukan pakar penyakit infeksi anak dari berbagai negara Asia untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan perkembangan terbaru di bidang kedokteran anak. Kongres yang diselenggarakan IDAI bekerja sama dengan ASPID dan IDAI Cabang Jawa Barat tersebut berlangsung pada 14–16 Agustus 2026 di Bandung.
Acara ini bersamaan dengan Annual Scientific Meeting on Pediatric Infectious Diseases (ASMPID), dengan diikuti lebih dari 1.000 peserta dan menghadirkan lebih dari 100 pembicara nasional dan internasional. Melalui forum ini, para ahli diharapkan dapat saling bertukar ide dan mengembangkan strategi baru dalam menghadapi ancaman kesehatan global.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu ACPID 2026?
ACPID 2026 adalah 12th Asian Congress of Pediatric Infectious Diseases, sebuah kongres ilmiah internasional yang diselenggarakan di Bandung pada 14–16 Agustus 2026. Kongres ini mempertemukan pakar penyakit infeksi anak dari berbagai negara Asia.
Siapa saja pembicara utama dalam kongres ini?
Kongres menghadirkan lebih dari 100 pembicara nasional dan internasional, termasuk Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, dan Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso dari IDAI.
Bagaimana cara mengikuti kongres ini?
Peserta dapat mendaftar melalui website resmi IDAI atau menghubungi panitia penyelenggara. Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara Asia telah dikonfirmasi untuk menghadiri acara ini.
Apa topik utama yang dibahas dalam kongres?
Topik utama meliputi resistensi antimikroba, penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (VPD), penyakit tropis terabaikan (NTD), serta penyakit emerging dan re-emerging yang mengancam kesehatan anak.
