Kemenperin Fokus pada Industri Alat Olahraga
Latest Program – Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa industri alat olahraga nasional memiliki peluang tumbuh yang signifikan. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita, dalam acara Business Matching Indonesia Sport and Active Wear/ISAW Ecosystem di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa sektor ini menjadi salah satu bidang yang berpotensi menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan strategi yang tepat, industri alat olahraga dapat menjadi pendorong utama dalam ekosistem perekonomian yang lebih inklusif.
Potensi dan Tantangan Industri
Industri alat olahraga Indonesia, menurut Reni Yanita, kini sudah terdistribusi di berbagai wilayah Indonesia dan didukung oleh sejumlah sentra IKM yang berperan aktif dalam memastikan rantai pasok yang efisien. Dalam lima tahun terakhir, industri ini mencatatkan pertumbuhan positif, terutama melalui ekspor yang semakin meningkat. Tahun 2025, nilai ekspor industri alat olahraga meningkat 11,3% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Produk olahraga buatan Indonesia telah menembus pasar internasional seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan Inggris. Reni menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berasal dari kualitas produk yang terus meningkat, tetapi juga dari inovasi dan ekspansi pasar yang berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, industri ini diharapkan bisa menghadapi tantangan global dan memperkuat daya saingnya.
“Kemajuan industri alat olahraga menunjukkan bahwa sektor ini memiliki peluang tumbuh lebih luas jika didukung oleh kualitas produk yang meningkat, inovasi, serta ekspansi pasar yang berkelanjutan,” kata Reni Yanita.
Dalam konteks Latest Program, Kemenperin berupaya membangun ekosistem yang solid melalui berbagai inisiatif. Selain fokus pada pengembangan produksi, kementerian ini juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi industri pendukung, seperti logistik, desain, dan pemasaran. Dengan begitu, pelaku bisnis olahraga bisa lebih mudah bersaing secara global dan menjadi bagian dari rantai pasok di dalam negeri maupun luar negeri.
Business Matching ISAW Ecosystem
Sebagai bagian dari Latest Program, Kemenperin mengadakan Business Matching ISAW Ecosystem: B2B Market Activation. Acara ini bertujuan memperkuat hubungan antara produsen dengan calon pembeli, retailer, dan mitra usaha. Reni Yanita berharap kegiatan ini bisa mendorong kolaborasi yang lebih strategis dan berkelanjutan.
“Kami ingin melalui event ini, industri binaan bisa memahami kebutuhan pasar sekaligus membangun hubungan strategis yang berkelanjutan,” tambah Reni.
Program ISAW, yang telah berjalan sejak 2023, mencatatkan pencapaian signifikan di tahun 2024. Transaksi offline mencapai lebih dari Rp832 juta, meningkat dari Rp265 juta pada 2023. Sementara kerja sama dengan marketplace melibatkan 150 pelaku usaha, menghasilkan transaksi lebih dari Rp500 juta dan total penjualan 3.529 produk, naik dari Rp398 juta di tahun sebelumnya. Inisiatif ini juga menjadi momentum untuk memperluas jaringan dan membangun kredibilitas industri di pasar internasional.
