Disdik: Kepri kekurangan sekitar 1.500 guru, terutama Batam
Disdik – Tanjungpinang, Minggu – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengungkapkan adanya defisit tenaga pengajar sekitar 1.500 orang di 280 sekolah yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, menjelaskan kebutuhan guru ini terjadi di seluruh wilayah, dengan Batam menjadi daerah yang paling mendesak karena populasi terpadat. Setiap sekolah, kata Agung, memerlukan lima hingga enam guru untuk memenuhi standar operasional.
Kebutuhan Guru Berbanding Lurus dengan Pertumbuhan Siswa
Menurut Agung, jumlah guru yang dibutuhkan meningkat seiring bertambahnya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kepri. Tahun ini, diperkirikan sekitar 39.000 siswa baru akan memasuki SMA, SMK, dan SLB, termasuk Madrasah Aliyah (MA). Dari jumlah tersebut, 2.500 di antaranya berasal dari luar daerah atau provinsi lain.
“Datanya akan kami serahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri, untuk selanjutnya diusulkan formasi CPNS guru secara bertahap ke pemerintah pusat,” ucap Agung.
Upaya Pemprov Kepri Memperluas Akses Pendidikan
Selain itu, Pemprov Kepri juga mengembangkan sepuluh unit sekolah baru (USB) di jenjang SMA, SMK, dan SLB guna mengakomodir siswa yang baru memasuki pendidikan menengah. Dua dari sepuluh USB tersebut dibangun menggunakan dana APBD dengan anggaran sekitar Rp5 miliar per sekolah. Delapan unit lainnya dibangun oleh pemerintah pusat melalui APBN, dengan dana Rp8 miliar per sekolah, tersebar di Batam, Lingga, Tanjungpinang, hingga Natuna.
“Tujuannya agar akses pendidikan anak-anak kita merata di semua wilayah, apalagi di pulau terluar, seperti Natuna,” kata Kepala Disdik Kepri Andi Agung.
