Pemprov Jatim Targetkan Peningkatan Produksi Padi 5% pada 2026
Latest Program – Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan pangan, Latest Program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berfokus pada peningkatan produksi padi hingga 5 persen pada 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya provinsi untuk memastikan ketersediaan bahan pangan nasional, khususnya melalui peningkatan kapasitas pertanian lokal. Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa target ini mencerminkan komitmen Jatim dalam menghadapi tantangan global dan iklim yang semakin kompleks.
Mengatasi Tantangan Iklim dengan Teknologi Modern
“Peningkatan produksi padi 5 persen pada 2026 akan menjadi bukti komitmen Jatim dalam menjamin ketahanan pangan, terutama di tengah tekanan cuaca ekstrem dan global,” kata Khofifah saat menghadiri acara panen di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Madiun, Jumat.
Pemprov Jatim mengakui bahwa iklim yang tidak menentu, seperti kekeringan dan banjir, menjadi hambatan utama. Untuk mengatasi ini, Latest Program menyasar penggunaan teknologi pertanian modern, termasuk alat transplanter dan drone, guna meningkatkan efisiensi dalam pengolahan lahan dan penanaman benih. Inovasi ini juga melibatkan pengembangan benih tahan kekeringan serta sistem irigasi yang lebih canggih.
Pelatihan dan Alokasi Sumber Daya
Komitmen pada Latest Program tidak hanya terbatas pada alat bantu, tetapi juga melibatkan pelatihan bagi para petani. Pemerintah telah menyediakan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Tani Sumber Rukun, sebagai contoh langsung dari upaya peningkatan kapasitas produksi. Bantuan tersebut mencakup unit rotavator, combine harvester, serta mesin pengolah tanah. Dengan penyediaan peralatan ini, diharapkan proses pertanian bisa lebih cepat dan efektif, mengurangi risiko kerugian akibat faktor alam.
“Peningkatan hasil pertanian memerlukan pendekatan holistik, mulai dari benih hingga teknologi pengolahan,” ujar Tin Latifah, Plh. Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, dalam kesempatan yang sama.
Selain itu, Latest Program juga mendorong kebijakan pembentukan pola tanam adaptif terhadap perubahan iklim. Langkah ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan petani untuk mengoptimalkan penggunaan lahan serta meningkatkan produktivitas secara bertahap.
Data Produksi dan Target Konsisten
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, produksi padi Jatim mencapai 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 12,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Prediksi data BPS pada 4 Mei 2026 menunjukkan bahwa produksi Januari-Juni 2026 diperkirakan naik sekitar 5,28 persen, mendekati target Latest Program yang ditetapkan. Dengan luasan tanam sebesar 1,84 juta hektare, Jatim berkontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan nasional.
Program ini juga menargetkan luasan lahan pertanian sebesar 16 juta hektare di Indonesia, dengan Jatim menyumbang 238 ribu hektare hingga Mei 2026. Dengan demikian, Latest Program tidak hanya fokus pada hasil langsung, tetapi juga mendorong transformasi struktur pertanian untuk memastikan ketahanan jangka panjang. Langkah ini berdampak pada kenaikan pendapatan petani dan keberlanjutan ekosistem pertanian lokal.
Persiapan untuk 2026: Progres dan Harapan
Latest Program mencakup perencanaan jangka panjang untuk memastikan pengembangan pertanian padi tetap stabil. Gubernur Khofifah menegaskan bahwa program ini berfokus pada penguatan kapasitas daerah melalui peningkatan teknologi, pengelolaan sumber daya air, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan target peningkatan produksi 5 persen, Pemprov Jatim berharap dapat meningkatkan peran provinsi sebagai penghasil pangan utama, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor beras.
Kemitraan dengan sektor swasta dan lembaga penelitian juga menjadi bagian dari Latest Program. Dukungan ini berupa penyediaan benih unggul, penggunaan pestisida organik, dan pelatihan teknik pertanian modern. Dengan menggabungkan teknologi dan kebijakan lokal, Pemprov Jatim optimis bahwa target 5 persen bisa tercapai, seiring perbaikan kondisi lahan dan peningkatan daya saing sektor pertanian.
Kesimpulan: Latest Program sebagai Gerakan Nasional
Komitmen untuk menaikkan produksi padi 5 persen pada 2026 menunjukkan bahwa Latest Program bukan hanya kebijakan lokal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional. Dengan pendekatan berbasis data, teknologi, dan partisipasi masyarakat, Jatim berharap menjadi contoh sukses dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. Program ini juga akan menjadi basis keberhasilan bagi provinsi lain dalam menyesuaikan tuntutan pasar global dan memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.
