Wagub Sumut Tekankan Percepatan Proyek Strategis Daerah
Meeting Results – Medan, 3 Juni 2025 – Dalam sebuah rapat evaluasi yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Wakil Gubernur Sumut, Surya, menggarisbawahi pentingnya percepatan pelaksanaan kegiatan fisik guna mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Proyek Strategis Daerah (PSD). Ia menekankan bahwa realisasi pekerjaan fisik menjadi kunci untuk mengakselerasi pencapaian target pembangunan. “Saya meminta percepat pelaksanaan kegiatan fisik dan laporan sudah sejauh mana progres proyek strategis daerah kita,” ujarnya setelah rapat berlangsung, Rabu (3/6).
Rapat Evaluasi Progres Pembangunan
Pemimpin rapat tersebut, Surya, mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut untuk mempercepat realisasi proyek yang telah ditargetkan. Ia menyoroti bahwa sisa waktu efektif tahun ini hanya tersisa 142 hari kerja, sehingga setiap OPD harus bersikap waspada dan fokus pada pencapaian hasil maksimal. “Saya minta kita semua jangan terlena, karena waktu kita sudah sangat mendesak. Sisa waktu efektif kita tinggal 142 hari kerja lagi,” tegas Surya.
“Percepatan pelaksanaan program kerja menjadi sangat krusial mengingat semester pertama tahun anggaran segera berakhir tahun ini.”
Dalam pernyataannya, Surya menekankan bahwa prioritas utama Pemprov Sumut adalah menyelesaikan proyek fisik secara tepat waktu agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa proyek-proyek ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan warga dan ketersediaan infrastruktur. “Semester pertama adalah periode kritis, jadi semua pekerjaan fisik harus dipacu agar tidak tertinggal dari target akhir tahun,” imbuhnya.
Perkembangan Pelaksanaan Program Pembangunan
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumut, Faisal Arif Nasution, memberikan laporan mengenai perkembangan pelaksanaan program pembangunan, baik secara makro maupun mikro. Menurutnya, seluruh kegiatan yang dijalankan oleh Pemprov Sumut mencakup 4.923 proyek dengan total alokasi anggaran sekitar Rp3,3 triliun. “Secara keseluruhan terdapat 4.923 kegiatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan total alokasi anggaran sekitar Rp3,3 triliun,” katanya.
Dalam laporannya, Faisal menyebutkan bahwa realisasi proyek masih tergantung pada koordinasi antar OPD dan keterlibatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pelaporan progres harus dilakukan secara berkala dan transparan untuk memastikan semua pihak mengikuti kemajuan kerja. “Kami ingin semua OPD memiliki visi jelas dan komitmen kuat untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan rencana awal,” tambahnya.
Program PHTC dan PSD Harus Memberikan Manfaat Nyata
Surya juga menyoroti bahwa 139 program PHTC yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara harus segera memberikan dampak konkret bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap proyek harus diukur berdasarkan kualitas hasilnya, bukan hanya volume kerja. “Kita ingin program ini tidak hanya menjadi angka, tapi benar-benar memberikan manfaat yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat Sumut,” jelasnya.
Untuk memastikan target tersebut tercapai, Surya meminta delapan dinas utama yang menjadi penanggung jawab PHTC untuk fokus sepenuhnya pada penyelesaian proyek. Ia menekankan bahwa dinas-dinas ini harus menjadi contoh dalam mengelola sumber daya dan energi secara optimal. “Secara khusus, delapan dinas menangani PHTC harus benar-benar konsentrasi menuntaskan target yang ada. Kita ingin rapat ini menghasilkan pokok-pokok pikiran konkret mempercepat implementasi PHTC di lapangan,” tegas Surya.
Harapan untuk Koordinasi yang Lebih Baik
Pemimpin OPD di lingkungan Pemprov Sumut menegaskan bahwa keberhasilan percepatan proyek bergantung pada sinergi antar instansi. “Koordinasi yang baik akan memastikan semua kegiatan tidak terhambat dan berjalan secara terpadu,” ujar salah satu perwakilan OPD. Ia menambahkan bahwa beberapa proyek masih menghadapi hambatan teknis dan logistik, sehingga perlu dukungan tambahan dari berbagai pihak.
Surya juga meminta agar semua OPD mengevaluasi kinerja mereka secara berkala, bukan hanya sekali dalam setahun. “Evaluasi rutin dapat menjadi alat untuk memperbaiki metode kerja dan meminimalkan kesalahan,” katanya. Ia menekankan bahwa peningkatan kinerja tidak hanya diukur dari kecepatan, tetapi juga dari kualitas hasil yang diberikan kepada masyarakat.
Strategi untuk Mempercepat Progres
Menyikapi situasi tersebut, Pemprov Sumut merencanakan strategi pengawasan lebih ketat. Surya menyebutkan bahwa akan dibentuk tim khusus untuk memantau pelaksanaan proyek secara real-time. “Tim ini akan mengoordinasikan data dari semua OPD dan memberikan umpan balik langsung ke dinas yang kurang optimal,” jelasnya.
Dalam usaha mendorong progres, Pemprov Sumut juga menawarkan bantuan teknis dan dana tambahan untuk proyek yang membutuhkan. “Kami akan mengevaluasi kembali alokasi anggaran dan menyesuaikannya dengan kebutuhan terbaik,” kata Surya. Ia berharap dengan langkah-langkah ini, semua proyek strategis dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Percepatan proyek strategis daerah juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal. Surya menekankan bahwa proyek seperti jalan desa, akses air bersih, dan pendidikan harus menjadi prioritas. “Kami ingin setiap warga Sumut merasakan perubahan yang nyata dalam hidup sehari-hari,” pungkasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Sumut berencana mengadakan rapat rutin bulanan untuk mengawasi pelaksanaan program. Hal ini bertujuan agar semua OPD dapat berkoordinasi secara efektif dan mempercepat penyelesaian tugas. “Kita harus bersikap proaktif dan tidak menunda-nunda proyek yang bisa
