Evaluasi Kinerja SPPG dalam Special Plan di Bukittinggi
Special Plan – Dalam rangka meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat, Special Plan sebagai inisiatif nasional berfokus pada pemenuhan gizi dan kesehatan layanan masyarakat menjadi sorotan. Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama melakukan inspeksi langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bukittinggi, Rabu lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari Special Plan, khususnya di SPPG Camapago Guguk Bulek Dua.
Latar Belakang dan Tujuan Special Plan
Special Plan, yang sejak dicanangkan beberapa waktu lalu menjadi program prioritas Kementerian Kesehatan, dirancang untuk menjawab tantangan kekurangan gizi di berbagai daerah. MBG, sebagai salah satu komponen utama Special Plan, bertujuan memberikan akses makanan bergizi kepada kelompok rentan seperti pelajar, balita, dan ibu hamil. Dalam konteks ini, SPPG di Bukittinggi menjadi contoh nyata implementasi program yang selaras dengan kebutuhan lokal.
Dalam peninjauannya, Ade Rezki Pratama memuji kesiapan SPPG Camapago Guguk Bulek Dua. “Seluruh proses, mulai dari persiapan hingga distribusi makanan, telah sesuai dengan standar Special Plan. SPPG ini menunjukkan komitmen kuat untuk melayani masyarakat secara optimal,” katanya. Kehadiran anggota dewan ini menegaskan pentingnya pengawasan terhadap program yang dirancang untuk mencapai kualitas layanan nasional.
“Kami terus berusaha memastikan setiap langkah dalam Special Plan terlaksana dengan baik, termasuk keterlibatan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memberikan bimbingan teknis,” ujar Ade. Ia menekankan bahwa transparansi dan keberlanjutan program MBG menjadi kunci keberhasilan.
Kepala SPPG Camapago Guguk Bulek Dua, Dian Purnam Sari, menjelaskan bahwa program ini telah melayani sekitar 2.979 penerima manfaat sepanjang tahun ini. “Selain memberikan makanan bergizi, kami juga menerima banyak ucapan terima kasih dari pelajar yang mengakui manfaat program ini,” tambah Dian. Ia juga menyebutkan bahwa 11 sekolah dan tujuh posyandu menjadi destinasi utama distribusi MBG.
“Special Plan tidak hanya tentang pemberian makanan, tapi juga peningkatan kesadaran masyarakat tentang pola makan sehat. Kami berharap dukungan dari dewan seperti Ade Rezki Pratama bisa memperkuat komitmen ini,” lanjut Dian. Ia menambahkan bahwa SPPG terus berupaya memperluas jangkauan program ke kelompok yang lebih luas, termasuk lansia.
Kunjungan Ade Rezki Pratama di SPPG Bukittinggi juga menjadi kesempatan untuk meninjau pengelolaan keberlanjutan program. Dengan adanya pengawasan dari DPR RI, Dian yakin SPPG akan terus berkembang. “Special Plan ini adalah langkah strategis untuk menciptakan sistem pemenuhan gizi yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa kolaborasi antara SPPG dan BGN akan memperkuat hasil yang diharapkan,” tuturnya. Evaluasi yang dilakukan menegaskan bahwa Bukittinggi menjadi pusat referensi dalam implementasi Special Plan di tingkat daerah.
