Solving Problems: BPH Migas Dorong Perluasan Jargas di Bekasi
Solving Problems – Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sedang berupaya mempercepat distribusi sambungan jaringan gas bumi (jargas) untuk warga Kota Bekasi, Jawa Barat. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyatakan bahwa program ini bertujuan menyelesaikan masalah ketersediaan energi bersih dan mengurangi biaya pengeluaran rumah tangga. Dengan akses ke jargas, masyarakat bisa mendapatkan sumber energi yang lebih ekonomis, praktis, dan ramah lingkungan.
Perluasan Jargas untuk Warga Bekasi
Pada Jumat (22/5), Wahyudi Anas bersama Pertagas Niaga melakukan kunjungan ke Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, untuk meninjau perkembangan pemasangan jargas. Di sana, Ketua RW 037 Kelurahan Bojong, Bambang Suharyono, menyampaikan bahwa sebelumnya tidak semua warga terdorong untuk menghubungkan rumah mereka ke jargas, meskipun program ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta tidak membebankan biaya tambahan. “Di Rawalumbu, potensi ribuan rumah tangga bisa menjadi pelanggan baru jika biaya pemasangan lebih terjangkau,” ungkap Bambang.
“Kami mengharapkan dukungan dari pihak terkait agar lebih banyak masyarakat dapat menikmati gas murah ini,” tambah Bambang, menegaskan pentingnya akses energi bersih sebagai solusi untuk kebutuhan sehari-hari warga.
Manfaat Ekonomis dan Praktis Jargas
Salah satu pelanggan jargas, Sutaryoto, menjelaskan bahwa biaya penggunaan gas bumi per bulan di rumahnya sekitar Rp40.000 hingga Rp60.000, dibandingkan pengeluaran yang mencapai lebih dari Rp100.000 per bulan saat menggunakan LPG. “Dulu harus bawa-bawa tabung, kadang pas masak gas habis. Sekarang jargas tersedia 24 jam dan lebih nyaman digunakan,” katanya. Keberadaan jargas juga membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar yang berbasis minyak, serta memberi kenyamanan dalam penggunaan energi.
“Dengan jargas, pengeluaran rumah tangga bisa lebih terjangkau, dan ini menjadi solusi untuk mengatasi masalah penghematan energi,” imbuh Sutaryoto, menyoroti manfaat jargas dalam konteks keberlanjutan energi.
Dukungan untuk Kebutuhan Masyarakat
Keberhasilan perluasan jargas tidak hanya berdampak pada penghematan biaya, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebagai contoh, Masjid Jami Al Hikmah di Bojong, Rawalumbu, memanfaatkan jargas untuk kegiatan sosial “Jumat Berkah” yang menyediakan hingga 300 paket makanan setiap hari Jumat. Biaya gas sebesar Rp130.000 per bulan menjadi bagian dari operasional dapur umum ini, yang memberi manfaat nyata bagi kebutuhan sosial warga sekitar.
BPH Migas menegaskan bahwa pengembangan jargas bisa dilakukan melalui berbagai skema pembiayaan, baik dari APBN maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Kami telah menerima aspirasi dari masyarakat untuk berlangganan jargas. Mekanisme pemasangan dirancang secara optimal agar layanan bisa terpenuhi secara cepat,” jelas Wahyudi Anas.
Perkembangan Program Jargas di Bekasi
Di sisi lain, Pertagas Niaga telah mengaktivasi 254.708 sambungan rumah (SR) dari total 308.833 SR, yang terdistribusi di 25 kabupaten/kota di 8 provinsi. Untuk Kota Bekasi, jumlah SR yang dikelola mencapai 4.857, bekerja sama dengan BUMD Sinergi Patriot Bekasi. Wahyudi Anas menuturkan bahwa pasokan gas masih memadai untuk mendukung penambahan ribuan sambungan baru di wilayah tersebut.
“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan badan usaha sangat penting agar program ini bisa berjalan berkelanjutan,” tambah Wahyudi, menekankan kerja sama sebagai kunci dalam menyelesaikan tantangan distribusi energi.
Komitmen untuk Pengembangan Jargas
Direktur Utama Pertagas Niaga, Toto Yulianto, menegaskan bahwa perusahaan siap memperluas jargas melalui kerja sama dengan berbagai pihak. “Kami berkomitmen menyelesaikan masalah ketersediaan energi bersih, baik melalui skema APBN maupun APBD. Kami siap menjalankan operasionalnya secara bersama agar pemanfaatan jargas maksimal,” katanya. Toto menambahkan bahwa upaya pengembangan jargas ini juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses energi yang lebih terjangkau.
Dengan adanya jargas, BPH Migas berharap kebutuhan masyarakat akan energi dapat terpenuhi secara lebih efisien. Pembiayaan yang terpadu antara pemerintah pusat dan daerah, serta kerja sama dengan BUMD, diharapkan menjadi fondasi untuk terus mengembangkan infrastruktur energi bersih di Kota Bekasi. “Masyarakat juga perlu berperan aktif menjaga fasilitas jargas agar tidak terganggu,” ujar Wahyudi Anas, menyoroti pentingnya kebersamaan dalam menjaga keberlanjutan program ini.
