Polisi: 80 Persen Area Lantai 4 Rumah Anggota BPK di Simatupang Ludes Terbakar
What Happened During – Jakarta, Jumat – Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen bagian lantai empat rumah almarhum anggota keempat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Haerul Saleh, di Jalan Teratai VI No 7, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, telah ludes terbakar. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan, lokasi kebakaran berada di area ruang kerja sang anggota BPK. “Sementara 80-an persen lah ya di atas, ruang kerja beliau ya,” jelas Yuni kepada wartawan di tempat kejadian perkara, Jakarta, Jumat.
Perkembangan Api di Lokasi
Kapolres menjelaskan bahwa api yang membara hanya menimpa lantai empat bangunan tersebut, tanpa merambat ke lantai di bawahnya. “Satu lantai ruang kerja di lantai 4 saja,” tambahnya. Pemadaman kebakaran berlangsung cukup cepat, meski petugas masih menemukan titik-titik api di dalam ruangan saat melakukan penanganan. “Petugas Damkar datang masih ada api,” ucap Yuni, menunjukkan bahwa api belum sepenuhnya padam ketika tim penyelamat tiba di lokasi.
Dalam upaya mengendalikan situasi, Mabes Polri mengirimkan Tim Laboratorium Forensik serta Tim Inafis Polri untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim tersebut diterjunkan setelah kebakaran yang menewaskan anggota IV BPK tersebut terjadi sejak pukul 12.30 WIB. Pada waktu yang sama, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan (Gulkarmat Jaksel) turut dikerahkan dengan jumlah personel mencapai 48 orang dan 12 unit kendaraan.
Tindakan Tim Penyelamat
Proses pemadaman dimulai pada pukul 08.07 WIB dan berakhir sekitar 08.46 WIB. Selama operasi, petugas dari Gulkarmat Jaksel terus berupaya untuk memastikan api tidak menyebar ke bagian lain bangunan. Meski area lantai empat menjadi fokus utama, Yuni mengatakan bahwa keberadaan api di dalam ruangan masih terdeteksi hingga akhir operasi. “Sebagian area ruang kerja masih menyisakan api, meski sudah terkendali,” kata dia.
Menurut Yuni, lokasi kebakaran berada di Jalan Teratai VI No 07, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Alamat tersebut sebelumnya juga dikenal sebagai Jalan TB Simatupang No 3, RT03/RW02, Tanjung Barat, Jagakarsa. Di sini, petugas menyebutkan bahwa api menyebar cepat namun tidak merusak area lantai di bawah. “Lantai tiga dan dua tidak terkena api, hanya lantai empat saja,” ujar Yuni.
Pada hari kejadian, yaitu Jumat, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa lain selain Haerul Saleh. Pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan sisa-sisa benda dari ruang kerja, meski sebagian besar bangunan di lantai empat hancur akibat api. “Ruangan kerja beliau sudah tidak bisa digunakan lagi,” imbuh Yuni.
Dalam proses evakuasi, petugas juga mengungkapkan bahwa api terus berkobar hingga sekitar 15 menit setelah tiba di lokasi. Meski demikian, tidak ada laporan tentang kerusakan pada bagian lantai di bawah. “Api hanya berkonsentrasi di lantai empat, tidak ada yang melibatkan lantai lainnya,” ujarnya. Selain itu, tim penyelamat menegaskan bahwa kebakaran tidak menyebabkan kerusakan pada bagian atap atau lantai dua, yang menjadikan lantai empat sebagai lokasi utama kejadian.
Deteksi Kebakaran dan Respon Awal
Menurut laporan, kebakaran terjadi pada pukul 12.30 WIB. Pemadam kebakaran langsung dikerahkan setelah menerima informasi dari warga sekitar. Petugas yang tiba di lokasi menemukan bahwa api sudah menyapu sebagian besar lantai empat rumah. “Petugas Damkar datang, dan mereka langsung melibatkan diri untuk memadamkan api,” kata Yuni.
Selama proses pemadaman, tim penyelamat memeriksa kondisi bangunan dan memastikan tidak ada ancaman dari api ke bagian lain. Yuni menjelaskan bahwa meski api sudah dipadamkan, kondisi ruang kerja masih cukup memprihatinkan. “Saat ini, masih terdapat sisa-sisa asap di dalam ruangan, meski sudah mulai membaik,” ujar dia. Pihak kepolisian juga memperkirakan bahwa luas area yang terbakar mencapai 5×10 meter persegi.
Dalam situasi darurat tersebut, tim penyelamat terus bekerja hingga api benar-benar padam. Yuni menuturkan bahwa operasi pemadaman berlangsung tanpa hambatan besar, berkat koordinasi yang baik antara petugas pemadam dan pihak kepolisian. “Sudah terkendali, tapi kita tetap mengawasi perkembangan selanjutnya,” tambah Yuni.
Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, petugas medis mengambil alih penanganan korban. Seorang pria bernama Khaerul Soleh (49 tahun) yang ditemukan dalam kondisi kritis akhirnya dibawa ke RSUD Pasar Minggu menggunakan ambulans. Pihak kepolisian masih menunggu hasil investigasi untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut.
Penyelidikan dan Analisis Kerugian
Kepolisian menyatakan bahwa saat ini sedang melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran. “Kita masih mengumpulkan data dari area yang terbakar,” jelas Yuni. Dengan luas 5×10 meter persegi, petugas menyebutkan bahwa kerugian material tergantung pada hasil olah TKP. “Kerugian bisa berkisar antara ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung dari jenis benda yang terbakar,” tambahnya.
Yuni juga mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut menimpa bangunan yang memiliki struktur cukup kuat. Meski demikian, area lantai empat yang menjadi fokus utama kejadian tet
