Kepala BIM: Pendirian BMKS agar RI miliki harga referensi mandiri
Table of Contents
Kepala BIM: Pendirian BMKS Wujudkan Kemandirian Harga Mineral Indonesia
Beritaturah.com – Jakarta — Kepala BIM, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pendirian Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) merupakan langkah strategis untuk memastikan Indonesia memiliki harga referensi mandiri. Target operasional BMKS ditetapkan pada 1 Januari 2027, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Inisiatif ini bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasar internasional dalam menentukan nilai komoditas mineral dan strategis.
Kepala BIM menjelaskan bahwa keberadaan BMKS akan memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem perdagangan mineral nasional. Dengan adanya bursa ini, proses pembentukan harga, penetapan standar mutu, serta penyelesaian transaksi dapat berjalan lebih transparan. Seluruh aktivitas di BMKS akan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan integritas pasar.
Kepala BIM Tekankan Pentingnya Koordinasi Lintas Lembaga
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Indonesia telah resmi dibentuk dengan komposisi anggota yang komprehensif. Kepala BIM menyebutkan bahwa Satgas ini melibatkan BIM, Danantara, Bank Indonesia, serta OJK sebagai koordinator utama. Selain itu, unsur ekosistem bursa juga turut serta, mencakup lembaga kliring, surveyor, pengelola pergudangan, perusahaan tambang, dan asosiasi industri.
“Melalui bursa ini, pembentukan harga, standar mutu dan penyelesaian transaksi dapat berlangsung secara transparan dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya agar Indonesia memiliki harga referensi sendiri dan tidak bergantung pada bursa di luar negeri,” kata Kepala BIM kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Peran Kepala BIM dalam Fondasi Hulu dan Hilirisasi
Kepala BIM menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi krusial agar desain bursa selaras dengan kebijakan pertambangan, perdagangan, hilirisasi industri, dan agenda perekonomian nasional. Ia menyebut satgas saat ini bekerja secara intensif menyiapkan seluruh aspek yang dibutuhkan, mulai dari regulasi, tata kelola, dan kelembagaan hingga teknologi, operasional, serta komunikasi.
“BIM secara khusus menyiapkan fondasi dari sisi hulu, termasuk penguatan data sumber daya dan cadangan, standardisasi mutu serta spesifikasi produk, dan percepatan hilirisasi agar komoditas yang diperdagangkan kredibel, dapat ditelusuri, dan memiliki nilai tambah tinggi,” ujar Kepala BIM.
Visi Kepala BIM: BMKS sebagai Katalisator Ekonomi Nasional
Kepala BIM berharap BMKS menjadi bursa yang likuid, juga ekosistem mineral strategis yang tangguh, transparan, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain itu, BMKS diharapkan menjadi katalisator hilirisasi, memperkuat kemandirian industri pertahanan, serta menopang ketahanan ekonomi dan keamanan nasional.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki BMKS yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. “Dengan dukungan DPR, rencana kita 1 Januari 2027, kita akan memiliki bursa komoditas sendiri. Kita targetkan, ketentuan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis segera dibahas dengan DPR RI dan mohon diterbitkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujar Presiden Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR RI Jakarta (14/8).
FAQ: Pertanyaan Umum tentang BMKS
Apa itu BMKS? Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) adalah bursa yang akan menjadi tempat perdagangan mineral dan komoditas strategis Indonesia dengan harga referensi mandiri.
Kapan BMKS akan beroperasi? BMKS ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Siapa saja yang terlibat dalam pembentukan BMKS? Satgas Percepatan Pembentukan BMKS melibatkan BIM, Danantara, Bank Indonesia, OJK, serta berbagai unsur ekosistem bursa seperti lembaga kliring, surveyor, dan perusahaan tambang.
Apa peran Kepala BIM dalam pendirian BMKS? Kepala BIM, Brian Yuliarto, memimpin upaya pendirian BMKS dan bertanggung jawab menyiapkan fondasi dari sisi hulu termasuk penguatan data sumber daya dan cadangan, standardisasi mutu, serta percepatan hilirisasi.
Bagaimana BMKS akan mempengaruhi harga mineral Indonesia? BMKS akan memungkinkan Indonesia memiliki harga referensi mandiri sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bursa luar negeri dalam menentukan nilai komoditas strategis.
