Program Operasi Bibir Sumbung Gratis RS Unand sebagai Inisiatif Kemanusiaan
Latest Program – Dalam rangka memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) di Kota Padang meluncurkan Latest Program operasi bibir sumbing dan celah langit-langit secara gratis. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yang mengalami kondisi bawaan tersebut, terutama di wilayah Sumatera Barat. Direktur Utama RS Unand, Muhammad Riendra, mengatakan bahwa kegiatan ini dibuka untuk siapa pun yang membutuhkan, tanpa memandang usia, latar belakang, atau kondisi finansial pasien.
“Kami ingin memberikan layanan medis terbaik kepada anak-anak yang memerlukan. Latest Program ini merupakan upaya untuk mempercepat intervensi kesehatan, sehingga mereka bisa tumbuh secara optimal,” tutur Riendra.
Kolaborasi dan Dukungan untuk Program Terbaru
Program operasi bibir sumbing gratis yang dijalankan RS Unand merupakan hasil kolaborasi dengan organisasi Smile Train dan berbagai mitra sosial lainnya. Sejak 2018, kegiatan ini telah menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk memperkuat layanan kemanusiaan. Menurut Riendra, RS Unand tidak hanya menyediakan program operasi secara berkala, tetapi juga terbuka sepanjang tahun untuk masyarakat yang memerlukan.
“Kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan psikologis dan sosial anak. Dengan Latest Program ini, kami berharap bisa memberikan solusi yang lebih cepat dan terjangkau,” jelas Riendra.
Program ini tahun ini dilaksanakan dalam dua hari, dengan total 12 pasien yang akan menjalani tindakan operasi. Selain itu, RS Unand juga bermitra dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Padang, Dharma Wanita Persatuan, serta sejumlah yayasan sosial untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lancar. Kemitraan ini memungkinkan RS Unand menyediakan fasilitas dan tenaga medis yang terlatih secara maksimal.
Wakil Rektor II Unand, Hefrizal Handra, menyambut positif inisiatif rumah sakit tersebut. Ia menilai bahwa partisipasi RS Unand dalam menyediakan layanan medis langsung memberikan manfaat besar bagi masyarakat Ranah Minang. “Program ini menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan tinggi bisa berkontribusi dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan,” katanya.
“Selain memberikan perawatan, Latest Program ini juga menciptakan harapan baru bagi keluarga pasien. Anak-anak yang sebelumnya merasa kurang percaya diri bisa kembali tumbuh dengan percaya diri,” ujar Ketua Dharma Wanita Persatuan RS Unand, Rina Jumita.
Dalam perjalanan program ini, RS Unand terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya intervensi dini untuk kondisi bibir sumbing. Dengan Latest Program yang lebih luas cakupannya, lebih banyak anak yang terlantar atau kurang mampu dapat terbantu. Pihak rumah sakit juga berharap program ini menjadi contoh bagi institusi kesehatan lain untuk melakukan inisiatif serupa di masa depan.
Program operasi bibir sumbing gratis yang diadakan RS Unand tidak hanya mengurangi beban ekonomi keluarga pasien, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Anak-anak yang menjalani operasi bisa kembali beraktivitas normal, sehingga tidak terganggu dalam proses belajar dan interaksi sosial. Riendra menekankan bahwa Latest Program ini merupakan bagian dari visi RS Unand untuk menjadi rumah sakit yang aksesibel dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
