Gus Ipul Tinjau Lokasi Penutupan Konbes NU 2026 di Bangkalan
Key Discussion – Jakarta – Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal sebagai Gus Ipul, melakukan tinjauan ke lokasi penyelenggaraan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (5/10). Pemimpin penuh dan Ketua Panitia Munas Alim Ulama serta Konbes NU ini mengemukakan bahwa penutupan acara merupakan momen penting untuk menilai kesiapan seluruh aspek, termasuk rute kedatangan Presiden, pengaturan undangan, dan fasilitas yang akan digunakan.
Persiapan Lokasi dan Koordinasi Tim Penyelenggara
Tinjauan Gus Ipul berlangsung di Stadion Alim Ulama Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, yang menjadi tempat utama penyelenggaraan Konbes NU 2026. Ia menekankan pentingnya Key Discussion dalam mengoptimalkan persiapan agar acara berjalan lancar dan mampu mencerminkan citra Nahdlatul Ulama. “Semua hal harus terorganisir rapi, baik dari sisi lokasi acara, jalur Presiden, hingga layanan kepada peserta. Ini penting agar penyelenggaraan berjalan lancar dan penuh makna,” jelas Gus Ipul dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Bersama tim penyelenggara, Gus Ipul mengecek infrastruktur, keamanan, dan ketersediaan fasilitas seperti tenda, akses jalan, serta area bagi peserta. Ia juga berdiskusi dengan pihak penyelenggara untuk memastikan Key Discussion terus berlangsung secara efektif. Pemimpin PBNU ini menyoroti bahwa Bangkalan memiliki sejarah penting sebagai salah satu pusat kegiatan NU di Indonesia, sehingga lokasi ini dipilih sebagai titik penutupan acara.
Koordinasi Lintas Instansi untuk Memastikan Sukses Konbes NU
Selain meninjau lokasi, Gus Ipul juga memimpin rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Bangkalan. Kehadiran Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Moch Fauzan Dja’far, Kapolres AKBP Wibowo, Dandim setempat, serta pejabat terkait menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Key Discussion ini. Dalam rapat, Gus Ipul menyampaikan bahwa penyelenggaraan Konbes NU 2026 memerlukan kolaborasi ketat antarlembaga, mulai dari penyelenggara, aparat keamanan, hingga institusi pendidikan seperti STAI Syaichona Moh. Cholil.
“Ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga penghormatan kepada kiai, peserta, tamu, dan Presiden yang hadir. Karenanya, semua harus disiapkan secara maksimal,” tegas Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa pengelolaan acara harus terus diawasi untuk memastikan Key Discussion mencapai tujuannya, yaitu menegaskan peran strategis NU dalam memperkuat koordinasi dan kesatuan umat Islam.
Sebagai Menteri Sosial, Gus Ipul menekankan bahwa Konbes NU 2026 bukan sekadar acara rutin, tetapi menjadi momentum penting untuk menggali ide-ide pilar dalam membangun kebijakan yang lebih inklusif. Dalam Key Discussion ini, ia menyoroti peran pesantren dan lembaga keagamaan dalam menyediakan ruang dialog yang representatif. “Kita harus melibatkan semua pihak, baik dari kalangan intelektual, tokoh masyarakat, maupun pemuda, agar Key Discussion ini menjadi bentuk pertemuan yang berimbang dan bermakna,” imbuhnya.
Acara penutupan Konbes NU 2026 di Bangkalan diharapkan menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak bulan Mei. Ketua Panitia Munas-Konbes ini menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Kementerian PU, serta jajaran NU di Madura yang telah berkontribusi dalam Key Discussion terkait pengorganisasian. Ia juga menyoroti pentingnya persiapan detail untuk mencegah kendala selama penyelenggaraan, terutama karena kehadiran Presiden Prabowo Subianto sebagai pembuka acara.
Key Discussion yang diadakan di Bangkalan bukan hanya menegaskan kesiapan teknis, tetapi juga menjadi ajang untuk menyamakan visi antar elemen NU. Gus Ipul menegaskan bahwa lokasi ini memperlihatkan keunggulan struktur organisasi dan pengelolaan yang terpadu. “Bangkalan memiliki daya dukung yang kuat, dan Key Discussion di sini menjadi bukti bahwa NU mampu menghadirkan acara besar yang layak dikunjungi oleh seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
