Bisnis

Wamendag: Ekspor F&B masuk lima besar ASEAN

IMG_3743
Foto : John Brown - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Wamendag Ungkap Ekspor F&B Indonesia Capai Posisi Keempat di ASEAN
  2. Related Reading

Wamendag Ungkap Ekspor F&B Indonesia Capai Posisi Keempat di ASEAN

Beritaturah.com – Jakarta, Indonesia – Wamendag Dyah Roro Esti kembali mencatatkan pencapaian gemilang bagi sektor perdagangan nasional. Berdasarkan data terbaru yang dirilis, nilai ekspor produk makanan dan minuman (F&B) Indonesia telah menyentuh angka 6,25 miliar dolar AS. Pencapaian luar biasa ini menempatkan Indonesia di posisi keempat sebagai negara ASEAN dengan ekspor F&B terbesar, melampaui banyak pesaing regional lainnya.

Saat ini kita ekspornya khusus untuk F&B berada di angka 6,25 miliar dolar AS dan kalau kita compare dengan negara-negara lainnya, kebetulan kita peringkat keempat di antara negara-negara ASEAN.

Peringkat tertinggi dalam kategori ekspor F&B ASEAN saat ini diduduki oleh Thailand dengan nilai ekspor yang mencapai 17 miliar dolar AS. Vietnam berada di urutan kedua dengan pencapaian impresif sebesar 8,8 miliar dolar AS, sementara Singapura menempati posisi ketiga dengan 6,5 miliar dolar AS. Posisi Indonesia yang berada di urutan keempat menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang di masa depan.

Wamendag: Ruang Pertumbuhan Masih Sangat Luas

Wamendag Roro menilai bahwa masih terdapat ruang pertumbuhan yang sangat signifikan bagi sektor F&B Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara aktif mendorong seluruh pelaku usaha untuk memperluas penetrasi ke pasar global melalui pemanfaatan jaringan perdagangan yang telah dibangun di berbagai negara. Strategi ini menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah internasional.

Kita bisa memfasilitasi seluruh pelaku usaha khususnya di sektor F&B ini untuk bisa penetrasi ke market internasional dengan jaringan yang kita miliki.

Kemendag memiliki jaringan perwakilan perdagangan yang tersebar di 33 negara melalui Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Jaringan strategis ini berfungsi sebagai jembatan vital antara pelaku usaha dalam negeri dengan calon pembeli atau buyer di pasar internasional. Melalui Wamendag, berbagai program pendampingan dan promosi telah dijalankan untuk membantu pelaku usaha menembus pasar global.

Wamendag Dorong Ekspansi ke Pasar Halal dan Diaspora

Di sisi lain, potensi pasar F&B Indonesia juga terbuka luas untuk produk halal, termasuk di kawasan Timur Tengah. Produk makanan Indonesia telah mulai menembus pasar luar negeri melalui ekspansi sejumlah pelaku usaha dan restoran yang semakin agresif melakukan go international. Wamendag terus mendorong sinergi antara pelaku usaha dengan berbagai pihak terkait untuk memaksimalkan peluang ini.

Selain itu, diaspora Indonesia di berbagai negara dinilai dapat menjadi salah satu pasar potensial bagi produk F&B nasional. Dengan dukungan jaringan perdagangan yang ada, Wamendag terus berupaya memfasilitasi pelaku usaha yang telah memiliki kesiapan untuk melakukan ekspor ke pasar global. Program-program pelatihan dan sertifikasi juga terus digalakkan untuk meningkatkan kualitas produk ekspor Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ekspor F&B Indonesia

Berapa nilai ekspor F&B Indonesia saat ini? Nilai ekspor F&B Indonesia saat ini mencapai 6,25 miliar dolar AS, menempatkan Indonesia di posisi keempat ASEAN.

Negara mana yang memimpin ekspor F&B di ASEAN? Thailand memimpin dengan nilai ekspor 17 miliar dolar AS, diikuti oleh Vietnam (8,8 miliar dolar AS) dan Singapura (6,5 miliar dolar AS).

Bagaimana Wamendag membantu pelaku usaha ekspor? Wamendag memfasilitasi pelaku usaha melalui jaringan ITPC di 33 negara, program pendampingan, dan promosi produk Indonesia di pasar internasional.

Apa potensi pasar terbesar untuk produk F&B Indonesia? Pasar halal di Timur Tengah dan komunitas diaspora Indonesia di berbagai negara menjadi dua potensi pasar terbesar yang terus dikembangkan.

Leave a Comment