Hukum

Important Visit: KPK periksa Internal Audit Pertamina sebagai saksi kasus PPT ET

Important Visit: KPK Periksa Internal Audit Pertamina dalam Kasus PPT ET

Important Visit – Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap tim audit internal Pertamina, berinisial ATH, sebagai saksi dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan investasi dan pinjaman jangka panjang di PPT Energy Trading Co., Ltd (PPT ET). Ini menjadi bagian dari upaya KPK untuk mengungkap dugaan penyelewengan dana yang terjadi selama periode 2011 hingga 2021. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Senin, dengan ATH hadir untuk memberikan keterangan terkait pembelian gas alam cair (LNG) dan transaksi keuangan yang disangkakan sebagai bentuk korupsi.

“KPK mengundang ATH sebagai saksi dalam important visit ini untuk memperjelas alur transaksi terkait dugaan korupsi di PPT ET,” jelas Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat memberi keterangan kepada media di Jakarta.

Dalam pemeriksaan tersebut, KPK fokus pada kebijakan pengadaan LNG yang dilakukan Pertamina melalui PPT ET. ATH, sebagai bagian dari tim internal audit, diharapkan dapat memberikan bukti atau data yang menunjukkan adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana. Pemeriksaan ini juga menjadi penegakan hukum terhadap tiga tersangka yang telah ditetapkan oleh KPK, yakni MH, MZ, dan OA. Ketiganya dikenai perintah tidak bepergian ke luar negeri selama penyidikan berlangsung.

KPK Tingkatkan Upaya Penyelidikan PPT ET

Sebelumnya, pada 30 Juli 2025, KPK secara resmi mengumumkan bahwa penyidikan kasus PPT ET telah dimulai. Dalam pernyataannya, lembaga anti-korupsi ini menyatakan bahwa investigasi dilakukan dengan memperhatikan penggunaan dana yang diklaim mencapai miliaran rupiah. Penyelidikan ini diharapkan bisa mengungkap hubungan antara Pertamina dan pihak swasta dalam transaksi pembelian LNG, serta menunjukkan apakah ada keuntungan yang diraih secara tidak sah.

PPT ET merupakan perusahaan yang dimiliki bersama oleh Pertamina dan sejumlah perusahaan Jepang. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan ini berperan dalam pengadaan LNG yang diduga mengalami kecurangan. Dalam important visit ini, KPK menyelidiki lebih lanjut mengenai peran internal audit sebagai penjaga kepatuhan prosedur keuangan. Selain ATH, KPK juga memanggil Vice President Upstream Business Planning and Portfolio Management Pertamina Hulu Energi berinisial ASA untuk diberi keterangan dalam kasus yang sama.

Detail Transaksi dan Dampak Kasus PPT ET

Menurut laporan internal KPK, beberapa transaksi kritis dalam pengadaan LNG terjadi antara Pertamina dan pihak-pihak tertentu yang diduga melakukan manipulasi harga. Dalam important visit, ATH disebut sebagai saksi kunci yang memiliki akses lengkap ke dokumen keuangan dan prosedur pengadaan. KPK juga menyatakan bahwa pemeriksaan akan dilanjutkan hingga semua bukti diperoleh, termasuk bukti dari pihak Jepang yang menjadi pemegang saham utama PPT ET.

Dalam laman resmi PPT ET, tercatat bahwa Pertamina memiliki 50 persen saham, sedangkan 13 perusahaan Jepang membagi sisa saham. Perusahaan-perusahaan seperti Toyota Motor Corporation, ENEOS Corporation, Chubu Electric Power, dan lainnya menjadi bagian dari pemegang saham asing. KPK menyatakan bahwa dugaan korupsi ini bisa berdampak signifikan terhadap reputasi Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang diharapkan memiliki pengawasan internal yang ketat. Oleh karena itu, important visit kali ini menjadi langkah penting untuk memperkuat proses penyelidikan.

KPK juga mengungkap bahwa penyelidikan kasus PPT ET tidak hanya terfokus pada transaksi keuangan, tetapi juga menyelidiki keterlibatan pegawai Pertamina dalam pengambilan keputusan yang diduga tidak transparan. Dalam important visit, tim audit internal Pertamina disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk memastikan keakuratan laporan keuangan. Namun, adanya perbedaan antara laporan internal dan fakta di lapangan menjadi sorotan dalam penyelidikan ini.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat bukti, KPK juga mengajukan permohonan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen dan rekening perusahaan. Pemeriksaan ini diharapkan bisa memberikan gambaran jelas mengenai alur dana dan peran masing-masing pihak. Selain itu, KPK menekankan pentingnya important visit ini dalam memperjelas hubungan antara Pertamina dan pihak swasta dalam transaksi pembelian LNG yang mencurigakan. Dengan demikian, pemeriksaan ATH dan ASA menjadi bagian dari strategi penyelidikan yang lebih menyeluruh.

Leave a Comment