Kemenekraf Fasilitasi Kolaborasi Pengembangan IP Animasi Parenting
Important Visit – Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengembangan intellectual property (IP) animasi yang terkait dengan pola asuh anak. “Kemenekraf siap berperan aktif sebagai pihak yang mendukung kolaborasi antara platform parenting Tentang Anak dengan berbagai pelaku ekonomi kreatif, baik nasional maupun internasional,” jelas Irene dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis. Ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai animasi, terutama dalam mengembangkan ekosistem dan platform yang lebih luas.
Inovasi Digital dalam Edukasi Anak
Platform parenting Tentang Anak telah menciptakan inovasi digital yang konsisten di bidang edutainment. Berdasarkan penjelasan Irene, kementerian ini menyambut baik upaya platform tersebut dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis sains, yang bertujuan untuk memperkaya proses tumbuh kembang anak Indonesia. Pernyataan ini mencerminkan kebutuhan Kemenekraf untuk melibatkan sektor edukasi dalam memperkaya konten kreatif yang bernuansa anak-anak.
“Kami siap membantu Tentang Anak untuk berkolaborasi dengan kampus-kampus atau menyediakan peluang magang, karena kolaborasi sangat dibutuhkan untuk dapat mengangkat nilai suatu animasi dengan memperluas ke ekosistem atau platform lainnya,”
Dalam konteks ini, kolaborasi bukan hanya sekadar pertukaran ide, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam menghasilkan kualitas produk yang mampu bersaing di tingkat global. Irene menyoroti bahwa kolaborasi antara pelaku kreatif dan institusi pendidikan bisa menjadi pilar dalam menumbuhkan ekosistem industri yang lebih solid. Dengan menggandeng kampus atau lembaga pelatihan, Kemenekraf berharap bisa menciptakan ruang bagi kreator muda untuk berkembang serta memperkaya bahan konten yang berbasis sains.
Animasi SANG: Karya yang Mendukung Pertumbuhan Anak
Satu di antara proyek yang telah diembangkan oleh Tentang Anak adalah animasi Sahabat Anak Nyanyi Gembira (SANG), yang memperkenalkan empat karakter utama: Swara, Gema, Nada, dan Aluna. Animasi ini dirancang sejak November 2025 dan bertujuan sebagai alat edukasi sekaligus hiburan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Kemenekraf mengapresiasi upaya ini karena menggabungkan elemen pendidikan dengan kesenian, yang menjadi strategi efektif dalam membangun kebiasaan belajar yang menyenangkan.
Animasi SANG juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai 4C, yaitu Courageous, Curious, Caring, dan Confident. Nilai-nilai ini diintegrasikan ke dalam narasi dan karakteristik animasi untuk memberikan dampak positif pada pola asuh dan keterampilan anak. “Animasi SANG hadir untuk edukasi anak dan hiburan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Harapannya tentu bisa berkembang bersama, semakin mendunia, serta menginspirasi anak-anak di Indonesia dan dunia untuk tumbuh sehat,” kata Mesty Ariotedjo, Direktur dan Founder Tentang Anak.
“Animasi SANG hadir untuk edukasi anak dan hiburan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Harapannya tentu bisa berkembang bersama, semakin mendunia, serta menginspirasi anak-anak di Indonesia dan dunia untuk tumbuh sehat,”
Mesty menjelaskan bahwa pembentukan ekosistem edukasi berbasis sains oleh Tentang Anak tidak hanya dilakukan untuk menjawab kebutuhan lokal, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun konten kreatif yang relevan dengan kebutuhan global. “Sejak awal, Tentang Anak dibangun dengan misi sosial untuk mendukung tumbuh kembang anak Indonesia, yang kemudian berkembang menjadi ekosistem kreatif yang lebih luas,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa audiensi dengan Kemenekraf menjadi peluang untuk mengevaluasi model bisnis yang berkelanjutan, termasuk dalam memperluas jangkauan pasar secara efektif.
Potensi Kolaborasi untuk Masa Depan Industri Kreatif
Kemenekraf menegaskan bahwa animasi edukatif seperti SANG tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan literasi sains dan empati sosial anak-anak. Dengan menggandeng animator, kreator, serta psikolog, Kemenekraf berharap bisa memperkuat kualitas konten yang dihasilkan, sekaligus mengembangkan strategi pemasaran yang lebih luas. “Kolaborasi ini memberikan kesempatan untuk mengubah cara anak mempelajari konsep sains melalui media yang menarik,” ujar Irene.
Di sisi lain, Mesty Ariotedjo menyampaikan bahwa interaksi dengan Kemenekraf membuka wawasan baru mengenai pengelolaan IP animasi. “Kita bisa merancang strategi yang lebih berkelanjutan untuk memastikan karya ini tidak hanya bertahan di masa kini, tetapi juga menjadi aset yang berharga di masa depan,” katanya. Ini menunjukkan bahwa keterlibatan pihak pemerintah memberikan dorongan untuk mengembangkan IP dengan pendekatan yang lebih holistik.
Langkah Strategis Menuju Globalisasi Kreatif
Kolaborasi antara Kemenekraf dan platform parenting seperti Tentang Anak juga diharapkan menjadi langkah strategis untuk mengglobalisasi produk kreatif Indonesia. Dalam konteks global, animasi dengan nilai 4C bisa menjadi titik masuk untuk memperkenalkan budaya lokal ke panggung internasional. “Kami percaya bahwa ekosistem kreatif yang didukung pemerintah akan menciptakan peluang baru bagi kreator Indonesia, terutama dalam membangun konten yang menjangkau audiens internasional,” lanjut Irene.
Di samping itu, Kemenekraf juga berencana untuk memberikan pelatihan tekn
