Finansial

New Policy: BRI dan KDEI Taipei perkuat edukasi keuangan bagi WNI di Taiwan

Kemitraan BRI dan KDEI Taipei untuk Meningkatkan Literasi Keuangan WNI di Taiwan

New Policy – Kemitraan antara Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dalam menyukseskan New Policy edukasi keuangan menjadi langkah strategis dalam mendukung masyarakat Indonesia di luar negeri, terutama di Taiwan. Perjanjian kerja sama ini diluncurkan dalam rangka meningkatkan pemahaman finansial Warga Negara Indonesia (WNI) melalui berbagai program yang dirancang secara khusus. Dengan New Policy, BRI Taipei Branch Office dan KDEI Taipei berkomitmen untuk memastikan akses yang lebih mudah dan bermakna bagi WNI dalam pengelolaan keuangan, baik secara langsung maupun melalui pendekatan digital.

Penyelarasan Strategi untuk Meningkatkan Partisipasi Finansial

New Policy yang diterapkan dalam kolaborasi ini mencakup pelatihan keterampilan finansial, seperti manajemen uang pribadi, penggunaan layanan digital banking, dan pengetahuan tentang produk perbankan yang relevan. Farida Thamrin, Direktur Treasury & International Banking BRI, menjelaskan bahwa keberhasilan New Policy bergantung pada sinergi antara BRI dan KDEI Taipei dalam menyediakan sumber daya dan dukungan yang komprehensif. “Kerja sama ini memberikan kesempatan bagi WNI untuk memahami mekanisme keuangan secara lebih mendalam, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam mengelola dana,” tambah Farida, dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/7).

Dalam New Policy ini, BRI dan KDEI Taipei juga fokus pada pengembangan platform digital yang user-friendly dan mudah diakses oleh masyarakat di Taiwan. BRImo Taiwan, platform digital yang diluncurkan pada Maret 2026, menjadi salah satu inisiatif utama dalam mewujudkan New Policy. Platform ini dirancang untuk memudahkan transaksi keuangan, transfer dana, serta akses ke berbagai layanan perbankan secara real-time. “New Policy ini merupakan upaya untuk menjawab tantangan keuangan yang dihadapi WNI di Taiwan, termasuk kebutuhan akses informasi yang cepat dan akurat,” ujar Farida.

Menyasar Berbagai Kalangan WNI di Taiwan

Kebijakan New Policy ini ditujukan untuk melibatkan berbagai kalangan WNI di Taiwan, seperti pekerja migran, pelajar, profesional, serta warga diaspora. Dengan populasi WNI yang terus meningkat, mencapai lebih dari 400 ribu orang pada akhir tahun 2025, kebutuhan akan pendidikan keuangan yang terstruktur menjadi semakin penting. BRI dan KDEI Taipei akan menyelenggarakan sesi pelatihan secara berkala, baik secara online maupun offline, untuk memastikan semua kelompok dapat mengikuti program tersebut.

New Policy yang diumumkan melalui Letter of Intent (LoI) hari ini menjadi titik balik dalam pengembangan layanan keuangan untuk komunitas Indonesia di Taiwan. Ini juga menggambarkan komitmen BRI untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan efektif,” terang Arif Sulistiyo, Kepala KDEI Taipei, dalam wawancara eksklusif.

Kerja sama ini diharapkan meningkatkan partisipasi WNI dalam berbagai transaksi keuangan, termasuk penggunaan kartu kredit, rekening tabungan, serta investasi. New Policy juga melibatkan pengembangan konten edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, seperti panduan pembuatan rekening bank, penggunaan aplikasi mobile banking, dan cara mengelola dana untuk masa pensiun atau pendidikan. Dengan New Policy, BRI dan KDEI Taipei menginginkan WNI tidak hanya mengakses layanan perbankan, tetapi juga memahami manfaat serta risiko yang terkait.

Kehadiran BRI di Taiwan sebagai bank asing pertama yang menyediakan layanan ritel lengkap memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan New Policy. Sejak beroperasi pada tahun 2021, BRI telah menunjukkan kompetensi dalam memenuhi kebutuhan finansial masyarakat lokal dan internasional. “Dengan New Policy, BRI berharap dapat membangun kemitraan lebih kuat dengan KDEI Taipei, sehingga WNI bisa memanfaatkan layanan yang lebih lengkap dan adaptif terhadap kehidupan di Taiwan,” jelas Farida.

Dukungan dari KDEI Taipei dalam New Policy ini juga menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat keberadaan komunitas WNI di luar negeri. Arif Sulistiyo menambahkan bahwa selain edukasi keuangan, program ini juga akan mencakup pelatihan kewirausahaan dan pengelolaan uang di masa pandemi. “New Policy ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun komunitas yang mandiri dan terampil dalam mengelola finansial,” pungkas Arif.

Leave a Comment