ICDX: Sentimen domestik terhadap rupiah relatif positif jelang RDG BI
Table of Contents
Outlook Jangka Pendek Rupiah: ICDX Proyeksikan Penguatan Terbatas di Kisaran Rp17.750–Rp17.900
Beritaturah.com – ICDX – Menjelang pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18–19 Agustus 2026, mata uang rupiah diprediksi akan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS. Pergerakan tersebut diperkirakan cenderung menguat secara terbatas, dengan arah yang sangat bergantung pada dinamika dolar AS serta sinyal kebijakan yang akan disampaikan dari hasil RDG BI.
Proyeksi itu disampaikan oleh Muhammad Amru Syifa, peneliti di Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), dalam keterangannya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
“Ke depan, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.750-Rp17.900 per dolar AS dalam jangka pendek dengan kecenderungan menguat secara terbatas. Arah pergerakan rupiah akan turut dipengaruhi oleh perkembangan dolar AS dan hasil RDG BI, khususnya terkait sinyal kebijakan yang diberikan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.”
Sentimen Domestik dan Arah Kebijakan BI
Amru menilai bahwa sentimen domestik terhadap rupiah secara keseluruhan masih relatif positif, meskipun pelaku pasar tengah menanti keputusan dari RDG BI. Fokus utama pelaku pasar tertuju pada arah kebijakan suku bunga acuan, di mana BI-Rate diperkirakan dipertahankan pada level 5,75 persen.
Di samping itu, otoritas moneter juga mendorong ekspansi penyaluran kredit melalui pelonggaran likuiditas perbankan. Langkah tersebut bertujuan menopang konsumsi rumah tangga serta mendorong pertumbuhan ekonomi, tanpa mengorbankan stabilitas nilai tukar dan kendali inflasi.
Faktor Global: Pelemahan Dolar AS Buka Ruang bagi Rupiah
Dari perspektif eksternal, rupiah memperoleh dorongan positif akibat melemahnya dolar AS. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September mereda setelah serangkaian data ekonomi Amerika Serikat mengindikasikan perlambatan aktivitas.
Mengutip data yang dirilis Anadolu, penjualan ritel dan layanan makanan di AS tercatat turun 0,6 persen secara bulanan (month-on-month) pada Juli 2026. Angka ini berbalik dari kenaikan 0,2 persen yang tercatat pada Juni dan menandai penurunan pertama sejak Oktober 2025.
Di sektor ketenagakerjaan, jumlah lapangan kerja non-pertanian (nonfarm payrolls) menyusut sebanyak 23 ribu pada bulan Juli, sementara tingkat pengangguran bertahan di angka 4,1 persen.
Kombinasi data tersebut, menurut Amru, mengurangi tekanan terhadap dolar AS dan secara tidak langsung memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.
Risiko yang Masih Mengintai
Walaupun sentimen mendukung penguatan, Amru mengingatkan bahwa eskalasi risiko geopolitik global serta kenaikan harga minyak mentah tetap menjadi faktor yang dapat membatasi ruang penguatan rupiah dalam jangka pendek.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is ICDX?
ICDX is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does ICDX matter?
ICDX matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
