Bisnis

Special Plan: Bandara Internasional Minangkabau biayai Rp553 miliar dongkrak layanan

Special Plan: Bandara Minangkabau Revitalisasi Rp553 Miliar untuk Tingkatkan Layanan

Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan penumpang, Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat, kini mendapatkan dana sebesar Rp553 miliar. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki infrastruktur, mengembangkan fasilitas modern, serta memperkuat identitas budaya Sumatra Barat sebagai destinasi utama wisatawan. Proyek ini, yang diinisiasi oleh General Manager Bandara Internasional Minangkabau Dony Subardono, telah masuk dalam anggaran adendum delapan, namun masih dalam tahap pengawasan oleh Kejaksaan. Tujuan utamanya adalah menjadikan bandara ini sebagai pusat kegiatan yang lebih efisien dan representatif.

Detail Anggaran dan Strategi Revitalisasi

Dony Subardono menjelaskan, dari total dana Rp553 miliar, sekitar Rp140 miliar dialokasikan untuk penataan terminal, sementara sisanya digunakan untuk proyek-proyek lain seperti peremajaan fasilitas umum dan penguatan sistem operasional. “Dana Rp140 miliar terutama untuk Special Plan beautifikasi terminal,” terangnya. Ia menegaskan bahwa keempat aspek utama dalam revitalisasi bandara akan diprioritaskan secara bertahap untuk memastikan progres yang optimal.

“Dengan Special Plan ini, kami ingin menciptakan pengalaman perjalanan yang lengkap bagi penumpang, termasuk wisatawan yang mengunjungi Sumatra Barat,” kata Dony.

Proses penataan terminal akan mencakup pembaruan estetika interior, peningkatan area komersial, serta fasilitas di dalam terminal yang sesuai standar global. Selain itu, proyek ini juga memperhatikan aspek aksesibilitas disabilitas dan keamanan lingkungan.

Empat Aspek Revitalisasi Bandara Minangkabau

Revitalisasi bandara yang dijalankan dalam kerangka Special Plan meliputi empat fokus utama. Pertama, integrasi arsitektur modern dengan motif tradisional Minangkabau seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung. Kedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan melalui peremajaan area tunggu, optimisasi suasana, serta perbaikan toilet yang ramah dan lengkap. Ketiga, penataan alur penumpang dengan mengubah tata letak area check-in dan komersial agar lebih efisien dan tidak mengganggu alur lalu lintas. Keempat, penambahan ruang hijau strategis di terminal untuk menciptakan suasana asri dan menenangkan.

Special Plan juga menargetkan perbaikan infrastruktur udara dan peningkatan layanan bagi pengguna jasa. Dony menyebutkan bahwa pengembangan ini akan mencakup penambahan ruang parkir, peningkatan kapasitas apron, serta peningkatan sistem keamanan dan komunikasi. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menarik investasi dan meningkatkan aksesibilitas bagi destinasi pariwisata lain di Sumatra Barat.

Customer Experience Berbasis Lima Panca Indra

Dalam Special Plan revitalisasi, pihak manajemen mengintegrasikan konsep customer experience berbasis lima panca indra. “Kami ingin menciptakan pengalaman yang menyeluruh, mulai dari visual, sentuhan, suara, rasa, hingga aroma,” jelas Dony. Visual akan diperkuat melalui dekorasi yang mencerminkan kekayaan budaya Minangkabau. Sentuhan akan diberikan melalui penampilan pakaian adat dalam acara tertentu, suara melalui musik daerah, rasa melalui kuliner Sumbar, dan aroma menggunakan wewangian khusus yang menenangkan.

Manajemen bandara memastikan seluruh tahapan revitalisasi diatur secara ketat agar tidak mengganggu operasional sehari-hari. Area kerja fisik disekat rapi, dan pengerjaan berat dilakukan pada jam sepi atau malam hari. Beberapa perubahan alur dan pengerjaan mungkin menimbulkan ketidaknyamanan sementara, tetapi tahap awal Special Plan diharapkan selesai pada awal Kuartal III/2026, sementara keseluruhan proyek akan rampung pada Kuartal IV/2026.

Manfaat dan Dukungan untuk Sektor Pariwisata

Dony Subardono menegaskan bahwa Special Plan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan pariwisata dan ekonomi wilayah. “Setelah revitalisasi, Bandara Internasional Minangkabau akan menjadi wajah baru Sumatra Barat yang lebih modern dan ramah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan bagi penumpang, tetapi juga menarik lebih banyak wisatawan domestik dan internasional.

Manajemen bandara juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha lokal dan komunitas, untuk memastikan Special Plan ini sesuai kebutuhan masyarakat. Dukungan pemerintah daerah dan pengelola kawasan pariwisata akan menjadi faktor kunci keberhasilan proyek revitalisasi ini. Dony menyebutkan, proyek ini akan menjadi contoh nyata bagaimana Special Plan dapat mengubah wajah fasilitas publik menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Comment