Historic Moment: Khofifah Optimizes Haji Debarcation with Seamless Corridor
Historic Moment – Sebagai bagian dari langkah inovatif dalam penyelenggaraan ibadah haji, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merespons secara langsung kedatangan kloter pertama jamaah haji dari Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Surabaya. Ia menekankan bahwa sistem “seamless corridor” menjadi titik balik penting dalam mempercepat layanan debarkasi, meminimalkan antrean, dan meningkatkan efisiensi proses pemeriksaan. “Ini adalah Historic Moment dalam sejarah penyelenggaraan haji, di mana teknologi canggih membawa perubahan signifikan,” kata Khofifah dalam pernyataannya.
Inovasi Teknologi untuk Pelayanan Jamaah Haji
Dalam Historic Moment ini, penerapan sistem seamless corridor di Asrama Haji Surabaya menunjukkan komitmen pemerintah dalam menerapkan digitalisasi keimigrasian. Sistem ini memanfaatkan teknologi pengenalan iris mata, di mana jamaah haji hanya perlu menatap kamera, dan data identitas mereka langsung terbaca tanpa harus mencap paspor. Teknologi ini tidak hanya mengurangi waktu pemeriksaan, tetapi juga meningkatkan keamanan dan akurasi identifikasi.
Khofifah, yang juga menjabat sebagai koordinator panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) di Debarkasi Surabaya, mengungkapkan bahwa efektivitas sistem ini memudahkan jamaah haji, terutama setelah mengalami perjalanan panjang dan berbagai proses pendaftaran di luar negeri. “Saya belum pernah melihat metode debarkasi seefisien ini sebelumnya,” tambahnya, menyoroti penghematan waktu dan efisiensi operasional yang dicapai.
Menurut data yang diberikan, sistem ini berjalan dengan kecepatan luar biasa. Sebuah kloter dengan 378 jamaah haji, misalnya, dapat selesai pemeriksaannya dalam waktu kurang dari 40 menit. Ini jauh lebih cepat dibandingkan metode manual yang memakan waktu hingga 2-3 jam sebelumnya. “Historic Moment ini membuktikan bahwa inovasi teknologi bisa mengubah cara kita melayani jamaah haji,” ujarnya, menyoroti keberhasilan penerapan sistem tersebut.
Peluncuran Sistem di Surabaya dan Bandara Soekarno-Hatta
Sistem seamless corridor yang diterapkan di Surabaya sebelumnya telah diujicoba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Namun, implementasi di Asrama Haji Surabaya menjadi peningkatan baru yang lebih fokus pada kebutuhan jamaah haji selama debarkasi. Novianto Sulastono, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, menyatakan bahwa sistem ini diuji secara lengkap sebelum diluncurkan, dengan tingkat akurasi mencapai 99,9 persen.
Dalam Historic Moment ini, hanya 2-3 orang dari 378 jamaah haji yang memerlukan verifikasi tambahan karena data iris mata tidak terbaca secara sempurna. Meski begitu, proses pemeriksaan tetap efisien, dengan waktu pemeriksaan per kloter berkurang hingga 3 jam. Novianto menjelaskan bahwa teknologi ini telah memberikan kemudahan bagi jamaah haji, serta memastikan semua data perlintasan mereka tercatat secara otomatis tanpa kesalahan.
Kehadiran sistem seamless corridor juga menunjukkan upaya untuk menciptakan pengalaman debarkasi yang lebih manusiawi dan menyenangkan. Khofifah menambahkan bahwa ini adalah bagian dari kebijakan jangka panjang untuk mempercepat proses keimigrasian, termasuk dalam rangka menyiapkan infrastruktur yang lebih baik bagi penyelenggaraan haji di masa depan. “Historic Moment ini akan menjadi dasar bagi perbaikan lebih lanjut,” pungkasnya.
