Hukum dan Kriminal: Polri, Blackout Sumatera, hingga Eks Napi Teroris Berwirausaha
Investigasi Blackout Sumatera Masih Berlangsung
Hukum – Jakarta – Tim Bareskrim Polri sedang menyelidiki kemungkinan sengaja dalam insiden pemadaman listrik massal di Sumatera. Dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Brigjen Pol. Moh. Irhamni mengatakan bahwa hasil pemeriksaan sementara belum menunjukkan bukti adanya niat manusia yang menyebabkan gangguan tersebut.
“Sejauh ini belum ada indikasi kesengajaan dalam pemutusan konduktor yang memicu blackout,” ujar Irhamni.
Polres Malang Periksa Ledakan Petasan di Desa Jenggolo
Malang, Jawa Timur – Kepolisian Resor Malang terus menyelidiki penyebab ledakan petasan yang merenggut nyawa satu korban di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen. AKP Bambang Subinanjar, Kepala Seksi Humas Polres Malang, menyampaikan bahwa petugas telah mengamankan barang bukti berupa ember berisi bahan peledak dari lokasi kejadian.
Kecelakaan Mobil Anggota DPR Diduga karena Pengemudi Mengantuk
Probolinggo, Jawa Timur – Penyebab kecelakaan yang menimpa mobil anggota DPR RI Muhammad Hilman Mufidi, diklaim oleh Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Probolinggo, Muhammad Taufik Rahadian, sebagai kurangnya konsentrasi pengemudi. “Diduga pengemudi Innova terlalu lelah, sehingga tidak bisa mengantisipasi adanya kendaraan di depannya,” jelas Taufik.
Imigrasi Bekasi Ungkap Jaringan Sponsor Izin WNA Ilegal
Kabupaten Bekasi – Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Bekasi mengungkap peran jaringan sponsor dalam pemberian izin tinggal kepada warga negara asing (WNA) secara tidak sah. Anggi Wicaksono, kepala kantor tersebut, mengatakan bahwa petugas kerap melibatkan sponsor atau perusahaan fiktif untuk menjamin legalitas pekerja asing dalam proyek pusat data.
Eks Napi Teroris Kembangkan Usaha Makanan di Jakarta Timur
Jakarta – Jamaluddin (49), mantan narapidana kasus terorisme yang baru bebas bersyarat tahun 2025, sukses mewujudkan usaha makanan yang dipelajarinya selama masa binaan di Lapas Khusus Sentul. Pria asal Jakarta Timur itu kini memiliki 13 karyawan, tujuh agen, serta 50 cabang usaha Chicken Jepun, sementara produknya juga disuplai ke delapan dapur SPPG.
