Bisnis

Main Agenda: IFBC 2026 diharap dorong pembukaan lapangan kerja baru

IFBC 2026 diharap dorong pembukaan lapangan kerja baru

Main Agenda – Dalam rangka mendorong penguatan ekonomi nasional, pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 di Bandung menjadi ajang utama yang bertujuan memperluas akses peluang usaha bagi berbagai lapisan masyarakat. Pameran ini, yang menjadi bagian dari Main Agenda kebijakan pemerintah, diharapkan tidak hanya menjadi media promosi, tetapi juga ajang edukasi dan kolaborasi yang memperkuat ekosistem wirausaha di Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengemukakan bahwa Main Agenda IFBC 2026 bertujuan memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat aktif dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) melalui berbagai model bisnis modern. Dengan pengembangan usaha yang lebih masif, peluang kerja baru diharapkan bisa tercipta secara signifikan, seiring peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor ekonomi.

Potensi Bisnis dan Kontribusi Ekonomi

“Bisnis franchise dan konsep wirausaha lainnya memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja serta mengurangi angka pengangguran. Banyak pelaku usaha sukses telah membangun sistem yang menghasilkan ratusan tempat kerja, terutama di sektor kuliner, retail, dan layanan jasa,” kata Dyah saat membuka IFBC 2026 di Sudirman Grand Ballroom, Jumat.

Dyah menambahkan bahwa Main Agenda IFBC 2026 juga bertujuan menjembatani antara calon pengusaha dan pemangku kepentingan lain, seperti pengusaha besar, investor, serta lembaga pendidikan. Dengan dukungan pemerintah dan penyelenggara, pameran ini diharapkan mampu menumbuhkan inovasi bisnis yang selaras dengan kebutuhan pasar. Menurut data terbaru, sektor usaha kecil dan menengah memberikan kontribusi hingga 60 persen terhadap PDB Indonesia, sehingga pengembangannya harus terus didorong melalui kegiatan seperti IFBC 2026.

Pelaku usaha di Indonesia saat ini tengah berupaya menciptakan model bisnis yang lebih inklusif, terutama untuk menjangkau kalangan yang kurang beruntung. Main Agenda IFBC 2026 meliputi diskusi tentang cara mengoptimalkan potensi UKM, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan ekosistem wirausaha yang sehat. Pameran ini juga menawarkan pelatihan praktek langsung, studi banding ke usaha sukses, serta analisis pasar yang dapat membantu calon pengusaha mengambil keputusan yang lebih cerdas.

Peran Kementerian Perdagangan dan Kemitraan Usaha

Kementerian Perdagangan berperan aktif dalam memfasilitasi ekosistem usaha melalui berbagai program dan kebijakan. Salah satu inisiatifnya adalah pengembangan kemitraan antara pengusaha lokal dan nasional untuk memperkuat jaringan serta daya saing. Main Agenda IFBC 2026 dirancang agar menjadi tempat pertemuan antara pelaku usaha dan pihak-pihak yang dapat memberikan dukungan, seperti lembaga keuangan, konsultan bisnis, dan penyedia sumber daya manusia.

Pemimpin delegasi dari Kementerian Perdagangan mengatakan bahwa Main Agenda ini juga fokus pada penguatan kualitas SDM, khususnya dalam aspek keterampilan dan pengembangan bisnis. Dengan melibatkan para pengusaha, pembinaan UKM bisa dilakukan secara lebih efektif, baik melalui pelatihan, maupun pemberdayaan kewirausahaan di daerah-daerah yang kurang terjangkau. Selain itu, pameran ini juga menjadi wadah bagi perusahaan-perusahaan yang ingin memperluas pasar, terutama ke luar negeri, dengan mendapatkan masukan langsung dari pelaku usaha internasional.

Menurut Erwan Setiawan, Wakil Gubernur Jabar, pameran IFBC 2026 menjadi sarana untuk menguatkan hubungan antara sektor swasta dan pemerintah daerah. “Main Agenda ini bukan hanya tentang pengembangan bisnis, tetapi juga mempercepat penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Jawa Barat terus berupaya menciptakan lingkungan usaha yang kondusif, baik melalui kebijakan pemerintah maupun kolaborasi dengan lembaga terkait.

Pelaku usaha di sektor franchise dan bisnis konsep juga berharap IFBC 2026 menjadi platform yang mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil. Sejumlah peserta acara mengungkapkan bahwa Main Agenda ini memberikan ruang untuk berbagi pengalaman, serta mencari mitra strategis yang dapat mendukung pertumbuhan usaha mereka. Dengan peningkatan partisipasi dari berbagai kalangan, pameran ini diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan mengurangi tingkat kemiskinan melalui inisiatif wirausaha yang terorganisir.

Lebih lanjut, IFBC 2026 juga menekankan pentingnya inovasi dalam model bisnis, terutama untuk menyesuaikan dengan dinamika pasar yang terus berubah. Main Agenda pameran ini mencakup presentasi konsep bisnis baru, analisis tren industri, serta diskusi tentang peran teknologi dalam mempercepat pertumbuhan usaha. Dengan berbagai inisiatif tersebut, IFBC 2026 diharapkan tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam ekonomi dan menciptakan peluang kerja yang lebih luas.

Leave a Comment