KemenPPPA gandeng Alfamidi semangati ratusan anak disabilitas
Beritaturah.com – Dalam rangka menerapkan New Policy, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bekerja sama dengan PT Midi Utama Indonesia Tbk, atau Alfamidi, mengadakan kegiatan yang memberikan dukungan moral dan bantuan material kepada ratusan anak penyandang disabilitas di Jakarta. Acara ini dilaksanakan di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Batin sebagai bagian dari Jelajah SAPA, program yang bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. New Policy ini tidak hanya mengubah cara penanganan kasus disabilitas, tetapi juga mendorong perusahaan-perusahaan besar seperti Alfamidi untuk turut serta dalam membangun ekosistem yang lebih peduli terhadap hak anak. Dengan hadirnya Alfamidi, kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana New Policy bisa diwujudkan melalui inisiatif yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.
Komitmen Melalui Program Alfability
Program Alfability, yang telah berjalan sejak 2012, menjadi fondasi utama dari New Policy Alfamidi dalam mengatasi tantangan disabilitas. Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra, menjelaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan inklusi menjadi bagian dari kebijakan operasional. “New Policy kami bertujuan membangun keberlanjutan dalam memberikan akses pendidikan dan peluang kerja bagi anak-anak disabilitas,” katanya. Dalam acara tersebut, Alfamidi memberikan bantuan berupa 100 paket goodie bag dan bahan pokok kepada para warga binaan. Selain itu, perusahaan ini juga merekrut 344 karyawan penyandang disabilitas, angka yang melebihi ketentuan minimal 1 persen dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa New Policy bukan hanya teori, tetapi juga praktek nyata dalam mengubah paradigma inklusi di Indonesia.
“Menjelang Hari Anak Nasional, kami ingin mengajak setiap anak untuk terus bermimpi. Masa depan tidak ditentukan oleh keterbatasan tetapi oleh semangat, keberanian, dan usaha untuk terus belajar,” kata Retriantina Marhendra.
Peran KemenPPPA dalam Mengampanyekan New Policy
KemenPPPA terus berupaya memperkuat implementasi New Policy melalui berbagai inisiatif. Kegiatan di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Batin, misalnya, adalah salah satu dari rangkaian program untuk memastikan anak-anak disabilitas mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas. Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan bahwa New Policy ini menjadi penopang penting dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan anak. “Kita perlu memastikan bahwa anak-anak disabilitas tidak hanya diakui, tetapi juga dihargai dan didukung untuk berkembang secara maksimal,” tuturnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (20/7). Selain itu, New Policy juga mendorong pihak-pihak terkait seperti komunitas, lembaga swadaya masyarakat, dan perusahaan untuk terlibat secara aktif dalam pengembangan kebijakan inklusif. Dengan keterlibatan Alfamidi, harapan besar terletak pada pengembangan New Policy yang bisa berdampak jangka panjang.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk semakin mencintai, melindungi, dan memenuhi hak setiap anak. Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus kita dukung agar dapat meraih cita-citanya,” ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Kehadiran Alfamidi dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menjadi contoh bagaimana New Policy bisa diintegrasikan ke dalam bisnis. Retriantina menambahkan bahwa program Alfability dirancang untuk menciptakan kesetaraan dalam dunia kerja dan pendidikan. “New Policy kami menekankan bahwa inklusi bukan hanya tentang akses, tetapi juga tentang partisipasi aktif anak disabilitas dalam berbagai bidang kehidupan,” jelasnya. Dalam kegiatan tersebut, para anak disabilitas diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan karyawan Alfamidi, yang membantu membangun kepercayaan dan memotivasi mereka untuk terus berjuang. “New Policy ini adalah langkah konkret untuk menunjukkan bahwa anak disabilitas layak memiliki peluang yang sama seperti anak lainnya,” tegas Retriantina.
Acara yang dihadiri ratusan anak disabilitas ini menjadi bukti bahwa New Policy bisa mendorong perubahan yang signifikan dalam kehidupan anak-anak dengan kebutuhan khusus. Selain bantuan langsung, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusi. “New Policy harus menjadi landasan untuk memperkuat keterlibatan semua pihak, termasuk dunia usaha, dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif,” kata Retriantina. Dengan kontribusi Alfamidi, kebijakan ini semakin diperkuat, karena perusahaan-perusahaan besar memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang memungkinkan anak-anak disabilitas tumbuh dan berkembang. New Policy juga memberikan momentum bagi peningkatan kualitas hidup anak disabilitas, termasuk dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan peluang kerja.
Sebagai bagian dari New Policy, KemenPPPA terus berupaya mengembangkan program-program yang berdampak jangka panjang. Acara Jelajah SAPA, yang dilaksanakan di Jakarta, adalah salah satu contoh nyata pelaksanaan kebijakan ini. Selama kegiatan, para anak disabilitas tidak hanya mendapat bantuan materi, tetapi juga diberikan pelatihan keterampilan dasar, seperti berbicara, berdiri, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Selain itu, Alfamidi juga menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak dengan kondisi khusus. “New Policy ini memastikan bahwa setiap anak disabilitas memiliki akses yang sama terhadap layanan pendidikan dan pelatihan,” ujar Retriantina. Dengan langkah-langkah seperti ini, KemenPPPA dan Alfamidi berharap mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk mengikuti jejak mereka dalam menerapkan New Policy secara konsisten.
Kehadiran Alfamidi dalam New Policy juga menunjukkan perusahaan besar memiliki tanggung jawab sosial yang lebih luas. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan ini menunjukkan komitmennya untuk mengintegrasikan anak disabilitas ke dalam sistem kerja dan pendidikan. Selain merekrut karyawan disabilitas, Alfamidi juga terus meningkatkan kualitas produk yang dirancang khusus untuk memudahkan anak-anak dengan kebutuhan khusus dalam beraktivitas sehari-hari. New Policy ini tidak hanya berdampak pada warga binaan, tetapi juga pada masyarakat sekitar yang semakin terbuka terhadap keberagaman. Dengan partisipasi Alfamidi, kebijakan inklusif ini semakin diperkuat, karena perusahaan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan kesetaraan sosial. KemenPPPA mengapresiasi langkah Alfamidi dan berharap lebih banyak perusahaan bisa meniru inisiatif ini sebagai bagian dari New Policy.

