Menhub Pastikan Lahan Kertajati Memadai untuk Pusat Pemeliharaan Hercules
Topics Covered – Jakarta, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa lahan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, telah dianggarkan secara memadai untuk mendukung pembangunan Pusat Pemeliharaan, Perbaikan, dan Overhaul (MRO) pesawat Hercules. Pernyataan ini muncul setelah ia hadir dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, menegaskan bahwa infrastruktur yang ada di lokasi tersebut masih dapat memenuhi kebutuhan proyek strategis ini. Menurut Dudy, Kertajati memiliki potensi besar untuk menjadi sentral layanan perawatan pesawat militer.
Strategi Pemeliharaan Pesawat Hercules
Kemenhan bersama Kemenhub sedang berupaya mengoptimalkan Bandara Kertajati sebagai titik fokus dalam pengembangan fasilitas pemeliharaan pesawat Hercules. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan pesawat militer yang terlibat dalam operasional pertahanan nasional. Dudy menjelaskan bahwa fasilitas MRO akan mencakup berbagai aspek seperti perawatan mesin, inspeksi struktur, dan pemeliharaan berkala, yang sangat penting untuk menjaga kinerja dan keandalan pesawat Hercules.
“Kami yakin lahan di Kertajati cukup untuk mendukung MRO Hercules, terlebih saat ini ada rencana kerja sama dengan pabrikan pesawat,” tutur Dudy dalam wawancara.
Menurut Dudy, pengembangan MRO di Kertajati akan memerlukan kolaborasi dengan perusahaan pabrikan asing, termasuk Lockheed Martin, yang merupakan produsen pesawat Hercules. Keterlibatan perusahaan ini diharapkan bisa membawa teknologi dan pengalaman global dalam memperbaiki dan mengoperasikan pesawat. “Kami akan berkoordinasi erat dengan pihak produsen untuk memastikan fasilitas ini berjalan maksimal,” tambahnya.
Peluang Kertajati sebagai Hub Pemeliharaan Asia
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) juga menargetkan Bandara Kertajati sebagai hub pemeliharaan pesawat C-130/Hercules di kawasan Asia. Langkah ini didasari oleh rencana kerja sama dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, yang telah dijalin beberapa waktu lalu di Pentagon. Dalam pertemuan tersebut, pihak AS menyatakan dukungan untuk mengembangkan fasilitas pemeliharaan yang memadai di Indonesia.
“Kertajati dipilih karena luas lahan dan infrastruktur yang sudah mumpuni. Ini akan menjadi pusat layanan perawatan di Asia,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait.
Kemenhan juga menekankan bahwa Kertajati akan menjadi pilihan utama dalam mendukung kebutuhan logistik dan operasional pesawat Hercules. Fasilitas MRO ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada layanan perawatan di luar negeri, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya dan waktu pengoperasian pesawat. “Proyek ini sangat strategis untuk memperkuat kemampuan operasional TNI AU,” tambah Rico.
Topics Covered, keberadaan MRO di Kertajati juga menarik perhatian sejumlah pihak karena bisa meningkatkan ketersediaan layanan perawatan pesawat dalam skala nasional. Dengan beroperasinya fasilitas ini, diharapkan kebutuhan pemeliharaan pesawat Hercules bisa terpenuhi secara lokal, mengurangi risiko ketidaktersediaan layanan di masa depan. Selain itu, Kertajati juga berpotensi menjadi sentral logistik utama untuk operasi militer dan penerbangan yang membutuhkan dukungan teknis.
Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Kemenhub akan terus memantau kemajuan pembangunan MRO di Kertajati. Ia menyebutkan bahwa lahan yang dimiliki cukup untuk mengakomodasi kebutuhan proyek jangka panjang, termasuk pengembangan fasilitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pesawat lainnya. “Lahan tersebut bisa digunakan untuk berbagai jenis pesawat, bukan hanya Hercules,” jelas Dudy, menyoroti fleksibilitas penggunaan ruang di Bandara Kertajati.
