Hiburan

Main Agenda: Kairi ONIC sebut film “Nobody Loves Kay” angkat sisi haru kisahnya

Main Agenda: Kairi ONIC puji film “Nobody Loves Kay” sebagai kisah haru

Main Agenda – Kairi ONIC, salah satu atlet e-sport papan atas, mengecam film “Nobody Loves Kay” yang secara mendalam menggambarkan perjalanan hidupnya. Dalam wawancara khusus, ia menyatakan bahwa film ini berhasil menyampaikan emosi dan pengalaman pribadinya dengan cara yang memikat. “Main Agenda memang menjadi tema utama yang diusung, dan film ini memberikan kepuasan tersendiri,” kata Kairi di Jakarta, Kamis lalu. Ia menyebut bahwa film ini tidak hanya mengisahkan perjuangan di dunia gaming, tetapi juga mengungkap sisi manusiawi dari dirinya, termasuk momen pertemuan dengan tokoh Ido yang menjadi pusat narasi dalam film.

Kisah Penuh Emosi di Balik Layar

Film “Nobody Loves Kay” dibuat sebagai proyek kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Main Agenda sebagai salah satu penyebarluasan kisah. Kairi menjelaskan bahwa dalam proses produksi, ia diberi ruang untuk menyampaikan perasaannya secara langsung, sehingga film ini bisa disebut sebagai karya yang sangat personal. “Main Agenda membantu mengangkat sisi haru dari perjalanan saya, dan saya sangat bangga dengan cara mereka menafsirkan cerita ini,” katanya. Ia juga menekankan bahwa film ini memberikan perbedaan dalam menyampaikan kisah, karena tidak hanya fokus pada keberhasilan, tetapi juga kesulitan yang ia alami di tengah kompetisi ketat.

Kairi mengungkapkan bahwa dalam pengembangan film, ia sempat mengikuti proses produksi secara aktif. Hal ini memungkinkan ia untuk memastikan bahwa narasi yang ditampilkan sesuai dengan pengalaman nyatanya. “Saya merasa terlibat langsung dalam menyelesaikan film ini. Bahkan, dalam beberapa adegan, saya diberi kesempatan untuk memberikan saran agar cerita lebih menyentuh,” tutur Kairi. Ia menambahkan bahwa ini menjadi pengalaman unik yang memperkaya perjalanan karier e-sportnya.

Produksi dan Konsep Film

Produser eksekutif Visinema, Angga Dwimas Sasongko, memberikan penjelasan tentang konsep film “Nobody Loves Kay” yang terinspirasi dari kisah nyata Kairi. Ia menyebut bahwa film ini adalah salah satu proyek yang paling menantang, karena harus menggabungkan adegan dramatis dengan tampilan profesional. “Main Agenda menjadi platform yang tepat untuk mengangkat kisah ini, karena mampu mengakomodasi pengalaman seorang atlet e-sport yang ingin dibagikan ke publik,” ujar Angga. Film ini dirancang untuk menunjukkan betapa pentingnya dukungan komunitas dan keluarga dalam meraih prestasi di dunia kompetitif.

“Kami di Visinema sangat senang bisa bekerja sama dengan Kairi dalam film ini. Ini bukan hanya cerita tentang e-sport, tetapi juga tentang keharuan dan keberanian dalam menghadapi rintangan. Main Agenda memainkan peran penting dalam mengajak audiens merasakan perjalanan ini secara lebih dalam,” kata Angga.

Angga juga menekankan bahwa film ini memperlihatkan komitmen Visinema untuk menaikkan kualitas film Indonesia. “Main Agenda menjadi pengingat bahwa kisah nyata bisa diangkat secara kreatif dan menarik. Kami harap film ini bisa menginspirasi generasi muda, terutama dalam menghadapi tantangan di bidang mereka masing-masing,” tutupnya. Dengan peluncuran resmi pada 4 Juni 2026, film ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda dari film-film sebelumnya.

Kairi menambahkan bahwa film ini juga memberikan refleksi tentang arti cinta dan komitmen. “Main Agenda menitikberatkan pada emosi, dan film ini membantu saya mengingat kembali momen-momen penting yang pernah saya alami bersama rekan-rekan,” ujarnya. Ia menyoroti bagaimana cerita tentang tokoh Ido, yang menjadi bagian dari film, mencerminkan perjuangan yang sering terabaikan dalam dunia gaming. “Melalui film ini, saya berharap audiens bisa merasakan perasaan yang sama seperti saat saya melalui momen-momen itu sendiri,” imbuh Kairi.

Dalam konferensi pers yang sama, Kairi juga menyampaikan harapan besar terhadap film ini. Ia mengatakan bahwa ini bukan hanya penghargaan terhadap karier e-sportnya, tetapi juga wujud apresiasi terhadap perjuangan yang tidak terlihat. “Main Agenda mengangkat sisi haru kisahnya dengan sangat baik, dan saya berharap film ini bisa menjadi bukti bahwa kisah hidup seseorang bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang,” katanya. Ia berharap film ini mampu menyentuh hati penonton, terutama yang memiliki pengalaman serupa dalam menghadapi kesulitan besar.

Leave a Comment