Gubernur Papua Tinjau Gudang Kopra Koperasi Yora Mekhande Jaya, Sarmi
Facing Challenges, Gubernur Papua Mathius Fakhiri melakukan inspeksi langsung ke gudang kopra milik Koperasi Yora Mekhande Jaya di Kampung Anus, Kabupaten Sarmi, pada Kamis (14/5). Bersama Bupati Sarmi Dominggus Catue, gubernur mengunjungi fasilitas produksi tersebut untuk menilai kinerja koperasi serta berdialog dengan pengurus dan pekerja. Kedatangan mereka bertujuan mengenali langkah-langkah yang diambil oleh koperasi dalam menghadapi tantangan logistik dan ekonomi, serta menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya ini.
Peran Koperasi dalam Peningkatan Ekonomi Lokal
Koperasi Yora Mekhande Jaya, yang berdiri pada tahun 2022, berperan penting dalam memperkuat industri pertanian di Papua. Sebagai satu dari beberapa koperasi yang beroperasi di wilayah tersebut, koperasi ini menampung bahan baku dari Distrik Bonggo Timur, Bonggo Barat, dan Pantai Timur Jauh. Pemasaran produknya menjangkau Jayapura, Biak, Nabire, hingga Merauke. Proses ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat pedesaan dapat mengatasi kesulitan mengakses pasar dengan bentuk kerja sama yang lebih solid.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah akses transportasi yang tidak memadai. Koperasi Yora Mekhande Jaya menawarkan solusi berupa sistem barter untuk memudahkan transaksi. Dengan metode ini, petani bisa mengganti kebutuhan mereka dengan hasil kopra, sehingga mengurangi ketergantungan pada jasa transportasi yang mahal dan tidak teratur. Pada periode Januari hingga April 2026, koperasi berhasil mengirimkan 60 ton kopra ke Surabaya, sedangkan di tahun 2025 jumlahnya sekitar 45 ton. Angka ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengatasi masalah distribusi.
Strategi Mengatasi Hambatan Logistik
Pengurus koperasi, Jamina Rumbewas, menjelaskan bahwa sistem barter bukan hanya alat pertukaran barang, tapi juga cara masyarakat untuk menghadapi kesulitan ekonomi. “Karena di sana kendalanya adalah akses yang kurang baik,” ujarnya. Dalam hal ini, koperasi menjadi jembatan antara produsen dan konsumen, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Koperasi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya lokal.
Kampung Kaptiau, salah satu sumber pasokan utama kopra, sebelumnya membutuhkan perjalanan jauh untuk memperoleh bahan kebutuhan sehari-hari. Dengan sistem barter, mereka bisa memesan barang dari koperasi dan menggantinya dengan produk kopra. Ini membantu mengurangi biaya transportasi sekaligus meningkatkan keuntungan finansial bagi petani. Herman Makai, warga Kampung Kaptiau, mengatakan bahwa tukar-menukar ini memudahkan mereka dalam menghadapi tantangan yang dihadapi sehari-hari.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Papua dan Bupati Sarmi menyempatkan diri untuk meninjau proses pengolahan kopra di gudang koperasi. Mereka mengapresiasi upaya pengurus dalam mengoptimalkan sistem distribusi, meski masih ada tantangan seperti keterbatasan modal dan infrastruktur. Pihak pemerintah daerah berkomitmen memberikan bantuan dalam bentuk fasilitas teknis serta pelatihan kepada pengurus koperasi agar bisa berkinerja lebih baik.
“Koperasi ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi, masyarakat dapat menghadapi tantangan secara bersama,” pungkas Gubernur Mathius Fakhiri.
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya koperasi sebagai wadah pengembangan ekonomi. Gubernur juga menyampaikan bahwa akan memberikan peringatan kepada pihak terkait mengenai pengiriman copra pada akhir bulan Mei mendatang, sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi dan keteraturan dalam rantai pasok.
Koperasi Yora Mekhande Jaya menggambarkan bagaimana masyarakat pedesaan bisa bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang mandiri. Dengan menghadapi tantangan secara langsung, mereka membentuk sistem yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga memasuki pasar ekspor. Proyek ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis komunitas, yang diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan warga sekaligus menjaga ketersediaan komoditas lokal.
