ASDP Ketapang Tambah Kapal Perbantuan Jelang Libur Idul Adha
Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan untuk meningkatkan kapasitas transportasi dan memastikan kelancaran perjalanan selama libur Idul Adha, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan penambahan kapal perbantuan di Pelabuhan Ketapang. Langkah ini bertujuan menjawab antrean kendaraan yang sering terjadi saat musim libur, terutama di jalur utara yang menjadi jalur utama bagi wisatawan dan masyarakat Banyuwangi. Dalam wawancara dengan Antaranews, General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa pengadaan kapal perbantuan menjadi bagian dari Special Plan yang dirancang untuk meminimalkan dampak peningkatan volume penumpang dan kendaraan.
Kapal Perbantuan Dalam Upaya Meningkatkan Ketersediaan Armada
Pengadaan kapal perbantuan bernama KMP Rodhita adalah bagian dari strategi Special Plan yang diterapkan selama masa libur Idul Adha. Kapal ini memiliki ukuran 1.236 GT dan mampu mengangkut hingga 58 unit kendaraan kecil atau sekitar 30 unit kendaraan campuran. Dengan adanya kapal ini, ASDP Ketapang memastikan bahwa pasokan kapal tetap stabil meski ada lonjakan permintaan. Arief Eko menyatakan bahwa KMP Rodhita diperkenalkan untuk menambah kekuatan operasional pelabuhan, khususnya di situasi tinggi seperti saat libur besar. Kapal perbantuan ini juga bertindak sebagai pengamanan jika ada kapal utama yang mengalami gangguan teknis atau delay.
“Kapal perbantuan merupakan komponen penting dalam Special Plan ini, karena memungkinkan ASDP Ketapang menangani kepadatan secara lebih fleksibel,” tutur Arief.
Menurutnya, Special Plan ini tidak hanya fokus pada tambahan armada, tetapi juga pada pengaturan rute dan waktu keberangkatan yang lebih terorganisir. Dengan demikian, perusahaan memastikan bahwa kebutuhan transportasi masyarakat tidak terganggu meski dalam kondisi peak season.
Peningkatan Infrastruktur dan Manajemen Trafik
Selain menambah kapal, ASDP Ketapang juga melakukan beberapa peningkatan infrastruktur dan pengelolaan lalu lintas. Area parkir di Pelabuhan Bulusan, yang sebelumnya hanya mampu menampung sejumlah terbatas, kini diperluas menjadi 400 unit truk logistik. Hal ini memungkinkan pengurangan kemacetan di jalur utama, yang menjadi fokus utama dalam Special Plan ini. Arief Eko menambahkan bahwa personel BKO (Bantuan Khusus Operasional) telah ditempatkan di titik strategis, seperti gerbang pelabuhan dan titik pemeriksaan, untuk mengawasi dan mengarahkan aliran kendaraan secara terus menerus.
Manajemen kepadatan juga dilakukan dengan cara membagi jam operasional kapal menjadi beberapa shift. Peningkatan frekuensi keberangkatan diperkirakan bisa mengurangi antrean sebesar 30% dibandingkan hari biasa. Selain itu, ASDP melakukan pengoptimalan jadwal dengan memprioritaskan keberangkatan kendaraan besar dan logistik, agar kapasitas kapal tidak terbuang percuma. Langkah ini menjadi bagian dari Special Plan yang dirancang untuk memastikan efisiensi dan keamanan selama perjalanan.
Pelaksanaan Special Plan dan Penyesuaian Fasilitas
Dalam rangka menunjang Special Plan selama Idul Adha, ASDP Ketapang juga melakukan penyesuaian fasilitas di pelabuhan. Selain penambahan kapal, perusahaan mengoptimalkan pelayanan di kawasan pelabuhan, termasuk penambahan petugas di area tiket dan penyeberangan. Arief Eko menekankan bahwa perusahaan terus mengawasi kondisi pelayanan, baik dari segi keamanan, kenyamanan, maupun kualitas jasa transportasi. “Kami ingin memastikan bahwa selama libur Idul Adha, para penumpang tidak hanya mendapatkan layanan yang baik, tetapi juga pengalaman yang nyaman,” katanya.
Penyesuaian ini juga mencakup pemanfaatan kapal lain yang biasanya tidak digunakan selama musim normal. Sejumlah kapal tambahan disiapkan untuk menjaga kestabilan arus penyeberangan, terutama di jalur utara yang sangat padat. Dengan Special Plan ini, ASDP berharap bisa mengurangi risiko keterlambatan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Peningkatan kapasitas armada ini juga didukung oleh pihak pemerintah setempat, yang memberikan dukungan logistik dan koordinasi dengan pihak lain untuk memastikan keselarasan rencana.
Manfaat dan Harapan dari Special Plan
Manajer ASDP Ketapang menyatakan bahwa Special Plan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban pelabuhan selama libur Idul Adha, tetapi juga menjadi langkah awal dalam meningkatkan kapasitas transportasi secara jangka panjang. Dengan data permintaan tahun lalu yang menunjukkan peningkatan hingga 45% dibandingkan tahun sebelumnya, perusahaan memperkirakan kebutuhan akan kapal perbantuan akan terus meningkat. “Kami ingin menciptakan sistem transportasi yang lebih adaptif, baik untuk libur besar maupun situasi normal,” imbuh Arief.
Penambahan kapal perbantuan ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal, terutama di sekitar Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Arief menekankan bahwa Special Plan tidak hanya fokus pada aspek operasional, tetapi juga pada dampak sosial dan ekonomi. Dengan menambah armada, ASDP berupaya memastikan aksesibilitas kecil dan menengah, sehingga lebih banyak warga Banyuwangi dapat menikmati layanan ferry yang lebih baik. Ia juga menyebutkan bahwa perusahaan akan terus melakukan evaluasi setelah masa libur Idul Adha untuk memperbaiki sistem dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
