PIHPS: Harga Cabai Rawit Rp92.250/kg, Telur Ayam Rp30.500/kg
Special Plan – Jakarta, Rabu (9 Juni 2024) – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang berada di bawah pengelolaan Bank Indonesia, melaporkan bahwa harga beberapa komoditas pangan tercatat naik pada periode terbaru. Data yang dirilis dari PIHPS menunjukkan adanya fluktuasi harga di berbagai kategori produk, termasuk bahan-bahan pokok yang sering digunakan sehari-hari oleh masyarakat.
Fluktuasi Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam
Dalam laporan terbaru, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga. Masa kini, cabai rawit mencapai Rp92.250 per kilogram, meningkat dari level sebelumnya. Selain itu, telur ayam ras juga mencatat kenaikan harga, dengan nilai Rp30.500 per kg. Kenaikan ini dianggap wajar mengingat permintaan yang tinggi di tengah musim tertentu.
Menurut analisis PIHPS, tingkat harga cabai rawit terus bergerak naik seiring dengan ketersediaan pasokan yang terbatas. Faktor-faktor seperti cuaca, produksi lokal, dan kebijakan distribusi berkontribusi signifikan pada perubahan harga ini. Sementara itu, telur ayam ras yang dibutuhkan untuk kebutuhan konsumsi harian juga menunjukkan peningkatan, mungkin karena permintaan dari sektor rumah tangga maupun industri.
Perbandingan Harga Bawang dan Beras
Dalam kategori bahan-bahan pokok lainnya, bawang merah dan bawang putih juga mencatat harga tertentu. Bawang merah dijual dengan harga Rp56.700 per kilogram, sedangkan bawang putih tercatat Rp39.650 per kg. Kedua bahan ini masih menjadi bagian dari pangan strategis yang dipantau secara intensif.
Sementara beras, baik kualitas rendah maupun tinggi, tergolong stabil dalam beberapa minggu terakhir. Beras kualitas bawah I memiliki harga Rp14.800 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II tercatat lebih rendah, sekitar Rp14.750 per kg. Untuk beras medium, kisaran harga berkisar antara Rp16.000 hingga Rp16.250 per kg. Sementara beras super I dan II masing-masing berada di Rp17.150 dan Rp16.850 per kg.
Beras, sebagai bahan pangan utama, tetap menjadi perhatian utama dalam analisis PIHPS. Harga beras kualitas super, yang digunakan untuk kebutuhan keluarga berpenghasilan tinggi, sedikit lebih mahal dibandingkan beras kualitas medium. Namun, perbedaan harga antar kualitas masih tergolong kecil, sehingga tidak menyebabkan kenaikan signifikan untuk konsumen rata-rata.
Perkembangan Harga Daging dan Komoditas Lainnya
Komoditas daging juga menunjukkan variasi harga. Daging ayam ras segar tercatat Rp40.600 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas I mencapai Rp150.750 per kg. Untuk daging sapi kualitas II, harganya sekitar Rp138.250 per kg. Perbedaan harga ini mencerminkan ketersediaan pasokan dan preferensi konsumen.
Menurut PIHPS, daging sapi kualitas I lebih mahal karena memiliki tekstur dan rasa yang lebih baik dibandingkan kualitas II. Harga daging ayam ras yang relatif terjangkau tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat. Selain itu, gula pasir kualitas premium dan lokal juga mencatat harga yang berbeda. Gula pasir premium dijual Rp21.350 per kg, sedangkan gula lokal tercatat Rp19.350 per kg.
Minyak goreng, yang merupakan bahan pangan penting dalam masak, juga mencatat harga yang beragam. Minyak goreng curah terjual dengan harga Rp19.550 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp22.700 per liter. Minyak goreng bermerek II memiliki harga Rp22.550 per liter. Perbedaan ini biasanya disebabkan oleh kemasan dan merek yang memengaruhi nilai tambah produk.
Pemantauan Harga Pangan di Tingkat Eceran
Pemantauan harga pangan di tingkat pedagang eceran tetap menjadi prioritas PIHPS. Dengan data yang dihimpun secara berkala, instansi ini memberikan gambaran jelas mengenai kinerja pasar pangan. Fluktuasi harga juga diharapkan bisa menjadi acuan untuk kebijakan pengendalian inflasi.
Sejumlah indikator harga pangan seperti cabai merah besar dan cabai merah keriting juga tercatat. Cabai merah besar dijual Rp71.750 per kg, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp71.250 per kg. Cabai rawit hijau, yang memiliki rasa pedas khas, tercatat Rp65.300 per kg. Kenaikan harga cabai merah besar mencerminkan permintaan yang stabil, sementara cabai merah keriting masih menawarkan harga yang relatif terjangkau.
Harga komoditas lainnya seperti bawang merah dan putih, serta beras, tetap menjadi fokus PIHPS dalam upayanya memastikan stabilitas harga pangan nasional. Jika dilihat secara keseluruhan, kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabai rawit dan telur ayam terjadi, namun tidak mengganggu ketersediaan bahan pangan untuk masyarakat.
Keterkaitan Harga Pangan dengan Ekonomi
Harga pangan yang dikelola PIHPS menjadi indikator penting dalam melihat kestabilan ekonomi. Tingkat inflasi yang rendah tergantung pada perubahan harga bahan pokok yang bisa diantisipasi dengan baik. Data harga p
