H+1 Idul Adha: Penurunan Aktivitas Penumpang di Bandara Soetta Menjadi Historic Moment
Historic Moment – Tangerang, 28 Mei 2026 — Sepanjang hari H+1 Idul Adha 1447 H, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mencatat penurunan signifikan dalam jumlah penumpang dibandingkan hari sebelumnya. Total pergerakan penumpang mencapai 97.853 orang dengan 841 penerbangan, dibandingkan 101.686 orang pada 27 Mei 2026. Angka ini menunjukkan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat selama libur Idul Adha, yang menjadi historic moment dalam sejarah operasional bandara tersebut.
Penyebaran Penumpang di Tiga Terminal
Dalam pergerakan penumpang di hari H+1 Idul Adha, distribusi jumlah penumpang terbagi rata di ketiga terminal. Terminal 1 mencatat 21.031 orang dengan 201 penerbangan, Terminal 2 sebanyak 29.268 penumpang dan 284 penerbangan, sementara Terminal 3 menjadi yang paling aktif dengan 47.554 penumpang dan 345 penerbangan. Meski ada penurunan jumlah penumpang, bandara tetap berupaya memastikan operasionalnya berjalan lancar, terutama selama historic moment ini.
“Penyebaran penumpang di tiga terminal CGK Bandara Soetta mencerminkan distribusi yang seimbang, meski terjadi penurunan secara keseluruhan,” kata Yudistiawan, Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soetta, dalam wawancara di Tangerang, Kamis.
Persiapan untuk Libur Panjang
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi libur Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila, InJourney Airports telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan kinerja bandara. Koordinasi terpadu dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk pengaturan slot waktu take off dan landing, manajemen parkir, serta pelayanan staf yang lebih intensif. “Ini merupakan historic moment penting bagi kita, karena libur ini tumpang tindih dengan akhir pekan dan merayakan Hari Lahir Pancasila,” tambah Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menjelaskan bahwa proyeksi total pergerakan penumpang di 37 bandara mereka mencapai sekitar tiga juta orang selama libur Idul Adha. Puncak pergerakan diperkirakan terjadi pada 26 Mei 2026, dengan 412 ribu penumpang dan 3.000 penerbangan. “Kami memperkirakan angka serupa pada 1 Juni 2026, yang juga merupakan hari libur nasional,” imbuhnya.
Dalam konteks historic moment ini, bandara berupaya menjaga kualitas layanan meski jumlah penumpang menurun. Langkah seperti penataan lalu lintas udara, peningkatan kapasitas tempat penungguan, dan penggunaan teknologi digital dalam pelayanan menjadi fokus utama. “Kami ingin memastikan bahwa pengalaman masyarakat tetap optimal meskipun terjadi penurunan jumlah perjalanan udara,” jelas Pahlevi.
Analisis dari InJourney Airports menunjukkan bahwa penurunan penumpang di H+1 Idul Adha mencerminkan perubahan kebiasaan masyarakat. Banyak warga memilih untuk melakukan perjalanan darat atau kereta api sebagai alternatif, terutama di sekitar kota Tangerang. Selain itu, penggunaan maskapai penerbangan domestik turun karena banyaknya kegiatan ibadah selama libur Idul Adha. “Ini adalah hasil dari kebijakan pemerintah dalam mengatur alur lalu lintas, serta kebutuhan masyarakat untuk mengurangi risiko terpapar virus,” papar Yudistiawan.
Historic moment ini juga menjadi peluang untuk mengevaluasi strategi pemasaran dan pengelolaan bandara. Dengan jumlah penumpang yang lebih rendah, pihak terkait dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien, termasuk meningkatkan kenyamanan bagi penumpang yang masih menggunakan jasa penerbangan. “Kami akan terus beradaptasi untuk memastikan bahwa bandara tetap menjadi pilihan utama dalam kebutuhan transportasi udara,” tegas Pahlevi.
