Humaniora

Baznas ajak umat pererat persatuan melalui zakat, infak, dan sedekah

Foto : Jessica Taylor - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Zakat sebagai Instrumen Pemersatu Bangsa: Capaian Positif 2025
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Zakat sebagai Instrumen Pemersatu Bangsa: Capaian Positif 2025

Indikator Kerukunan Mencapai Rekor Tertinggi

Beritaturah.com – Indonesia mencatatkan pencapaian luar biasa dalam hal kerukunan antarumat beragama. Berdasarkan data terbaru, Indeks Kerukunan Umat Beragama melonjak dari angka 76,47 pada tahun sebelumnya menjadi 77,89 di tahun 2025. Angka ini menandai pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pengukuran indeks tersebut. Pencapaian ini juga telah melewati target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk tahun 2025, yaitu sebesar 76,47. Dengan demikian, Indonesia kini semakin dekat dengan target akhir yang ditetapkan pada tahun 2029, yakni mencapai angka 78,25.

Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga menunjukkan tren positif dengan naik menjadi 84,20 pada tahun 2025. Kedua indikator ini menjadi bukti nyata bahwa upaya merawat kerukunan telah memberikan hasil yang memuaskan bagi bangsa Indonesia.

Zakat: Lebih dari Sekadar Ibadah Ritual

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, menekankan bahwa zakat memiliki fungsi ganda yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban ibadah semata, tetapi juga instrumen kebangsaan yang efektif untuk memperkuat tali persaudaraan dan merekatkan kebhinnekaan. Melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), bangsa Indonesia dapat mewujudkan kesejahteraan umat secara adil dan merata.

“Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang sangat ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebhinnekaan, serta menyejahterakan umat secara adil dan merata,” ujar Sodik Mudjahid dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Sodik menambahkan bahwa ZIS dapat menjadi wadah untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan gotong royong. Gerakan zakat dianggap sebagai ikhtiar bersama untuk mencapai kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa Indonesia.

Pertumbuhan Penghimpunan Zakat Nasional

Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan zakat oleh lembaga-lembaga filantropi di Indonesia. Ia menyatakan bahwa pengelolaan filantropi dan zakat nasional terus mengalami perkembangan yang positif. Capaian pengelolaan dana keagamaan juga menunjukkan kinerja yang semakin membaik.

“Pada 2025, penghimpunan zakat nasional tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun yang memberikan manfaat kepada 140 juta mustahik,” jelas Menag Nasaruddin Umar.

Menag juga menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara. Dengan demikian, Baznas dan berbagai lembaga filantropi terus berkomitmen untuk mempererat persatuan melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah.

Frequently Asked Questions

What is Baznas ajak umat pererat persatuan melalui?

Baznas ajak umat pererat persatuan melalui is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Baznas ajak umat pererat persatuan melalui matter?

Baznas ajak umat pererat persatuan melalui matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment