Anggota DPR dorong singkong pengganti gandum demi perkuat swasembada
Table of Contents
Anggota DPR Dorong Singkong Sebagai Pengganti Gandum untuk Swasembada Pangan
Beritaturah.com – Anggota DPR dorong singkong pengganti gandum dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, secara resmi mengusulkan pemanfaatan singkong sebagai alternatif strategis pengganti gandum. Langkah inovatif ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum sekaligus memperkuat swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.
Usulan penting tersebut disampaikan seusai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta pada hari Jumat. Firman menekankan bahwa pengembangan komoditas lokal memiliki potensi besar untuk menggantikan bahan baku impor yang selama ini masih mendominasi industri pangan Indonesia.
Delapan Komoditas Pangan dan Kebijakan Harga Pemerintah
Menurut anggota DPR tersebut, Indonesia perlu memperkuat keberlanjutan swasembada delapan komoditas pangan melalui pengembangan komoditas lokal yang lebih optimal. Ia mengusulkan penetapan harga pemerintah untuk singkong, mirip dengan skema yang telah diterapkan pada beras untuk memberikan kepastian usaha bagi petani.
Supaya terjadi sustainable pada swasembada dari delapan komoditi, hendaknya dari delapan komoditi termasuk singkong itu ditetapkan harga pemerintah saja seperti seperti beras. Kemudian inovasi terhadap masalah bahan baku impor seperti gandum, itu kan bisa diganti dengan sorgum, kata Firman.
Skema harga ini dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah karena tidak seluruh provinsi di Indonesia menjadi sentra produksi singkong. Koordinasi antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri telah mulai membahas kebijakan tersebut sebagai langkah memperkuat tata kelola komoditas.
Singkong dan Sorgum: Alternatif Gandum yang Potensial
Firman menjelaskan bahwa singkong dapat menjadi alternatif strategis sebagai pengganti gandum dalam berbagai produk pangan. Komoditas ini berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai produk, termasuk mie dan aneka makanan olahan lainnya yang selama ini mengandalkan gandum impor.
Selain singkong, sorgum juga layak dikembangkan sebagai bahan baku pengganti gandum. Hal ini akan memberikan Indonesia lebih banyak pilihan komoditas lokal untuk mendukung industri pangan nasional yang lebih mandiri.
Padahal sorgum itu di mana-mana bisa untuk mengganti bahan baku untuk mie dan kemudian untuk kue dan sebagainya. Bahkan di China, singkong sudah dipakai untuk pengganti bahan mie, ujarnya.
Manfaat Ekonomi dan Koordinasi Pemerintah
Peningkatan pemanfaatan singkong dan sorgum dinilai akan membantu menghemat devisa negara secara signifikan. Hal ini karena dapat menekan kebutuhan impor gandum yang selama ini masih cukup tinggi, mencapai sekitar 2 juta ton per tahun.
Kalau itu dilakukan maka penghematan devisa itu akan cukup besar. Karena kita sekarang ini untuk gandum itu kan impornya sampai 2 juta ton kalau enggak salah per tahun, tuturnya.
Untuk mendukung pengembangan singkong, Firman mengusulkan penetapan harga pemerintah agar petani memperoleh kepastian usaha sekaligus terdorong meningkatkan produksi secara berkelanjutan. Firman juga mendorong penyempurnaan aturan mengenai rafaksi singkong agar penilaian hasil panen berlangsung lebih adil.
Capaian Swasembada dan Target Masa Depan
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia sudah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam kurun satu tahun terakhir. Delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, gula industri, bawang putih, daging sapi, daging kerbau, dan kedelai.
Namun, Prabowo mengakui masih terdapat sejumlah komoditas yang belum sepenuhnya mencapai swasembada. Salah satunya bawang putih yang ditargetkan dapat dipenuhi secara mandiri dalam tiga tahun ke depan.
Kita masih belum swasembada bawang putih, kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawang putih, kata Prabowo dalam pidatonya.
Selain bawang putih, Prabowo menyebut Indonesia masih belum mencapai swasembada daging sapi dan daging kerbau. Meski demikian, dia menilai kebutuhan protein masyarakat secara umum telah dapat dipenuhi dari ikan, telur, dan daging ayam.
Firman berharap penguatan kebijakan singkong mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan.
FAQ: Singkong sebagai Pengganti Gandum
Apa saja produk pangan yang bisa menggunakan singkong sebagai pengganti gandum? Singkong dapat digunakan untuk berbagai produk pangan termasuk mie, kue, dan makanan olahan lainnya yang selama ini mengandalkan gandum.
Berapa ton gandum yang diimpor Indonesia setiap tahunnya? Indonesia mengimpor sekitar 2 juta ton gandum per tahun untuk memenuhi kebutuhan industri pangan nasional.
Komoditas apa saja yang sudah mencapai swasembada di Indonesia? Delapan komoditas yang sudah mencapai swasembada adalah beras, jagung, gula konsumsi, gula industri, bawang putih, daging sapi, daging kerbau, dan kedelai.
Apakah ada kebijakan harga untuk singkong seperti beras? Ya, anggota DPR mengusulkan penetapan harga pemerintah untuk singkong mirip dengan skema yang diterapkan pada beras untuk memberikan kepastian usaha bagi petani.
