Politik

Komisi VII: Pelibatan warga lokal wujudkan pariwisata berkelanjutan

Komisi VII: Pelibatan Warga Lokal Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Komisi VII – Jakarta – Dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menegaskan bahwa pariwisata berkelanjutan memerlukan partisipasi aktif warga setempat. Ia menekankan bahwa pengelolaan destinasi wisata yang seimbang antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan jangka panjang hanya mungkin tercapai jika masyarakat lokal terlibat langsung.

Pelibatan Warga Lokal dalam Pengelolaan Wisata

Menurut Chusnunia, komunitas lokal memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang kerja. Selain itu, peran mereka juga membantu memperkuat usaha kecil menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif, sekaligus menjaga kearifan lokal bangsa.

“Dengan melibatkan warga lokal, pengembangan pariwisata bergerak menuju konsep sustainable tourism yang menyeimbangkan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Contoh Destinasi yang Sukses

Chusnunia mengungkapkan bahwa banyak destinasi dunia sudah menerapkan model ini, termasuk di Indonesia. Contohnya adalah Desa Penglipuran di Bali, Hakuba di Jepang, dan Trang An di Vietnam. “Konsep ini memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan desa wisata atau ekowisata, di mana warga lokal menjadi penyedia layanan, pemandu, dan pelaku pelestarian budaya,” tambahnya.

“Di sinilah letak pentingnya pemberdayaan komunitas lokal, di mana mereka tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga subjek perubahan,” katanya.

Pertemuan Semangat Kewirausahaan dan Pariwisata Berkelanjutan

Dia juga menyoroti bahwa pariwisata berkelanjutan bisa diintegrasikan dengan prinsip usaha kreatif berbasis komunitas. “Sustinable tourism dan community-based social enterprises dapat menghubungkan semangat kewirausahaan dengan prinsip pariwisata yang ramah lingkungan,” ujarnya.

“Di sinilah letak pentingnya pemberdayaan komunitas lokal, di mana mereka tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga subjek perubahan,” katanya.

Chusnunia menegaskan bahwa keunikan destinasi, partisipasi masyarakat, dan konsep pariwisata berkelanjutan bisa menjawab pergeseran preferensi wisatawan yang kini lebih mengutamakan kualitas lingkungan. Ia menekankan perlu sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pengelola, serta semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan pariwisata yang berdaya saing global.

“Sinergitas semua pihak menjadi kunci dalam mendorong pengembangan destinasi lokal maupun heritage berkualitas,” ujarnya.

Leave a Comment