Contraflow Kembali Diberlakukan di KM 23 Tol Jakarta-Cikampek
Bekasi – Pembaruan Skema Rekayasa Lalu Lintas di Area Ruas Jalan Tol
Contraflow kembali diberlakukan di Km 23 Tol – Pengelolaan lalu lintas di sekitar KM 23 hingga KM 28 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek kembali diubah melalui penerapan skema contraflow. Keputusan ini diambil secara spontan oleh petugas Kepolisian berdasarkan kondisi meningkatnya volume kendaraan yang melintas di jalan tol tersebut. Dalam pernyataannya, Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa, mengungkapkan dukungan terhadap kebijakan yang diambil oleh pihak kepolisian. “Kami mengapresiasi langkah yang diambil oleh Kepolisian untuk kembali menerapkan skema contraflow sejak pukul 06.42 WIB,” jelasnya saat memberikan keterangan di Bekasi, Rabu.
Menurut Ria, penggunaan contraflow bertujuan untuk mengoptimalkan alur kendaraan, terutama selama kondisi lalu lintas yang memadat. “Skema ini berlaku secara situasional, diatur sesuai kebutuhan berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” ucapnya. Ia juga menyebutkan bahwa pemberlakuan contraflow dilakukan sebagai bentuk upaya mengatasi kepadatan yang terjadi akibat aktivitas pemeliharaan jalan yang masih berlangsung di Ruas Tol Jakarta-Cikampek. “Dengan konfigurasi ini, kita bisa memastikan arus lalu lintas tetap terjaga meskipun volume kendaraan terus meningkat,” tambahnya.
Contraflow sendiri adalah metode penataan lalu lintas yang mengubah arah beberapa lajur jalan untuk mengalirkan kendaraan secara lebih efisien. Di KM 23 hingga KM 28, jalan tol yang biasanya digunakan untuk arah Jakarta ke Cikampek kini diarahkan kembali ke sisi yang sebelumnya tidak aktif. “Sesuai arahan Kepolisian, konfigurasi ini diterapkan untuk mengurangi hambatan dan mempercepat pergerakan kendaraan di titik tersebut,” ujarnya. Pihak Jasamarga Transjawa mengatakan bahwa skema contraflow akan terus diawasi dan disesuaikan jika diperlukan.
“Pemberlakuan kontraflow ini terutama fokus pada area pekerjaan pemeliharaan yang sedang berlangsung. Dengan cara ini, kepadatan di sekitar KM 23 hingga KM 28 dapat diatasi secara lebih baik,” tutur Ria Marlinda Paallo.
Sebagai penjelasan tambahan, Ria menjelaskan bahwa konfigurasi contraflow di beberapa titik jalan tol bukan hanya untuk mengatasi peningkatan volume kendaraan, tetapi juga untuk menghindari kemacetan yang bisa terjadi karena adanya pekerjaan di jalur utama. “Kami yakin skema ini akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran transportasi sepanjang jaringan Tol Jakarta-Cikampek,” katanya. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kepolisian guna memastikan kebijakan ini berjalan sesuai ekspektasi.
Sebagai bentuk kepedulian, PT Jasamarga Transjawa juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat perubahan arah lalu lintas tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna jalan yang bersabar dan mengerti kondisi yang sedang dihadapi,” kata Ria. Ia mengingatkan bahwa kontraflow akan berlangsung hingga kondisi lalu lintas kembali normal. “Jadi, mohon agar pengguna jalan tetap memperhatikan arahan petugas dan selalu mematuhi rambu-rambu di sepanjang jalur tol,” imbuhnya.
Pihak Jasamarga Transjawa juga memberikan panduan tambahan kepada para pengguna jalan untuk meminimalkan hambatan selama perjalanan. “Pengguna jalan disarankan untuk merencanakan waktu tempuh secara matang, memastikan kendaraan dalam kondisi baik, serta memenuhi saldo uang elektronik sebelum memasuki jalur tol,” jelasnya. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi risiko kendala teknis saat mengemudi, terutama di area yang sedang diubah arahnya.
Untuk mendapatkan informasi terkini terkait perubahan skema lalu lintas atau permintaan bantuan, pengguna jalan dapat menghubungi pusat panggilan 133 atau mengunduh aplikasi Travoy. “Aplikasi Travoy menyediakan layanan informasi real-time, serta fitur pengingat saldo dan perubahan jalur,” kata Ria. Ia berharap pengguna jalan dapat memanfaatkan media ini untuk memastikan perjalanan tetap aman dan lancar.
Menurut laporan, penerapan contraflow di KM 23-28 Tol Jakarta-Cikampek terjadi setelah evaluasi situasional dari Kepolisian. Pihak kepolisian mengatakan bahwa perubahan ini menjadi solusi untuk mengatasi peningkatan volume kendaraan yang mencapai titik puncak selama jam sibuk pagi hari. “Dengan melakukan contraflow, kita bisa mengalirkan kendaraan yang memadat ke sisi lain jalur, sehingga meminimalkan antrean di KM 23,” tambah Ria.
Kebijakan ini juga terkait dengan adanya sejumlah pekerjaan pemeliharaan yang sedang berlangsung di sepanjang Ruas Tol Jakarta-Cikampek. “Aktivitas seperti pengerjaan aspal atau pemasangan perahu jembatan dapat memengaruhi arus lalu lintas, sehingga perlu diatur secara spesifik di titik-titik tertentu,” jelasnya. Ria menyebutkan bahwa skema ini berlaku sementara dan akan dihentikan ketika kegiatan pemeliharaan selesai.
Sebagai bentuk pengakuan atas kebijakan yang diambil, PT Jasamarga Transjawa menyatakan bahwa kontraflow merupakan bagian dari strategi pengelolaan lalu lintas yang lebih fleksibel. “Kami berharap pengguna jalan tetap kompak dalam mengikuti arahan, karena ini adalah langkah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pengendara,” ujarnya. Ria juga menekankan bahwa pengguna jalan harus tetap waspada terutama di titik KM 23 hingga KM 28, yang menjadi fokus perubahan skema kontraflow.
Dalam beberapa hari terakhir, KM 23 hingga KM 28 menjadi salah satu titik yang paling sering terjadi kepadatan. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata volume kendaraan di sekitar titik tersebut meningkat hingga 30 persen dibandingkan hari-hari biasa. “Dengan adanya kontraflow, kita bisa mengoptimalkan kapasitas jalan yang ada, sehingga meminimalkan pengaruh peningkatan volume lalu lintas,” jelas Ria. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau dampak dari skema ini dan siap mengubah kebijakan jika diperlukan.
Dengan berlakunya contraflow di KM 23 hingga KM 28, para pengguna jalan juga diminta untuk memperhatikan sinyal lalu lintas dan petugas yang berada di sepanjang jalur. “Dukungan dari pengguna jalan sangat penting, karena ini adalah kolaborasi antara pihak pengelola jalan dan pengguna jalan untuk mencapai keselamatan bersama,” ujarnya. Ria menekankan bahwa perubahan skema ini akan diterapkan secara teratur, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Kebijakan ini berlaku hingga kondisi lalu lintas di KM 23 hingga KM 28 kembali stabil. “Kami berharap kontraflow bisa berjalan lancar dan tidak mengganggu perjalanan pengguna jalan secara signifikan,” kata Ria. Ia juga berharap masyarakat tetap memahami bahwa kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap situasi yang terjadi. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik kepada pengguna jalan, termasuk mengakses informasi terkini melalui pusat panggilan 133 atau aplikasi Travoy,” pungkasnya.
