Main Agenda: Rekayasa di Program Studi dan Kirab Milangkala
Penggunaan Istilah Rekayasa dalam Pendidikan Tinggi
Main Agenda yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menandai langkah strategis dalam penyempurnaan nama-nama program studi. Dalam Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025, istilah “rekayasa” diadopsi sebagai pengganti “teknik” dalam beberapa jalur pendidikan akademik dan profesional. Keputusan ini diharapkan meningkatkan konsistensi dengan istilah internasional “engineering” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang lebih tepat dalam konteks pendidikan modern. Penggunaan kata “rekayasa” juga dilihat sebagai upaya memperkuat identitas program studi dalam ranah teknologi dan inovasi.
Terlepas dari nama program studi, Main Agenda juga mencakup perayaan Kirab Milangkala, yang merupakan tradisi budaya Tatar Sunda. Acara ini digelar dari 2–18 Mei 2026 di sembilan kabupaten/kota, dan sejumlah kekhawatiran muncul mengenai kesesuaian durasi 16 hari dengan sejarah. Meski demikian, Main Agenda memberikan ruang untuk memperkenalkan perayaan ini sebagai simbol kebanggaan budaya, meski perlu evaluasi lebih lanjut.
Kemajuan dan Kritik dalam Aktivitas Main Agenda
Peluncuran Main Agenda mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak, terutama dalam bidang pendidikan dan sosial. Contohnya, Kementerian Sosial berperan aktif dalam pemulihan korban pelecehan seksual di Ponpes Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Menteri Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Main Agenda menjadi wadah integrasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung perlindungan, rehabilitasi, serta pemberdayaan korban. Dukungan ini juga diperkuat oleh berbagai inisiatif seperti program kampung darurat di Gaza, yang menjadi bagian dari Main Agenda dalam membantu masyarakat membutuhkan.
“Main Agenda menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan tinggi sekaligus memperhatikan kebutuhan masyarakat,” ujar Sodik Mudjahid, Ketua Baznas RI, dalam wawancara terkait program Kampung Cahaya Zakat di Deir Al-Balah, Gaza.
Di sisi lain, Main Agenda juga ditemukan dalam berbagai kritik terhadap perayaan Kirab Milangkala. Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah, mengungkapkan ketidaksesuaian antara acara tersebut dengan sejarah Tatar Sunda. Menurutnya, durasi 16 hari dalam Kirab Milangkala dinilai tidak jelas alur sejarahnya, meskipun acara ini masih menjadi momen penting untuk memperkenalkan budaya lokal.
“Main Agenda perlu mencerminkan akurasi sejarah dan relevansi sosial, bukan sekadar simbol,” tegas Maulana Yusuf dalam kesempatan wawancara, yang ditemani oleh pihak Pemprov Jabar.
Peran Main Agenda dalam Pemulihan Sosial
Main Agenda menunjukkan peran aktif pemerintah dalam berbagai isu sosial. Selain mendukung pendidikan, Main Agenda juga menjadi platform untuk memperkuat kegiatan bantuan dan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak. Contohnya, dalam kasus pendaki Endang Subarna yang meninggal di Gunung Rinjani, Main Agenda mencakup upaya penanggulangan darurat dan koordinasi antara Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan pihak terkait. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keselamatan pendaki dan mempercepat proses evakuasi.
“Main Agenda mencerminkan sikap responsif dan kolaboratif pemerintah dalam menghadapi berbagai situasi krisis,” ujar Budy Kurniawan, Kepala Balai TNGR NTB, saat menjelaskan operasi penyelamatan.
Pengembangan Main Agenda di Era Digital
Program Main Agenda juga menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Dengan penggunaan istilah “rekayasa” dalam program studi, Main Agenda bertujuan menciptakan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan inovasi masa depan. Selain itu, Main Agenda mendorong penggunaan platform digital untuk mempercepat distribusi informasi dan penyebaran nilai-nilai pendidikan tinggi. Inisiatif ini diharapkan memperkuat keterlibatan masyarakat, baik dalam kegiatan akademik maupun budaya.
“Main Agenda berupaya menyelaraskan pendidikan dengan dinamika global, termasuk kemajuan teknologi,” imbuh Menteri Saifullah Yusuf, yang juga memimpin program sosial dalam rangkaian kegiatan Main Agenda.
Relevansi Main Agenda di Berbagai Sektor
Main Agenda memperlihatkan kesatuan antara berbagai sektor dalam kebijakan pemerintah. Dalam bidang pendidikan, Main Agenda memper
