Humaniora

Historic Moment: Safrizal tekankan amanah intelektual dalam pengukuhan profesor USK

Safrizal Tekankan Amanah Intelektual dalam Pengukuhan Profesor USK

Historic Moment – Banda Aceh – Dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Syiah Kuala (USK) yang diadakan di Event Hall Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, M.A, Ketua Majelis Wali Amanat USK Safrizal Zakaria Ali menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab akademik setelah dianugerahi gelar profesor. Menurutnya, jabatan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan karier, melainkan awal dari komitmen lebih besar untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Mengajar bukan hanya tentang menyampaikan ilmu: itu juga tentang memicu perubahan. Belajar bukan sekadar menyerap fakta: itu adalah proses memperoleh pemahaman yang mendalam,” ujar Safrizal dalam pernyataannya.

Dalam kesempatan itu, Safrizal yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri mengambil kutipan dari William Arthur Ward. Ia menekankan bahwa ilmu tidak boleh hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi harus menjadi alat untuk menggerakkan masyarakat.

Pengukuhan profesor USK tahun ini menandai peneguhan komitmen moral dalam dunia akademik, sekaligus pengukuhan enam gelar baru. Mereka adalah Prof. Dr. Zumaidar (Biologi Tumbuhan), Prof. Dr. rer.nat Ilham Maulana (Kimia Anorganik), Prof. Dr. Vivi Silvia (Ekonomi Mikro), Prof. Dr. Rizwan (Teknik Galangan Kapal), Prof. Dr. dr. Iskandar Zakaria (Radiologi Intervensi), dan Prof. Dr. Drs. Ir. Tarmizi (Matematika Komputasi).

“Ilmu bukan sekadar pencapaian karir yang membanggakan, melainkan titik temu antara wawasan dan kehidupan. Ia seperti tetesan embun yang mampu menyegarkan tanah kering di tengah musim kemarau, menjadi cahaya yang menerangi dan menyembuhkan,” tambahnya.

Safrizal juga mengingatkan bahwa profesor harus menjadi teladan di tengah tantangan dunia yang semakin pragmatis. “Jagalah integritas akademik dengan segenap kejujuran. Ketika institusi pendidikan kehilangan kepercayaan, maka kredibilitas ilmu pengetahuan secara keseluruhan akan terancam. Profesor wajib menjadi penjernih kekacauan dan penuntun di saat masyarakat membutuhkan arah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Safrizal juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga para profesor yang mendukung perjalanan akademik mereka. “Setiap ilmuwan besar tidak pernah terbentuk sendirian. Di balik setiap pencapaian, selalu ada dukungan dari keluarga yang bekerja tanpa pamrih,” ujarnya.

Pengukuhan profesor dihadiri oleh Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani, Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Ir. Abubakar, jajaran Forkopimda Aceh dan Banda Aceh, para guru besar, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta wartawan.

Leave a Comment