Humaniora

Mendikti: Pendidikan psikologi harus jadi instrumen tekan masalah jiwa

WhatsApp-Image-2026-08-03-at-18.27.21
Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Mendikti: Pendidikan Psikologi Harus Jadi Instrumen Tekan Masalah Jiwa Remaja Indonesia
  2. Related Reading

Mendikti: Pendidikan Psikologi Harus Jadi Instrumen Tekan Masalah Jiwa Remaja Indonesia

Beritaturah.com – Jakarta – Mendikti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, secara tegas menyampaikan bahwa pendidikan psikologi harus diperkuat sebagai instrumen utama dalam menekan permasalahan kejiwaan yang semakin meningkat di kalangan generasi muda Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam seminar psikologi yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Selasa, di mana ia menekankan bahwa pendekatan psikologis harus menyentuh akar permasalahan melalui para pendidik yang kompeten.

Menurut Mendikti, krisis kesehatan mental di kalangan remaja dan mahasiswa bukan lagi hal yang bisa diabaikan. Dengan data yang menunjukkan peningkatan signifikan, pemerintah melalui kementerian yang dipimpinnya berkomitmen untuk memperkuat peran pendidikan psikologi dalam sistem pendidikan nasional. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sehat secara mental.

Kisah Mahasiswa yang Menyembunyikan Luka di Balik Senyum

Mendikti berbagi pengalaman pribadi yang menginspirasi ketika menjabat sebagai Direktur Kemahasiswaan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat itu, ia menyadari bahwa banyak mahasiswa mengalami tekanan berat dari berbagai sumber kehidupan mereka. Salah satu mahasiswanya yang dikenal cerdas dan aktif tiba-tiba sering menghilang selama tahun kedua perkuliahannya tanpa penjelasan yang jelas.

Setelah melakukan pencarian intensif, Brian menemukan mahasiswa tersebut sedang sibuk mengerjakan pesanan gambar animasi untuk klien dari Rusia. Pekerjaan ini menjadi pelarian dari konflik keluarga yang sedang dialaminya secara serius. Namun, ada sesuatu yang mengejutkan ketika mahasiswa itu membuka jaket tebalnya karena merasa gerah di tengah ruangan seminar.

“Kemudian karena agak gerah, dia buka jaketnya. Dia pakai kaos pendek begitu. Ternyata pak, sepanjang tangannya itu penuh sayatan,” ujarnya dengan nada kaget saat menceritakan kisah tersebut.

Menurut penjelasan Mendikti, menyayat tangan merupakan mekanisme pertahanan diri yang digunakan mahasiswa tersebut untuk mengalihkan pikiran dari trauma dan stres akibat kondisi keluarganya. Ia menjelaskan bahwa luka-luka tersebut membantu mahasiswa itu menemukan ketenangan batin di tengah kekacauan emosional.

“Jadi dia, katanya kalau stres pak, itu pemikiran saya butuh konsentrasi yang lain. Nah, konsentrasi yang lain itu adalah dengan lukanya dia. Jadi kalau dia ada luka, dia konsentrasi ke luka nih, dia tenang, dia bilang gitu,” katanya menirukan pengakuan mantan anak didiknya dengan penuh empati.

Data dan Tantangan Kesehatan Mental Nasional

Mengutip informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Mendikti Brian Yuliarto menyebutkan bahwa sekitar sepuluh persen remaja Indonesia menghadapi masalah kejiwaan yang memerlukan perhatian serius. Kelompok usia muda dan mahasiswa termasuk dalam kategori yang paling rentan terhadap gangguan mental ini.

Secara rinci, data menunjukkan bahwa 4,4 persen remaja mengalami kecemasan sementara 4,8 persen menderita depresi. Angka-angka ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk segera mengambil tindakan preventif dan kuratif yang efektif.

Situasi ini dinilai berpotensi membahayakan masa depan bangsa secara keseluruhan. Mendikti mengingatkan bahwa pemuda merupakan motor utama penggerak negara, terutama ketika Indonesia memasuki masa puncak bonus demografi yang akan berlangsung hingga beberapa dekade mendatang.

Peran Psikolog dan Dosen dalam Sistem Pendidikan

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Mendikti mengajak para psikolog dan dosen psikologi untuk terus berinovasi dalam metode edukasi dan penanganan masalah mental. Tujuannya adalah meningkatkan edukasi dan memperluas kapasitas pemahaman masyarakat terhadap isu kesehatan mental yang semakin kompleks.

“Makanya, Bapak/Ibu para psikolog atau dosen di psikologi ini (harus) bisa terus-menerus membangun satu terobosan-terobosan baru untuk edukasi atau untuk menambah kapasitas, menambah wawasan pada teman-teman atau pada masyarakat luas. Sehingga ya muatan-muatan psikologi itu bisa difahami lebih banyak masyarakat,” tutur Mendikti Brian Yuliarto.

Sebagai penutup, ia kembali menegaskan perlunya membangun sistem psikologi yang berakar kuat di kalangan pendidik. Dengan demikian, para pendidik dapat memberikan respons yang tepat terhadap permasalahan kejiwaan yang dihadapi mahasiswa dan remaja Indonesia secara berkelanjutan.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa yang dimaksud dengan pendidikan psikologi sebagai instrumen tekan masalah jiwa?

Pendidikan psikologi sebagai instrumen tekan masalah jiwa merujuk pada penguatan kurikulum dan program pendidikan psikologi agar mampu menghasilkan tenaga profesional yang kompeten dalam mencegah dan menangani masalah kesehatan mental di masyarakat, khususnya kalangan remaja dan mahasiswa.

Berapa persen remaja Indonesia yang mengalami masalah kejiwaan?

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar sepuluh persen remaja Indonesia menghadapi masalah kejiwaan, dengan rincian 4,4 persen mengalami kecemasan dan 4,8 persen menderita depresi.

Mengapa masa bonus demografi penting bagi kesehatan mental pemuda?

Masa bonus demografi adalah periode ketika proporsi penduduk usia produktif lebih besar daripada usia tidak produktif. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan karena pemuda harus siap secara mental untuk menghadapi tekanan sosial, ekonomi, dan akademik yang tinggi.

Bagaimana cara psikolog dan dosen berkontribusi dalam edukasi kesehatan mental?

Psikolog dan dosen psikologi dapat berkontribusi melalui terobosan-terobosan baru dalam metode edukasi, program konseling, penelitian, dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menambah kapasitas dan wawasan masyarakat terhadap isu kesehatan mental.

Di mana seminar psikologi yang dihadiri Mendikti diselenggarakan?

Seminar psikologi yang dihadiri oleh Mendikti Brian Yuliarto diselenggarakan di Jakarta pada hari Selasa, dengan fokus pada penguatan peran pendidikan psikologi dalam menekan masalah kejiwaan generasi muda.

Leave a Comment