Humaniora

36 GTK SRMA 1 Aceh Besar beri pendampingan di SRT 1 Nagan Raya

WhatsApp-Image-2026-08-10-at-23.57.07
Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Kolaborasi Pendidikan: 36 GTK SRMA 1 Aceh Besar Mendampingi SRT 1 Nagan Raya
  2. Related Reading

Kolaborasi Pendidikan: 36 GTK SRMA 1 Aceh Besar Mendampingi SRT 1 Nagan Raya

Beritaturah.com – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Nagan Raya kini menerima kunjungan tim pendamping yang terdiri dari 36 GTK SRMA 1 Aceh Besar. Kehadiran para pendamping ini diharapkan dapat memperkuat operasional sekolah yang baru saja resmi beroperasi sejak 31 Juli 2026 lalu. Program pendampingan ini menjadi wujud nyata semangat kolaborasi antarsatuan pendidikan dalam ekosistem Sekolah Rakyat di Aceh.

SRT 1 Nagan Raya berlokasi di Kompleks Perkantoran Suka Makmur, Desa Kuta Blang. Institusi pendidikan ini telah menyelenggarakan tiga jenjang sekaligus, yakni Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA). Hingga saat ini, jumlah peserta didik tercatat mencapai 330 orang. Dari total tersebut, 270 siswa merupakan warga Kabupaten Nagan Raya, sementara 60 siswa lainnya merupakan titipan dari SRT 10 Kabupaten Aceh Selatan.

Jadwal dan Komposisi Tim Pendamping

Ilza Satriadi, Kepala SRMA 1 Aceh Besar, menyampaikan bahwa pendampingan ini akan berlangsung dalam kurun waktu 4 hingga 14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua gelombang untuk memastikan efektivitas transfer pengetahuan. Tim pertama bertugas pada tanggal 4–9 Agustus, kemudian dilanjutkan oleh tim kedua pada periode 9–14 Agustus. Setiap tim terdiri dari 18 orang yang mencakup guru, wali asuh, wali asrama, operator sekolah, serta staf tata usaha.

Pembagian menjadi dua kelompok ini bertujuan agar kegiatan pendampingan di Nagan Raya berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas SRMA 1 Aceh Besar. Proses pembelajaran dan pengelolaan kehidupan asrama di sekolah asal tetap harus berjalan optimal selama masa pendampingan berlangsung. Hal ini menunjukkan komitmen kedua institusi untuk menjaga kualitas pendidikan di masing-masing lokasi.

Pembagian menjadi dua tim dilakukan untuk memastikan kegiatan pendampingan di SRT 1 Nagan Raya tetap berjalan optimal tanpa mengganggu operasional SRMA 1 Aceh Besar, baik dalam proses pembelajaran maupun pengelolaan kehidupan asrama.

Transfer Pengetahuan di Berbagai Bidang

Dalam ranah administrasi, para pendamping membantu menyusun kebutuhan awal operasional. Hal ini mencakup penyusunan jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pembagian kelas untuk setiap jenjang, serta penataan dokumen-dokumen sekolah lainnya. Selain itu, tim juga turut serta dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tata tertib asrama yang akan menjadi panduan operasional harian.

Bidang pengasuhan dan asrama menjadi fokus utama lainnya. GTK SRMA 1 Aceh Besar berbagi pengalaman dengan wali asuh dan wali asrama SRT 1 Nagan Raya. Topik yang dibahas meliputi pola pendampingan peserta didik, pengelolaan kehidupan asrama, pembagian tugas harian, serta mekanisme pembinaan karakter siswa. Tujuannya adalah membangun sistem pengasuhan yang terarah, aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik secara holistik.

Kehadiran GTK SRMA 1 Aceh Besar tidak hanya membantu pekerjaan administratif, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Membangun Ekosistem Pendidikan yang Berkelanjutan

Ilza Satriadi menekankan bahwa pendampingan ini merupakan wujud semangat untuk saling menguatkan antarsatuan pendidikan Sekolah Rakyat. Ia menjelaskan bahwa apa yang telah dilakukan di Aceh Besar masih terus dievaluasi, namun praktik baik yang dimiliki dapat dibagikan kepada rekan-rekan di Nagan Raya. Sebaliknya, pengalaman dari Nagan Raya juga dapat menjadi pelajaran berharga bagi SRMA 1 Aceh Besar.

Sekolah Rakyat bukan milik satu sekolah atau satu daerah. Kita sedang membangun sebuah ekosistem pendidikan yang membutuhkan kolaborasi, saling berbagi pengalaman, dan saling menguatkan.

Ilza menambahkan bahwa pendampingan ini menjadi momentum penting untuk belajar bersama dan membangun ekosistem Sekolah Rakyat yang semakin kuat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan setiap sekolah dapat terus berkembang dan memberikan pendidikan terbaik bagi generasi muda. Program ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dalam jangka panjang.

Frequently Asked Questions

Apa itu SRT 1 Nagan Raya? SRT 1 Nagan Raya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi yang berlokasi di Kompleks Perkantoran Suka Makmur, Desa Kuta Blang. Sekolah ini menyelenggarakan tiga jenjang pendidikan sekaligus: SRD, SRMP, dan SRMA.

Berapa lama program pendampingan berlangsung? Program pendampingan oleh 36 GTK SRMA 1 Aceh Besar berlangsung dari tanggal 4 hingga 14 Agustus 2026, dibagi menjadi dua gelombang.

Berapa jumlah siswa di SRT 1 Nagan Raya? Hingga saat ini, jumlah peserta didik tercatat mencapai 330 orang, terdiri dari 270 siswa lokal Nagan Raya dan 60 siswa titipan dari SRT 10 Aceh Selatan.

Apa saja bidang yang didampingi? Bidang yang didampingi meliputi administrasi sekolah, penyusunan SOP, MPLS, pembagian kelas, serta pengasuhan dan pengelolaan asrama.

Leave a Comment