Humaniora

New Policy: Baznas dorong kemandirian ekonomi melalui pelatihan mekanik Z-Auto

Baznas Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Pelatihan Mekanik Z-Auto

New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang dicanangkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, pelatihan bidang mekanik Z-Auto menjadi salah satu inisiatif strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Jabodetabek dan bertujuan memberikan pelatihan profesional kepada para peserta agar mampu mengembangkan usaha bengkel secara lebih efektif. Dengan pendekatan sistematis, Baznas mencoba memperkuat kemampuan penerima manfaat dalam memberikan layanan yang lebih akurat dan meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan.

Implementasi New Policy dalam Program Z-Auto

“Program Z-Auto bukan hanya tentang bantuan dana, tetapi juga mengenai peningkatan kompetensi pemeriksaan mesin serta penguatan struktur usaha. Baznas terus menerapkan New Policy dalam berbagai aspek, termasuk pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan teknis,”

jelas Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Baznas, sejak tahun 2021, telah merancang Program Z-Auto yang mencakup 27 provinsi dan 90 kabupaten/kota di Indonesia. Dalam program ini, Baznas memberikan bantuan sebesar Rp600 juta untuk 30 peserta, dengan alokasi Rp20 juta per individu. Bantuan tersebut meliputi peralatan bengkel, branding, modal usaha, serta biaya pelatihan yang bertujuan memperbaiki metode kerja dan teknik diagnostik para peserta.

Manfaat Pelatihan bagi Peserta

Salah satu peserta program, Asep Hepnadi dari Jakarta, menyatakan bahwa pelatihan mekanik Z-Auto membawa perubahan signifikan dalam operasional bengkelnya. “Sebelum mengikuti pelatihan, kami kerap menghadapi keluhan konsumen karena metode pemeriksaan mesin masih bersifat manual. Kesalahan analisis, seperti indikasi sensor CKP yang sebenarnya disebabkan oleh fuel pump, membuat biaya perbaikan meningkat hingga dua kali lipat,” katanya.

Dengan peralatan lebih modern dan teknik diagnosis yang lebih lengkap, Asep menilai kualitas pelayanan bengkel menjadi lebih stabil. “Program ini memberikan keterampilan yang jauh lebih baik, sehingga kami bisa lebih percaya diri dalam menyelesaikan masalah mesin. Ini adalah langkah penting dalam New Policy Baznas untuk menciptakan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.

Baznas menekankan bahwa New Policy juga mencakup aspek pendampingan dan dukungan jangka panjang. Selain menyediakan peralatan, organisasi ini memberikan pelatihan yang dirancang secara sistematis, termasuk pemahaman tentang teknologi terbaru dan metode pemeriksaan yang lebih efisien. Kegiatan pelatihan berlangsung di SMK Nasional Depok, Jawa Barat, pada 7-8 Mei 2026, dan dihadiri oleh sekitar 30 peserta.

Program Z-Auto juga menjadi contoh keberhasilan New Policy Baznas dalam menjembatani kebutuhan ekonomi masyarakat. Dengan bantuan dari para muzaki yang menitipkan zakatnya, peserta program dapat mengembangkan usaha mereka tanpa tergantung sepenuhnya pada bantuan luar. “Berkat bantuan ini, kami bisa mencari nafkah yang lebih stabil untuk keluarga. Semoga New Policy Baznas terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Asep dalam kesempatan yang sama.

Pelatihan mekanik Z-Auto dianggap sebagai bagian dari New Policy yang fokus pada penguatan kapasitas SDM. Baznas menggandeng berbagai mitra untuk memastikan pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap layanan bengkel yang dihasilkan. Program ini juga sejalan dengan visi nasional untuk mendorong kemandirian ekonomi melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.

Leave a Comment