Studio VFX asal Jakarta terlibat efek visual film “Kung Fu Soccer”
Table of Contents
Studio VFX asal Jakarta Terlibat dalam Produksi Film “Kung Fu Soccer” Karya Stephen Chow
Beritaturah.com – Studio VFX asal Jakarta terlibat dalam produksi film “Kung Fu Soccer” yang disutradarai oleh Stephen Chow. Film ini resmi tayang di bioskop Indonesia sejak 12 Agustus 2026, setelah sebelumnya diputar di China pada 11 Juli 2026. Hingga pertengahan Agustus 2026, karya ini telah mengumpulkan pendapatan melebihi Rp5 triliun dengan jumlah penonton mencapai lebih dari 63 juta orang di seluruh dunia.
Langkah Signifikan bagi Industri Efek Visual Indonesia
LMN VFX, studio efek visual berbasis Jakarta, turut serta dalam produksi film tersebut. Fabian Loing, Co-Founder LMN VFX, menjelaskan bahwa partisipasi dalam proyek ini menandai pencapaian signifikan bagi studio. Keterlibatan tersebut mencerminkan adopsi standar dan metode kerja produksi internasional yang semakin diakui di kancah global.
“Di saat yang sama, proyek ini menjadi langkah kami untuk terus belajar dari perkembangan industri global di Asia, yang saat ini berada di depan dalam banyak aspek produksi visual,” ujar Fabian Loing dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Film Penerus Spiritual dari “Shaolin Soccer”
“Kung Fu Soccer” ditulis dan disutradarai langsung oleh Stephen Chow. Ini merupakan karya penyutradaraan film panjang pertamanya sejak tahun 2019. Film ini dikembangkan sebagai penerus spiritual dari “Shaolin Soccer” (2001) dengan jalan cerita dan karakter baru yang berfokus pada tim sepak bola perempuan. Di Indonesia, distribusi film ditangani oleh Encore Films.
Membuka Peluang bagi Talenta Lokal
Keterlibatan LMN VFX dalam proyek internasional bukan sekadar bagian dari perkembangan studio. Hal ini juga membuka kesempatan bagi artis dan kreator lokal untuk mendapatkan pengalaman produksi global tanpa harus berpindah ke luar negeri. LMN VFX merupakan bagian dari ekosistem SALY Entertainment yang telah membangun reputasi kuat di industri kreatif Indonesia.
Sebelumnya, studio ini telah mengerjakan efek visual untuk serial populer seperti “Moving”, “Alice in Borderland”, dan “One Piece”. Mereka juga terlibat dalam sejumlah produksi nasional seperti “Ghost in the Cell” serta produksi orisinal Netflix, antara lain “Ratu Ratu Queens”, “Kabut Berduri”, dan “Dear David”.
Proyek “Dragonlord” dan Kolaborasi Internasional
Saat ini LMN VFX tengah mengerjakan efek visual untuk “Dragonlord”, film panjang terbaru karya sutradara asal Swedia, David Sandberg. Sandberg dikenal lewat “Kung Fury” (2015), film pendek yang menggabungkan aksi, komedi, dan elemen budaya pop era 1980-an. Film itu menjadi fenomena internet dan tayang perdana di Festival Film Cannes pada tahun yang sama. “Dragonlord” dideskripsikan sebagai film fantasy punk yang memadukan aksi, komedi, dan fiksi ilmiah.
“Saya bergabung dengan LMN tiga setengah tahun lalu. Yang membuat saya bertahan sampai sekarang adalah proyek-proyek besar internasional yang bisa saya kerjakan di sini. Hal inilah yang dulu saya kira harus kejar ke luar negeri,” kata VFX Editor LMN VFX Fadil Zamroni yang menjadi bagian dari tim penggarap Dragonlord.
Rekrutmen Talenta untuk Skala Produksi yang Lebih Besar
Sesuai dengan meningkatnya volume dan skala produksi internasional yang ditangani, LMN VFX terus membuka ruang bagi talenta baru di bidang efek visual. Posisi yang dibuka mencakup berbagai disiplin, mulai dari Houdini FX/Crowd, 3D Environment, 3D asset, look development hingga compositing. Rekrutmen diproyeksikan berlangsung berkala hingga akhir 2026 melalui halaman LinkedIn resmi LMN VFX.
“Kami mencari talenta yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga semangat untuk belajar cara kerja standar produksi internasional. Proyek seperti Dragonlord menuntut skala dan kompleksitas CGI yang sangat tinggi, sehingga kami butuh memperkuat kapasitas tim,” ujar Founder dan CEO LMN VFX Andi Wijaya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang LMN VFX dan “Kung Fu Soccer”
1. Kapan film “Kung Fu Soccer” tayang di Indonesia? Film “Kung Fu Soccer” resmi tayang di bioskop Indonesia sejak 12 Agustus 2026.
2. Siapa yang menyutradarai film ini? Film ini disutradarai oleh Stephen Chow, sutradara legendaris Hong Kong yang juga menulis naskahnya.
3. Apa saja karya sebelumnya yang dikerjakan LMN VFX? LMN VFX telah mengerjakan efek visual untuk serial “Moving”, “Alice in Borderland”, “One Piece”, serta produksi Netflix seperti “Ratu Ratu Queens”, “Kabut Berduri”, dan “Dear David”.
4. Bagaimana cara melamar pekerjaan di LMN VFX? Rekrutmen dibuka melalui halaman LinkedIn resmi LMN VFX dengan posisi mencakup berbagai disiplin efek visual hingga akhir 2026.
