Bisnis

Key Issue: Peternak Rakyat Blitar Raya desak pemerintah lindungi peternak mikro

Key Issue: Peternak Blitar Raya Desak Perlindungan untuk Peternak Mikro

Produksi Telur Terpuruk, Peternak Mikro Mengeluh Harga Terus Turun

Key Issue – Peternak rakyat dari Blitar Raya, Kediri, dan sekitarnya secara massal menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap kondisi ekonomi sektor peternakan. Organisasi Peternak Rakyat Blitar Raya menggelar aksi demonstrasi di Blitar, Jawa Timur, dengan menuntut pemerintah memberikan perlindungan khusus kepada peternak mikro yang kesulitan bertahan akibat tekanan harga telur dan biaya produksi yang melonjak.

“Key Issue terbesar saat ini adalah krisis harga telur yang terus melandai. Sejak tiga bulan terakhir, harga jual telur di pasaran turun drastis, sementara biaya produksi naik signifikan,” kata Suyanto, koordinator organisasi tersebut, saat diwawancara di Blitar, Senin (28 Mei 2023).

Peternak mikro menghadapi permasalahan ganda. Di satu sisi, harga telur di kandang hanya mencapai Rp20.600 per kilogram, jauh di bawah harga pembelian yang sebelumnya berkisar Rp24.500 hingga Rp26.500 per kilogram. Di sisi lain, biaya pakan ayam meningkat hingga Rp400 ribu per karung, sedangkan harga jagung di pasaran mencapai Rp6.400 per kilogram. “Key Issue ini menyebabkan kesulitan besar, terutama bagi peternak kecil yang tidak memiliki akses ke pasar besar,” tambah Suyanto.

Krisis Ekonomi Peternak Mikro Dipicu Geopolitik Global

Key Issue ini tidak hanya terkait dinamika lokal, tetapi juga terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Kenaikan harga pakan ayam berdampak langsung pada profitabilitas peternak, sementara ketergantungan pada impor bahan baku membuatnya rentan terhadap fluktuasi nilai tukar dolar Amerika. “Key Issue global seperti inflasi dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan biaya produksi terus meningkat, padahal harga jual tidak sebanding,” jelas salah satu peserta aksi.

Situasi ini memaksa peternak mikro mengambil langkah drastis, seperti menjual aset pribadi atau berhenti produksi sementara untuk mengatasi kebutuhan pokok. “Key Issue ini sudah terasa di lapangan, dan kita perlu solusi yang cepat agar usaha kecil tidak tenggelam,” kata Suyanto. Pihaknya meminta pemerintah memberikan bantuan subsidi, dukungan harga jual minimum, serta insentif khusus bagi peternak skala mikro.

Partisipasi Kolektif dan Dukungan Pemda

Aksi demonstrasi yang diikuti ratusan peternak dari Blitar, Kediri, Tulungagung, hingga Malang ini menunjukkan solidaritas sektor peternakan kecil. Peserta aksi membawa poster dengan tuntutan dan membagikan telur ayam kepada masyarakat sebagai bentuk kegiatan sosial. “Key Issue ini bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga soal kesadaran masyarakat akan pentingnya mendukung usaha rakyat,” ujar salah satu pengunjuk rasa.

Dukungan juga datang dari Bupati Blitar, Rijanto, yang secara langsung menemui peternak selama aksi. Ia menilai kekhawatiran tersebut perlu diperkuat dengan kebijakan nasional yang menyasar usaha mikro. “Key Issue yang dihadapi peternak mikro adalah risiko ekspansi investor asing yang bisa mengakibatkan ketergantungan terhadap perusahaan besar,” katanya. Rijanto menyebut produksi telur di Blitar mencapai 450 ton per hari, tetapi produksi ini belum mampu memberikan keuntungan bagi peternak mikro karena tekanan pasar.

Strategi Pemulihan dan Kebutuhan Pemerintah

Key Issue ini menuntut respons cepat dari pemerintah, baik daerah maupun pusat. Suyanto menekankan perlunya kebijakan yang mampu mengatasi ketimpangan harga antara produsen dan konsumen. “Key Issue terbesar adalah kurangnya perlindungan bagi usaha rakyat, padahal mereka menjadi tulang punggung pangan lokal,” ujarnya.

Pemulihan sektor peternakan mikro memerlukan langkah-langkah yang berkelanjutan, seperti pembentukan pasar lokal yang lebih kompetitif, program peningkatan kapasitas produksi, serta monitoring harga bahan baku secara rutin. “Key Issue ini juga bisa dicegah jika ada koordinasi antara pemerintah dan peternak dalam menetapkan harga jual yang adil,” tambah Suyanto. Ia berharap pemerintah mampu memperkuat peran peternak mikro dalam sistem pangan nasional.

Insentif dan Edukasi Pasar

Key Issue yang dihadapi peternak mikro tidak hanya di tingkat produksi, tetapi juga di tingkat pemasaran. Mereka mengeluhkan kurangnya akses ke pasar besar, sehingga terpaksa menjual produk di harga terjangkau. “Key Issue ini juga membutuhkan edukasi pasar, agar konsumen lebih mengenali nilai produk lokal,” kata salah satu peserta aksi.

Untuk mendorong perbaikan, organisasi peternak mengusulkan adanya program insentif seperti keringanan pajak, subsidi bahan baku, dan pengakuan khusus terhadap peternak mikro dalam kebijakan pangan. “Key Issue ini bisa menjadi peluang untuk membangun sistem ekonomi rakyat yang lebih kuat jika ditangani secara terpadu,” tutur Rijanto. Ia berharap pemerintah mengambil langkah konkret untuk mengurangi risiko ketergantungan pada investor asing.

Key Issue ini mengingatkan bahwa sektor peternakan mikro perlu dilindungi agar tidak diabaikan dalam pembangunan pangan nasional. Dengan dukungan yang tepat, peternak kecil bisa menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan, bukan sekadar korban tekanan pasar. Masyarakat juga diminta turut serta dalam memperkuat keberlanjutan usaha rakyat dengan memprioritaskan produk lokal di tengah persaingan harga yang ketat.

Leave a Comment