Humaniora

Facing Challenges: Khofifah serukan penguatan persaudaraan pada peringatan Waisak

Khofifah: Penguatan Persaudaraan untuk Menghadapi Tantangan

Facing Challenges – Dalam perayaan Waisak 2570 Buddhist Era (BE) tahun 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” sebagai upaya menegaskan pentingnya persaudaraan dalam menghadapi tantangan global. Acara yang diadakan di Surabaya, Minggu, menandai kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai kehidupan yang mampu menciptakan harmoni di tengah konflik, polarisasi, ketidakpastian ekonomi, dan krisis kemanusiaan yang terus menghiasi dunia.

Nilai-Nilai Dharma sebagai Fondasi Perdamaian

“Nilai-nilai Dharma mengingatkan pentingnya cinta, kebijaksanaan, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap sesama sebagai pondasi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa Waisak tidak hanya perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan yang menjadi kunci menghadapi tantangan zaman. Ia menekankan bahwa Dharma, sebagai prinsip kehidupan Buddha, mengajarkan kepekaan terhadap kebutuhan sesama dan keberagaman. Dalam konteks Indonesia, tema ini relevan karena masyarakat yang heterogen harus bersatu menghadapi isu seperti perubahan iklim, kekerasan sosial, dan ketimpangan ekonomi yang semakin kompleks.

Waisak Sebagai Platform Dialog Antarumat

Kehadiran sejumlah tokoh agama dan budaya di acara tersebut menegaskan peran Waisak sebagai sarana dialog antarumat. Khofifah menyoroti bahwa perayaan ini menjadi wadah bagi masyarakat Jawa Timur untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama lintas budaya. “Waisak tidak hanya tentang ritual, tetapi juga kesadaran kolektif untuk menciptakan dunia yang lebih damai,” tuturnya.

Acara yang dihadiri ribuan peserta ini melibatkan berbagai kegiatan seperti pembacaan sutra, diskusi tentang kebijakan inklusif, serta penyuluhan tentang pentingnya keharmonisan dalam lingkungan sosial. Khofifah berharap melalui Waisak, masyarakat dapat mengingatkan diri untuk tetap menjaga semangat persaudaraan meski di tengah tantangan yang semakin rumit. Ia menambahkan bahwa upaya penguatan persaudaraan tidak hanya mendatang, tetapi juga menjadi kebutuhan sehari-hari untuk menjaga stabilitas dalam kehidupan bermasyarakat.

Peran Jawa Timur dalam Membangun Harmoni Nasional

Khofifah juga menyoroti kontribusi Jawa Timur sebagai daerah yang dikenal memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Ia menjelaskan bahwa harmoni di tingkat lokal menjadi fondasi untuk mencapai perdamaian nasional dan internasional. “Keharmonisan masyarakat Jawa Timur adalah contoh nyata bagaimana persaudaraan dapat menghadapi tantangan sosial,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat tali persaudaraan, khususnya dalam menghadapi tantangan yang mengancam keutuhan bangsa. Ia menyebut bahwa Waisak 2026 menjadi momen untuk merefleksikan komitmen Jawa Timur dalam memupuk rasa persatuan, terutama di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berubah. Dengan nilai-nilai Dharma sebagai pedoman, Khofifah percaya bahwa persaudaraan dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan berbagai masalah yang muncul.

Menurut Khofifah, perayaan Waisak bukan hanya ajang untuk merayakan kepercayaan Buddha, tetapi juga sarana untuk menginspirasi masyarakat umum dalam menghadapi tantangan. “Waisak mengingatkan kita bahwa kehidupan yang harmonis membutuhkan usaha kolektif dan komitmen individu,” tambahnya. Ia menekankan bahwa rasa persaudaraan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menghormati perbedaan, saling mendukung, dan menjaga sikap toleran dalam segala aspek kehidupan.

Dalam rangkaian acara Waisak 2026, Khofifah juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat yang inklusif. “Kita harus bersama-sama menghadapi tantangan dengan semangat persaudaraan,” katanya. Upaya ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih seimbang dan berkelanjutan, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Dengan memperkuat persaudaraan, Khofifah yakin masyarakat dapat mencapai perdamaian yang lebih luas dan meningkatkan kualitas hidup bersama.

Leave a Comment