Khofifah bangga Pecel Jatim tembus tujuh besar salad terbaik dunia
Khofifah bangga Pecel Jatim tembus tujuh – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh pecel khas daerahnya, yang berhasil masuk ke dalam daftar 100 Salad Terbaik Dunia 2026 versi TasteAtlas. Pecel Jatim, yang dianggap sebagai salah satu makanan khas yang menggambarkan keunikan budaya dan warisan kuliner Nusantara, kini menduduki peringkat ketujuh secara global. Ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Jawa Timur untuk terus melestarikan dan mempromosikan hidangan tradisional yang memiliki nilai sejarah dan sosial.
“Pecel adalah makanan yang tidak hanya enak, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup masyarakat Jawa Timur dalam memanfaatkan bahan-bahan alami, sederhana, dan sehat. Ini bukan sekadar makanan, tetapi juga identitas budaya yang layak diakui di tingkat internasional,” ujar Khofifah saat memberikan pernyataan di Surabaya, Sabtu.
Pecel Jatim: Pengakuan Global dan Kekayaan Lokal
Penghargaan TasteAtlas atas pecel Jatim menunjukkan bagaimana kekayaan budaya lokal dapat mencuri perhatian dunia. Salad ini, yang berbahan dasar sayuran segar, kacang tanah yang digoreng, dan bahan-bahan tambahan seperti cabai, gula merah, serta daun jeruk, menjadi bukti bahwa makanan tradisional Indonesia mampu bersaing dengan masakan internasional. Pecel Jatim tidak hanya menggugah selera, tetapi juga mengandung nilai gizi tinggi karena kandungan serat dan vitamin yang berasal dari sayuran, serta kekayaan protein dari tempe atau tahu.
Khofifah menegaskan bahwa pengakuan internasional ini memperkuat usaha pemerintah dalam mempromosikan warisan kuliner Indonesia. “Salad Pecel Jatim adalah contoh bagus bagaimana makanan sederhana bisa menjadi ikon budaya yang berpotensi menginspirasi pengakuan global,” imbuhnya. Prestasi ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk menjelajahi keunikan kuliner Jawa Timur dan memperkenalkannya secara lebih luas.
Pengembangan Pecel Jatim sebagai Makanan Nasional
Pecel Jatim tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga semakin dikenal di luar batas Indonesia. Dalam rangka meningkatkan popularitasnya, Pemprov Jatim berencana memperkuat kerja sama dengan organisasi budaya dan lembaga penyiaran. “Kami ingin menjadikan pecel sebagai makanan nasional yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, terutama sebagai pilihan alternatif untuk makanan sehat dan ekonomi sirkular,” kata Khofifah. Ia menekankan bahwa pecel Jatim bisa menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat pedesaan melalui pariwisata kuliner.
Menurut Khofifah, pecel Jatim memiliki potensi untuk menjadi salah satu makanan khas yang mendunia. “Dari sisi bahan baku, semua berasal dari daerah kita. Ini bisa menjadi pemandu untuk pengembangan ekonomi lokal, sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan,” jelasnya. Ia juga menyoroti bahwa variasi pecel di Jatim, seperti Pecel Madiun, Pecel Tumpang Kediri, dan Pecel Semanggi Surabaya, memiliki ciri khas yang unik dan bisa dipasarkan sebagai produk spesifik daerah.
Khofifah menyebutkan bahwa prestasi ini merupakan momentum untuk membangun kerjasama antar daerah. “Kami ingin mengajak seluruh kabupaten kota di Jatim untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan pecel sebagai makanan representatif daerah,” tegasnya. Ia juga menyoroti peran media dalam menyebarkan informasi tentang pecel Jatim, termasuk bagaimana pengolahan dan penyajian hidangan ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Kemajuan pecel Jatim dalam daftar TasteAtlas menjadi bukti bahwa kekayaan kuliner Indonesia makin diterima oleh dunia. Selain pecel, beberapa masakan tradisional lainnya seperti ketoprak (peringkat 18), gado-gado (peringkat 30), serta rujak cingur, asinan, dan karedok juga masuk dalam kategori salad terbaik. Pengakuan ini diharapkan mendorong promosi lebih masif, termasuk dalam bentuk acara budaya, pameran makanan, atau kerja sama dengan restoran nasional dan internasional.
