Historic Moment: Mantan Anggota JKT48 Bertransformasi Jadi Bintang Film “Nobody Loves Kay”
Historic Moment – Sebuah Historic Moment terjadi dalam dunia hiburan Indonesia saat mantan anggota JKT48, Nurhayati atau Aya, resmi memperkuat statusnya sebagai aktor profesional dengan bergabung dalam film layar lebar berjudul “Nobody Loves Kay”. Ini merupakan langkah penting dalam kariernya setelah berkiprah sebagai penyanyi dan anggota grup idol sebelumnya. Aya memerankan karakter BB, yang menjadi pusat perhatian dalam konflik yang mengemuka dalam kisah film tersebut. Konfirmasi keikutsertaannya dalam produksi ini dilakukan pada acara peluncuran trailer dan poster di Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin.
Momen Bersejarah dalam Karier Aya
Historic Moment ini bukan hanya berdampak pada kariernya sebagai aktor, tetapi juga memberikan perhatian besar dari publik. Sebelumnya, Aya lebih dikenal sebagai vokal di JKT48, namun kini ia menantang diri untuk membuktikan kemampuan aktingnya. Karakter BB dalam film ini memiliki peran yang krusial, karena mengubah dinamika hubungan antara ketiga tokoh utama: Kay (diperankan Bima Azriel), Ido (Rey Bong), dan Aurelio (Joshia Frederico). Aya menyampaikan bahwa ia merasa dapat memahami emosi dan sahabat-sahabat dalam film ini, sehingga mampu menghidupkan karakter yang dibawanya.
“Saya bisa merasakan persahabatan mereka, lalu berkata, ‘Oh ternyata ini punya peluang’, seperti itu,” ujar Aya dalam acara peluncuran.
Sebagai pemain film pertamanya, Aya mengakui bahwa pengalaman ini sangat berbeda dari aktivitas sebelumnya. Dalam wawancara, ia menyebutkan bahwa tim produksi sangat mendukung dan memberinya ruang untuk berkembang. “Mereka benar-benar membantu dan seperti merangkul. Mereka bilang, ‘Udah enggak apa-apa, lakuin aja, enggak usah takut jadi orang’,” tambahnya, menyoroti Historic Moment ini sebagai titik balik dalam kariernya.
Kolaborasi Multidisiplin dan Penyanyi Rap
Produksi “Nobody Loves Kay” tidak hanya melibatkan aktor berbakat, tetapi juga seniman lintas bidang seperti koreografer Elly D. Lutan dan penyanyi rap Medan, Sumatera Utara, Baskara ‘Basboi’. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen produksi untuk menciptakan karya yang menyatu antara musik, tari, dan sinematografi. Film ini dibuat oleh produser ternama seperti ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, Qun Films, dan Visinema Pictures, yang berkomitmen untuk menghadirkan cerita yang menarik dan dalam.
“Kami berusaha menyajikan kisah yang tidak hanya berbentuk drama, tetapi juga menyisipkan elemen musik dan tarian yang mencerminkan kepribadian tokoh-tokoh dalam film,” terang salah satu produser dalam wawancara.
Dalam pembuatan film ini, Aya mengalami transformasi yang menonjolkan penampilannya sebagai seorang aktor. Ia menjelaskan bahwa proses syuting memperkuat kepercayaan dirinya, terutama setelah sebelumnya sering dikritik karena jarang mengikuti konferensi pers. “Ada orang yang tanya, ‘Kok lo main serial, main film, enggak pernah ikut konferensi pers (press-con)?’ gitu. Tapi karena film ini, aku bisa ikut ‘press-con’,” kata Aya, menegaskan bahwa Historic Moment ini memberinya peluang baru untuk menunjukkan kehadirannya di dunia film.
Ekspresi Karakter dan Kiprah Aktor Muda
Karakter BB dalam film ini dihadirkan dengan detail yang jauh lebih kompleks dibandingkan peran sebelumnya. Aya berusaha menyampaikan emosi yang tersembunyi di balik kegembiraan dan kebahagiaan yang tampak di permukaan. “Karakter ini punya cerita yang lebih dalam, jadi saya harus berusaha mengeksplorasi sisi-sisi yang mungkin tidak pernah saya tahu sebelumnya,” tuturnya. Kiprahnya sebagai Historic Moment ini menjadi contoh nyata bagaimana seorang artis bisa menembus batas dan mengejar impian.
“Saya berharap, film ini bisa menjadi salah satu titik balik dalam kariernya, bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk para penonton yang ingin melihat transformasi seorang aktor dari seorang penyanyi idol,” sambung Aya, menambahkan bahwa ini adalah penantian panjang bagi fansnya.
Kehadiran Aya dalam “Nobody Loves Kay” juga memperkaya karakteristik film yang ingin menawarkan cerita modern dan intim. Dengan latar belakangnya sebagai anggota JKT48, ia membawa nuansa khusus yang bisa membedakan film ini dari produksi lain. Pengalaman bermain di bawah tekanan media dan fans di JKT48 sekarang menjadi kekuatan yang membantunya menyelesaikan karakter BB dengan lebih dalam. Historic Moment ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan baru dalam dunia perfilman Indonesia.
Film “Nobody Loves Kay” akan tayang secara serentak di bioskop mulai 4 Juni 2026. Kehadiran Aya sebagai aktor baru menambah ekspektasi publik terhadap film ini, yang dianggap sebagai Historic Moment dalam industri hiburan lokal. Dengan berbagai elemen kreatif dan kolaborasi yang solid, produksi ini diharapkan mampu menarik perhatian khalayak luas serta mengukir nama Aya sebagai salah satu aktor yang patut diperhitungkan.
