Bisnis

Key Discussion: KAI percepat regenerasi armada KRL Jabodetabek lewat PMN

KAI Percepat Regenerasi Armada KRL Jabodetabek dengan PMN

Key Discussion – Jakarta, Antaranews – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempercepat proses regenerasi armada Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek, yang saat ini dijalankan melalui dana Penyertaan Modal Negara (PMN). Langkah ini diambil dalam rangka memenuhi kebutuhan transportasi yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Armada KRL yang digunakan saat ini masih berisi kereta dengan usia yang cukup tua, yang akan terus diperbaiki dan diganti sesuai dengan proyeksi pertumbuhan penumpang.

Peran PMN dalam Pembaruan Infrastruktur Transportasi

Key Discussion menunjukkan bahwa PMN menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung pengadaan KRL baru. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa dana ini diharapkan dapat mempercepat proses modernisasi sarana angkutan umum di Jabodetabek. “Pembiayaan melalui PMN akan memastikan keberlanjutan pengoperasian layanan KRL dengan armada yang lebih efisien dan terjangkau,” kata Bobby dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI. Ia menekankan bahwa proyek ini memerlukan keseriusan dari pemerintah dan penyelarasan antara KAI serta Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk memastikan realisasi sesuai target.

“Proyeksinya akan kita spending sesuai dengan progres dari penyelesaian sembilan trainset yang sudah ada di PT INKA sesuai dengan recovery schedule-nya, yaitu diharapkan penyelesaiannya itu di bulan September tahun 2026,” ujar dia.

Dana PMN yang diperoleh KAI mencapai Rp5,3 triliun, atau 58 persen dari total anggaran proyek. Angka ini sejalan dengan peningkatan permintaan transportasi yang mencapai 4 persen per tahun. Bobby menyampaikan bahwa PMN 2024 telah habis terpakai, sementara PMN 2025 sebesar Rp1,8 triliun mulai dialokasikan ke KCI pada bulan Mei 2026. Proses pemanfaatan dana ini diperkirakan akan mempercepat penggantian 16 rangkaian KRL baru dari INKA, serta 36 unit dari CRRC Qingdao Sifang Co Ltd, dan 96 unit untuk program retrofit.

Penyelesaian Rangkaian Kereta Rel Listrik

Key Discussion juga mengungkapkan bahwa pembelian KRL baru dilakukan dalam beberapa tahap, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2026. Proyek ini melibatkan kerja sama antara KAI, KCI, dan perusahaan pembuat kereta seperti PT Industri Kereta Api (INKA) serta CRRC. Armada KRL yang lebih modern akan meningkatkan kenyamanan bagi penumpang, seiring dengan perbaikan kualitas layanan dan pengurangan waktu tempuh.

Di sisi lain, sebagian besar armada KRL Jabodetabek saat ini masih menggunakan model lama dari Jepang, yaitu JR East Seri 205, dengan usia lebih dari 30 tahun. Model ini juga didampingi oleh Tokyo Metro, yang memiliki usia serupa. Sementara itu, KAI telah membeli 11 rangkaian atau 132 unit KRL dari CRRC China, serta 7 rangkaian atau 84 unit dari INKA. Keberagaman model ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas operasional dan ketersediaan layanan yang lebih berkelanjutan.

Manfaat Regenerasi Armada KRL untuk Masyarakat

Key Discussion menyebutkan bahwa regenerasi armada KRL Jabodetabek tidak hanya memperbaiki kualitas layanan, tetapi juga berdampak positif terhadap ekonomi dan lingkungan. Peningkatan jumlah penumpang hingga 437 juta orang pada 2030, menurut proyeksi KAI, akan lebih tercapai dengan menggunakan kereta yang lebih modern. Armada baru diperkirakan akan mengurangi kepadatan, meningkatkan kecepatan rata-rata, dan mengurangi emisi karbon dibandingkan dengan model lama yang masih digunakan.

Pembangunan jalur KRL Jabodetabek juga diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan kawasan strategis. Key Discussion menyoroti bahwa KAI telah mengalokasikan dana internal sebesar Rp190 miliar sebagai tambahan pengadaan KRL. Dana ini diperkirakan akan digunakan untuk mengakselerasi pengoperasian KRL di jalur yang masih kurang optimal, seperti KRL Lebak Bulus–Pulogadung dan KRL Cikampek–Jakarta Kota.

Leave a Comment