Humaniora

Kemenko Polkam percepat penanganan sosial pascakonflik di Jayawijaya

WhatsApp-Image-2026-08-13-at-14.00.06
Foto : Emily Miller - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Kemenko Polkam Percepat Penanganan Sosial Pascakonflik di Jayawijaya
  2. Related Reading

Kemenko Polkam Percepat Penanganan Sosial Pascakonflik di Jayawijaya

Beritaturah.com – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus melakukan upaya strategis untuk mempercepat penanganan sosial pascakonflik di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penyelenggaraan rapat koordinasi tingkat eselon I yang menghadirkan perwakilan dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta aparat keamanan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kemenko Polkam yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat.

Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam RI, Mayjen TNI Heri Wiranto, menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki peran sangat penting dalam menyelaraskan seluruh langkah penanganan. Koordinasi, sinkronisasi, serta pengendalian lintas sektor menjadi fokus utama untuk memastikan keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi masyarakat terdampak konflik di Jayawijaya.

Tentu rakor ini untuk mewujudkan proses rehabilitasi, rekonstruksi dan pemulihan masyarakat terdampak yang terpadu, efektif dan berkelanjutan.

Pertemuan tingkat eselon I ini dipimpin langsung oleh Heri Wiranto sebagai respons terhadap surat permohonan yang diajukan oleh Bupati Jayawijaya, Atenius Murib. Menurut Heri, pentingnya rakor ini sejalan dengan pesan Presiden RI Prabowo Subianto dalam amanatnya pada rapat koordinasi nasional (Rakornas) antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Pesan bapak presiden saat itu adalah hak asasi manusia harus diwujudkan dalam bentuk nyata. Implementasi hak asasi manusia harus diwujudkan dalam bentuk nyata, yakni melalui kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat yang layak.

Heri Wiranto menjelaskan bahwa rakor bertujuan memastikan keterpaduan, komprehensif, dan keberlanjutan kebijakan serta langkah penanganan antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan pemangku kepentingan (stakeholder) dalam mempercepat rehabilitasi permukiman dan fasilitas umum. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat terdampak, penguatan stabilitas keamanan wilayah serta mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan percepatan pembangunan pascakonflik di Jayawijaya menjadi tujuan utama.

Lima Poin Penting Hasil Rakor

Dalam rakor tersebut, peserta merumuskan lima poin penting yang menjadi panduan penanganan pascakonflik di Jayawijaya:

Pertama, negara harus hadir secara nyata dalam pemulihan masyarakat terdampak melalui penguatan keamanan, rehabilitasi dan rekonstruksi, pelayanan dasar, serta pemulihan sosial ekonomi.

Kedua, perlunya penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan stakeholder terkait untuk menyinkronkan langkah, program dan pembiayaan penanganan pasca konflik.

Ketiga, perlunya kejelasan leading sector dan pembagian peran antar kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait agar penanganan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.

Keempat, perlunya percepatan validasi data korban, pengungsi, kerusakan sarana-prasarana, penerima bantuan, dan kebutuhan lapangan sebagai dasar penyusunan rencana aksi dan penganggaran yang tepat sasaran.

Kelima, perlunya menjaga stabilitas politik, keamanan dan perdamaian wilayah melalui deteksi dini, pengamanan terukur, pendekatan dialogis serta pelibatan tokoh adat, agama dan masyarakat untuk mencegah konflik berulang di masa akan datang.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu Kemenko Polkam?

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan adalah kementerian yang bertanggung jawab mengkoordinasikan kebijakan di bidang politik, hukum, dan keamanan di Indonesia.

Mengapa Jayawijaya membutuhkan penanganan sosial pascakonflik?

Jayawijaya mengalami konflik yang berdampak pada masyarakat, infrastruktur, dan stabilitas keamanan, sehingga memerlukan rehabilitasi dan rekonstruksi menyeluruh.

Siapa saja yang terlibat dalam rakor penanganan Jayawijaya?

Rakor melibatkan lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan koordinasi yang efektif.

Berapa lama proses penanganan sosial pascakonflik di Jayawijaya?

Proses penanganan bersifat berkelanjutan dengan target rehabilitasi dan rekonstruksi yang terpadu, efektif, dan berkelanjutan sesuai dengan lima poin hasil rakor.

Bagaimana peran tokoh adat dalam penanganan konflik Jayawijaya?

Tokoh adat dilibatkan dalam pendekatan dialogis untuk mencegah konflik berulang dan menjaga stabilitas politik, keamanan, dan perdamaian wilayah.

Leave a Comment