Dunia

Mengenal Maryam Aqil, pengurus jenazah di tengah perang Lebanon

CjkinzN000026_20260818_CBMFN0A001
Foto : Emily Miller - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Di Balik Jubah Hitam: Maryam Aqil dan Tugas Terakhir di Nabatieh
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Di Balik Jubah Hitam: Maryam Aqil dan Tugas Terakhir di Nabatieh

Perempuan yang Menolak Pergi

Beritaturah.com – Di antara reruntuhan bangunan dan ruas jalan yang masih retak akibat perang, seorang perempuan berkerudung dengan jubah hitam panjang melangkah pelan menyusuri kota Nabatieh di Lebanon selatan. Bagi mata awam, sosok itu tak berbeda dari warga lokal yang sekadar berjalan pulang. Namun bagi Maryam Aqil, setiap tikungan dan setiap puing adalah pengingat akan tugas paling berat yang pernah ia pikul: memandikan, mengumpulkan, serta menguburkan jasad-jasad korban serangan udara.

Usianya kini memasuki dekade keenam. Ketika sebagian besar penduduk memilih mengungsi, Aqil memutuskan tetap berpijak di tanah kelahirannya. Kepada Xinhua, ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengejar citra pahlawan. Yang menggerakkannya, kata Aqil, adalah kebutuhan keluarga korban agar orang-orang terkasih mereka dihormati dan dipersiapkan untuk perpisahan terakhir.

“Sering kali, saya sendirian karena tidak ada orang lain yang bisa melakukan tugas ini.”

Angka-angka di Balik Sirene

Perang yang dilancarkan Israel atas Lebanon telah merenggut nyawa tanpa pandang bulu. Sejak 2 Maret, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat 4.346 orang tewas dan 12.301 lainnya terluka. Di antara korban itu terdapat lansia, perempuan, dan anak-anak — kelompok yang paling rentan di tengah gempuran artileri tiada henti serta deru sirene ambulans dan kendaraan Palang Merah yang meraung ke arah lokasi-lokasi serangan.

Beban yang Tak Terhapus

Memandang jasad-jasad yang hangus dan tercabik-cabik meninggalkan bekas yang dalam pada jiwa Aqil. Ia menyebut satu hal yang paling membekas di benaknya: tubuh-tubuh kecil anak-anak yang hancur bukan karena kesalahan mereka sendiri.

“Tak seorang pun dapat melihat jasad manusia tanpa merasa terpengaruh. Dan yang paling membekas bagi saya adalah anak-anak yang tubuhnya tercabik-cabik bukan karena kesalahan mereka. Saya sangat menderita.”

Penderitaan itu bukan sekadar profesional. Aqil sendiri kehilangan seorang sepupu dalam salah satu serangan udara. Kini, di tengah gencatan senjata yang masih rapuh, ia kerap berjalan menyusuri jalan-jalan yang menyimpan gema dentuman bom.

Peta Kenangan di Setiap Sudut

Sambil menunjuk berbagai titik di sekitarnya, Aqil mengurai kembali bahaya-bahaya yang pernah ia hadapi. Setiap sudut kota menjadi saksi bisu peristiwa yang melekat pada nama seseorang yang ia kenal.

“Di sini, sebuah rumah terkena serangan artileri. Rumah lainnya hancur. Ada sebuah jalan dan di sana keluarga-keluarga menghilang, dan setiap sudut menjadi saksi sebuah peristiwa yang meninggalkan kenangan tentang seseorang yang saya kenal.”

“Hanya ada garis tipis antara hidup dan mati.”

Ia melanjutkan bahwa waktu或许 mampu mengaburkan sebagian detail, tetapi lokasi tidak pernah melupakan apa yang terjadi di atasnya.

“Waktu mungkin menghapus sebagian detail, tetapi tempat tidak pernah lupa. Di sini, pernah terjadi serangan udara; di sana, sebuah keluarga kehilangan salah satu anggotanya; dan di tempat lain, saya membawa jasad seseorang yang tewas.”

“Tempat-tempat ini telah menjadi bagian dari ingatan saya.”

Kapur Barus, Sabun, dan Keteguhan

Secara praktis, Aqil mengandalkan kapur barus serta sabun Arab tradisional yang ia peroleh dari pusat-pusat kesehatan setempat untuk memandikan jenazah. Baginya, pekerjaan itu bukan sekadar prosedur, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

“Keluarga-keluarga itu menunggu orang-orang terkasih mereka, dan saya menganggap hal itu sebagai tugas saya. Mereka membutuhkan seseorang untuk berada di sisi mereka.”

“Terlepas dari semua kesulitan yang ada, saya tidak pernah berpikir untuk pergi.”

Frequently Asked Questions

What is Mengenal Maryam Aqil pengurus jenazah di tengah?

Mengenal Maryam Aqil pengurus jenazah di tengah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mengenal Maryam Aqil pengurus jenazah di tengah matter?

Mengenal Maryam Aqil pengurus jenazah di tengah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment