Main Agenda SIBS@ASEAN 2026: Kolaborasi Diriagantara hingga Kereta Api
Main Agenda – SIBS@ASEAN 2026 menjadi platform utama untuk memperkuat kerja sama di bidang industri strategis, termasuk sektor dirgantara, perkeretaapian, kreatif, energi, properti, dan teknologi. Acara ini digelar di Bandung, Jawa Barat, pada 10–11 Juli 2026, dalam bentuk konferensi ekonomi yang berlangsung selama dua hari di Hotel Pullman Bandung. Kehadiran para delegasi dari Malaysia Selangor diharapkan dapat mempercepat proses pemanfaatan sumber daya dan peluang investasi antar daerah. Main Agenda SIBS@ASEAN 2026 dirancang untuk menjembatani kebutuhan ekonomi Jawa Barat dengan potensi pengembangan industri di Selangor, serta mendorong kemitraan yang berkelanjutan.
Pertemuan Langsung dan Fokus Sectors
Pelaksanaan SIBS@ASEAN 2026 akan diawali dengan pertemuan langsung antara delegasi Malaysia Selangor dengan berbagai pusat industri unggulan di Jawa Barat. Pertemuan ini bertujuan mengidentifikasi titik temu antara kebutuhan pihak lokal dan keunggulan sektor-sektor industri dari Selangor. Beberapa topik yang akan dibahas meliputi penguatan rantai pasok, inovasi bisnis, serta pengembangan sektor finansial. Main Agenda juga mencakup pembahasan tentang infrastruktur transportasi, seperti pengembangan kereta api dan peningkatan sistem logistik, sebagai bagian dari strategi ekonomi kedua wilayah.
Acara ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga ajang pameran dan pertukaran ide yang melibatkan lebih dari 30 stan dari lembaga kesehatan, pendidikan, dan ekonomi Malaysia Selangor. Institut Teknologi Bandung (ITB), Universiti Selangor, serta perusahaan-perusahaan penerbangan dan pariwisata akan menjadi fokus utama dalam pameran tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk membangun kerja sama yang lebih erat dalam bidang pendidikan, transportasi udara, dan sektor kreatif, yang menjadi pilar utama Main Agenda SIBS@ASEAN 2026.
Kemitraan Konkret dan Target Kerja Sama
Panitia pelaksana menyebutkan bahwa beberapa kemitraan konkret telah diusulkan sebagai bagian dari Main Agenda SIBS@ASEAN 2026. Misalnya, kerja sama antara Universiti Selangor dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pengembangan program pendidikan dan riset bersama. Selain itu, Tourism Selangor dan maskapai penerbangan Batik Air juga menjadi fokus kolaborasi, terutama dalam promosi destinasi pariwisata dan penguatan jaringan transportasi udara. Main Agenda juga menargetkan kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memastikan keberlanjutan proyek-proyek strategis.
Kerja sama antar sektor akan diperkuat melalui diskusi panel yang melibatkan para ahli dan pelaku usaha dari kedua wilayah. Forum ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk memperkenalkan rencana pembangunan infrastruktur dan perkembangan industri di wilayah masing-masing. Dedi Taufik, Kepala Dinas Penanaman Modal Jabar, menegaskan bahwa Main Agenda SIBS@ASEAN 2026 bertujuan meningkatkan kepercayaan antar pelaku ekonomi, serta membuka jalur investasi yang lebih cepat dan efisien.
Sebagai langkah strategis, SIBS@ASEAN 2026 dirancang untuk menghasilkan rencana aksi konkret yang dapat diimplementasikan dalam jangka pendek dan menengah. Hal ini mencakup peningkatan kualitas layanan publik, seperti pengembangan sistem transportasi dan pengelolaan sumber daya alam, serta peningkatan ekosistem usaha melalui inovasi teknologi dan pendidikan. Main Agenda juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dalam pengembangan industri, terutama di sektor energi dan properti.
Sejumlah organisasi dan lembaga seperti Wanita Berdaya Selangor serta Kadin Jabar akan memastikan koordinasi dan pelaksanaan kerja sama yang tercapai. Mereka akan menjadi mitra utama dalam menjaga komitmen kedua pihak terhadap Main Agenda SIBS@ASEAN 2026. Selain itu, acara ini diharapkan mampu menjadi fondasi untuk memperkuat hubungan ekonomi di tingkat internasional, khususnya dalam SIBS 2026 yang akan berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 14–17 Oktober 2026.
