Ekonomi

Meeting Results: DJPb: Ekonomi Kalsel tumbuh 5,67 persen pada triwulan I 2026

DJPb: Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,67% di Triwulan I 2026

Meeting Results – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,67 persen secara tahunan, menjadi salah satu angka yang menarik dalam laporan ekonomi regional. Dalam pertemuan terbaru yang dihadiri oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel, hasil ini ditetapkan sebagai bukti bahwa kebijakan fiskal dan strategi pemerintah daerah berhasil memberikan dampak positif pada perekonomian. Angka ini sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang hanya mencapai 5,61 persen, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah akhir-akhir ini.

Kondisi Ekonomi Daerah dan Faktor Pendukung

Pertumbuhan ekonomi Kalsel yang mencapai 5,67 persen dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah momentum libur Ramadhan dan Idul Fitri yang meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat. Dalam meeting results yang diumumkan oleh DJPb Kalsel, ditekankan bahwa kenaikan pertumbuhan terjadi secara signifikan pada sektor jasa dan investasi, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat serta daerah yang memprioritaskan pemberdayaan ekonomi lokal. Selain itu, kinerja sektor-sektor utama seperti pariwisata, perdagangan, dan pertanian juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah.

Aktivitas Sektor Inti dan Angka Pertumbuhan

Dalam analisis meeting results, DJPb Kalsel menyebutkan bahwa sektor akomodasi dan jasa makanan serta minuman menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi regional, dengan realisasi pertumbuhan hingga 13,12 persen. Penyebabnya, kenaikan permintaan akan layanan hiburan dan aktivitas wisatawan lokal maupun luar daerah selama masa libur. Di sisi lain, sektor pengeluaran konsumsi pemerintah juga mengalami peningkatan mencolok, yakni sebesar 18,91 persen, yang didorong oleh pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan berbagai stimulus untuk mendorong mobilitas dan aksesibilitas transportasi.

Realisasi Belanja Negara dan Dana Daerah

Meeting Results menyoroti realisasi belanja negara di Kalsel pada triwulan I 2026, yang mencapai Rp7,39 triliun atau 24,78 persen dari pagu anggaran total Rp29,85 triliun. Dana terbesar dialokasikan ke Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp5,43 triliun, yang diharapkan bisa mengakselerasi proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan layanan publik. Selain itu, surplus APBD yang tercatat Rp1,86 triliun menunjukkan kesehatan keuangan daerah yang stabil, dan mampu mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang yang dipertahankan pemerintah setempat.

Perspektif Ekonomi dan Tantangan Mendatang

Berdasarkan meeting results, pertumbuhan ekonomi Kalsel di triwulan I 2026 menunjukkan potensi positif yang dapat dijaga sepanjang tahun. Namun, pemerintah daerah tetap waspada terhadap tantangan seperti inflasi, fluktuasi harga komoditas, serta persaingan dengan daerah lain di Kalimantan. Selain itu, pengelolaan keuangan yang efisien dan kolaborasi antar sektor masih diperlukan untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dalam laporan tersebut, DJPb juga merekomendasikan perluasan program pendidikan keuangan masyarakat dan penguatan pengawasan terhadap penggunaan dana APBD.

Kinerja Ekonomi Nasional vs Regional

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61 persen, Kalsel berada di atas rata-rata dengan 5,67 persen. Hal ini mencerminkan bahwa daerah tersebut mampu memanfaatkan peluang ekonomi global dan lokal secara lebih efektif. Dalam meeting results, Direktorat Jenderal Perbendaharaan menekankan bahwa kebijakan fiskal yang fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta kegiatan ekonomi menjadi kunci keberhasilan ini. Pemerintah daerah juga didorong untuk terus mendorong inovasi di bidang teknologi dan pendidikan, agar bisa memperkuat daya saing ekonomi di masa depan.

Secara keseluruhan, meeting results yang dirilis oleh DJPb Kalsel memberikan gambaran bahwa perekonomian regional berada dalam kondisi yang membaik. Pertumbuhan yang mencapai 5,67 persen pada triwulan pertama 2026 menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kebijakan ekonomi, sekaligus menjadi dasar untuk evaluasi lebih lanjut. Dengan dukungan keuangan yang stabil dan kebijakan yang tepat, Kalsel berpotensi menjadi salah satu provinsi yang unggul dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian tengah.

Leave a Comment