Bisnis

KAI perkuat angkutan logistik berbasis rel tekan biaya distribusi

KAI Tingkatkan Kapasitas Angkutan Logistik Berbasis Rel untuk Optimalkan Efisiensi Distribusi

KAI perkuat angkutan logistik berbasis rel tekan biaya distribusi nasional. Dalam upayanya memperkuat sistem rantai pasok, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah strategis dengan meningkatkan kapasitas angkutan barang melalui penggunaan moda transportasi rel. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah mengurangi biaya logistik, yang saat ini masih mencapai 15–20 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga lebih kompetitif dibandingkan standar internasional yang berkisar antara 7–8 persen.

Peningkatan Efisiensi Biaya Melalui Perbaikan Infrastruktur dan Teknologi

Dengan mendorong angkutan logistik berbasis rel, KAI bertujuan mengoptimalkan proses distribusi barang. Anne Purba, Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI, menegaskan bahwa penggunaan kereta api memiliki keunggulan dalam hal kapasitas transportasi besar, pengaturan jadwal yang terukur, serta pengurangan hambatan yang terjadi di jalan raya. “Dengan biaya produksi industri yang lebih rendah, industri akan lebih kompetitif di pasar internasional,” tambah Anne.

Penurunan biaya distribusi menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. KAI mengambil langkah konkret dengan memperkuat infrastruktur rel dan menerapkan teknologi canggih untuk mempercepat proses pengiriman barang. Ini termasuk penggunaan kereta api yang lebih efisien, baik dalam hal waktu maupun biaya operasional, sehingga mampu menekan angka biaya logistik secara signifikan.

Kenaikan Volume Angkutan Logistik Berbasis Rel di Tahun 2026

Dalam Januari hingga April 2026, volume angkutan logistik berbasis rel KAI mencapai 82.129 ton, naik 4,86 persen dari 78.323 ton di periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Januari–April 2024 sebesar 66.654 ton, kenaikan mencapai 23,22 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya kebutuhan pasar yang semakin tinggi terhadap layanan distribusi melalui kereta api.

Dalam bulan April 2026 saja, volume angkutan logistik berbasis rel mencapai 21.844 ton, naik 22,87 persen dari 17.778 ton di April 2025. Anne menyoroti bahwa peningkatan ini mencerminkan peningkatan kebutuhan pelaku usaha untuk layanan distribusi

Leave a Comment