Aceh Barat salurkan Rp6 miliar perbaiki 1.308 ha sawah
Table of Contents
Program Rehabilitasi Lahan Sawah di Aceh Barat Berjalan Cepat
Beritaturah.com – Aceh Barat salurkan Rp6 miliar perbaiki 1.308 hektare sawah yang rusak akibat bencana banjir bandang. Meulaboh — Kabupaten Aceh Barat terus melakukan upaya pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana alam. Hingga saat ini, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat telah menyalurkan dana swakelola kepada berbagai kelompok tani di wilayah tersebut. Program rehabilitasi ini bertujuan memulihkan sekitar 1.308 hektare sawah yang rusak akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp6 miliar, pemerintah daerah Aceh Barat berharap dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. Dana tersebut digunakan untuk berbagai pekerjaan fisik seperti pipanisasi, normalisasi saluran, hingga peningkatan saluran drainase atau saluran air persawahan. Program ini menjadi langkah strategis dalam memastikan ketahanan pangan di wilayah pesisir barat Aceh.
Optimalisasi Melalui Mekanisme Swakelola
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, Hendra Marsigi, menjelaskan bahwa penyaluran dana ini merupakan langkah strategis. Tujuannya adalah mempercepat pelaksanaan program optimalisasi lahan terdampak bencana agar kembali produktif dan siap untuk musim tanam berikutnya.
“Pekerjaannya macam-macam, mulai dari pipanisasi, normalisasi saluran, hingga peningkatan saluran drainase atau saluran air persawahan,” kata Hendra Marsigi saat ditemui di kantornya, Meulaboh.
Pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan akan diserahkan langsung kepada kelompok tani dengan menggunakan mekanisme swakelola tipe IV. Anggaran yang telah disalurkan bersumber dari pemerintah dan langsung ditransfer ke rekening masing-masing kelompok tani. Dengan demikian, petani sendiri yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Jangkauan dan Target Penyelesaian
Program optimalisasi lahan ini menyasar sebanyak 96 kelompok tani yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Barat. Wilayah yang dituju meliputi Kecamatan Kaway XVI, Pante Ceureumen, Arongan Lambalek, Bubon, Woyla, Woyla Barat, dan Woyla Timur. Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, pengembangannya akan dimasukkan ke dalam program rehabilitasi lahan terpisah yang memiliki jadwal pelaksanaan berbeda.
Hendra menyatakan bahwa pihaknya menargetkan seluruh proses konstruksi dan pengerjaan fisik dapat rampung pada akhir September atau awal Oktober mendatang. Percepatan konstruksi dilakukan dengan harapan proyek bisa tuntas tepat waktu sebelum musim tanam rendeng dimulai. Hal ini penting untuk memastikan petani tidak kehilangan waktu produktif dalam bercocok tanam.
“Kita lakukan percepatan konstruksi dengan harapan bisa tuntas di September atau awal Oktober. Sebab, pada awal Oktober aktivitas musim tanam rendeng sudah mulai berjalan kembali,” pungkas Hendra.
Dampak Positif bagi Masyarakat Petani
Program rehabilitasi sawah di Aceh Barat ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat petani. Dengan adanya perbaikan saluran irigasi dan drainase, petani dapat mengoptimalkan hasil panen mereka. Selain itu, mekanisme swakelola juga memberikan kesempatan bagi petani untuk meningkatkan keterampilan teknis dalam pengelolaan lahan pertanian.
Anggaran Rp6 miliar yang disalurkan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ketahanan pangan di Aceh Barat. Program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dapat merespons bencana dengan cepat dan efektif melalui pendekatan yang melibatkan langsung masyarakat setempat.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Rehabilitasi Sawah
Berapa total anggaran yang disalurkan untuk rehabilitasi sawah di Aceh Barat? Total anggaran yang disalurkan sebesar Rp6 miliar untuk memperbaiki 1.308 hektare sawah yang rusak.
Berapa banyak kelompok tani yang terlibat dalam program ini? Sebanyak 96 kelompok tani tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Barat.
Kapan target penyelesaian program ini? Program ditargetkan selesai pada akhir September atau awal Oktober 2025.
Apa saja pekerjaan fisik yang dilakukan dalam program ini? Pekerjaan meliputi pipanisasi, normalisasi saluran, dan peningkatan saluran drainase persawahan.
Bagaimana mekanisme penyaluran dana kepada petani? Dana disalurkan melalui mekanisme swakelola tipe IV dengan transfer langsung ke rekening masing-masing kelompok tani.
