SPPG Unhas: Model Terbuka untuk Peningkatan Pemenuhan Gizi
Latest Program – Makassar – Unit penyelenggaraan SPPG Unhas, yang beroperasi sebagai laboratorium pengembangan ide dan metode, berperan penting dalam memastikan keberlanjutan program MBG. Menurut Ishaq Rahman, kepala bidang hubungan masyarakat di Kantor Sekretariat Rektor Unhas, SPPG dibuat sebagai contoh terbaik yang menggabungkan pengelolaan, standar gizi, keamanan pangan, serta penguatan kompetensi SDM. Selain menjadi pusat produksi dan distribusi makanan sehat, institusi ini juga difungsikan sebagai tempat belajar dan pengujian inovasi.
Keterlibatan Akademisi dan Masyarakat
Ishaq menambahkan, operasional SPPG mengutamakan profesionalisme dalam perencanaan menu, pengendalian kualitas, serta evaluasi berkelanjutan. Dalam prosesnya, universitas membuka kesempatan bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum untuk berpartisipasi aktif. Ini dilakukan melalui kegiatan riset, analisis kebijakan, dan pengawasan terhadap alur produksi dan distribusi.
“Program ini berorientasi pada kontribusi akademik dan sosial, bukan pencarian keuntungan ekonomi. Melalui keterlibatan sivitas akademika dan masyarakat dalam riset, evaluasi, serta pengawasan,”
ungkapnya. Keterbukaan ini mencerminkan komitmen kampus terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Penyelenggaraan Administratif dan Infrastruktur
Pembangunan dapur SPPG berlangsung di area kosong kampus. Proyek ini melibatkan kerja sama dengan mitra Unhas, termasuk perusahaan swasta melalui skema CSR. Hal ini memungkinkan anggaran konstruksi tidak membebani dana universitas. Selain memenuhi aspek produksi, fasilitas dapur juga dirancang dengan sistem pengolahan air limbah (IPAL) berkapasitas 10 kubik, teknologi terkini. Meski kebutuhan standar untuk dapur serupa hanya sekitar 3 kubik, SPPG memilih kapasitas lebih besar untuk memastikan efisiensi.
Ekosistem Supply Chain yang Terpadu
Dengan adanya SPPG, terbentuk ekosistem rantai pasokan gizi yang khusus. Sejak 28 April 2026, berbagai fakultas mengambil peran sesuai bidangnya. Fakultas Pertanian menyuplai sayuran, Fakultas Kehutanan menyediakan jamur tiram, dan Fakultas Peternakan bertugas memenuhi kebutuhan daging ayam broiler, telur kampung, serta olahan sapi. Sementara itu, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan sedang menyiapkan kontribusi dengan menyediakan ikan nila dan filet.
