Humaniora

Di hadapan Seskab Teddy, orang tua siswa SR berlinang air mata haru

1000177269
Foto : John Brown - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Emosi Haru Menyambut Sekolah Rakyat di Banten
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Emosi Haru Menyambut Sekolah Rakyat di Banten

Beritaturah.com – Ruang makan di Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten, berubah menjadi tempat penuh kebahagiaan dan air mata. Suasana tersebut tercipta saat persiapan seremoni Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang pada hari Sabtu. Bagi puluhan anak dari keluarga kurang mampu, MPLS bukan sekadar acara seremonial biasa, melainkan momen penting untuk memulai babak baru dalam hidup mereka.

Siti Yuliana, seorang ibu rumah tangga yang berasal dari kawasan pesisir Jakarta Utara, tidak bisa menahan tangisnya. Kehadirannya di hadapan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang dikenal sebagai Gus Ipul, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono membuat perasaannya semakin kuat. Dengan suara yang bergetar, ia menceritakan keterbatasan ekonomi keluarganya. Suaminya bekerja sebagai buruh harian lepas, kondisi yang sempat mengancam impian putrinya, Putri Nurdiyanah, untuk terus bersekolah.

“Saya ridho anak saya diasramakan dengan bimbingan guru dan wali asrama,” ujar Yuliana.

Keputusan untuk mengizinkan sang putri tinggal di asrama diambil dengan penuh ikhlas dan harapan. Keteguhan hati ibu dari siswa Sekolah Rakyat ini mencerminkan jawaban atas kebijakan transformatif yang dijalankan Kemensos di bawah kepemimpinan Gus Ipul. Program ini tidak hanya memberikan fasilitas belajar gratis, tetapi juga menghadirkan pendekatan terpadu berbasis asrama selama 24 jam. Tujuannya jelas: memulihkan, mendidik, dan membangun karakter anak-anak dari kelompok paling rentan.

Visi Presiden Prabowo untuk Pendidikan Inklusif

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung dari Presiden Prabowo. Program ini pertama kali diselenggarakan sejak Indonesia merdeka dan diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu, yang selama ini belum terbawa oleh pembangunan. Melalui model sekolah berasrama, siswa tidak hanya menerima pendidikan kurikulum formal di pagi hari, tetapi juga pendampingan karakter, etika, dan kebiasaan hidup positif hingga malam hari.

Kebijakan ini berhasil memutus stigma bahwa pendidikan berkualitas sulit diakses oleh masyarakat miskin. Bukti keberhasilannya sudah terlihat nyata. Misfan Nazriel Faturrahman, siswa asal Kabupaten Bekasi yang dulunya memiliki keterbatasan dalam membaca, kini tampil percaya diri sebagai Master of Ceremony (MC). Ia mampu berbicara menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dengan fasih. Bahkan, anak-anak yang sebelumnya tidak lancar membaca saat masuk kelas 1 SMA, kini menunjukkan lompatan prestasi yang luar biasa.

Ekspansi Sekolah Rakyat ke Seluruh Indonesia

Sebagai langkah nyata komitmen Kemensos bersama pemerintah pusat dan daerah, skema gotong royong diterapkan secara masif. Pemerintah daerah, termasuk Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, memfasilitasi penyediaan lahan. Sementara itu, pembangunan fisik permanen dikerjakan oleh Kementerian PU menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Target yang ditetapkan tidak main-main. Pada tahap pertama, akan dibangun 100 titik Sekolah Rakyat permanen yang ditargetkan tuntas sepenuhnya tahun ini. Selanjutnya, per Oktober 2026, Presiden akan menambah 100 titik lagi. Setiap titik sekolah permanen mampu menampung hingga 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Gubernur Banten Andra Soni turut mengapresiasi kebijakan ini. Mengingat tingginya angka putus sekolah di wilayah Banten, hadirnya Sekolah Rakyat menjadi oase yang memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan.

Frequently Asked Questions

What is Di hadapan Seskab Teddy orang tua siswa?

Di hadapan Seskab Teddy orang tua siswa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Di hadapan Seskab Teddy orang tua siswa matter?

Di hadapan Seskab Teddy orang tua siswa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment